This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selamat Datang Semoga Bermanfaat, Pengelola Web Akan Sangat Senang Bila Anda Berkenan Meninggalkan Jejak Berupa Koment Atas Postingan Kami

Rabu, 06 Juli 2011

Shalat Ashar di Aya Sophia


Sudah 11 kali ujicoba sepanjang 8 abad. Kesemuanya gagal. Bahkan di bawah benteng Konstantinopel itu, dimakamkan seorang mujahid yang juga shahabat Nabi; Abu Ayyub al-Anshari radhiallahu anhu. Semua ujicoba itu untuk membuktikan janji Nabi dan meraih kebesaran dalam sabda beliau,
“Kalian pasti akan menaklukkan Konstantinopel, pemimpinnya adalah pemimpin istimewa dan pasukannya adalah pasukan istimewa.” (HR. Ahmad)
Muhammad al-Fatih. Dialah pemenang hadits Nabi tersebut. Anak muda itu dengan sangat dramatik dan heroik menjebol ketebalan dan ketangguhan benteng legendaris Konstantinopel.
Hari Selasa siang. Saat terlihat orang-orang Kristen berjubel keluar dari Gereja Ortodoks terbesar, Ayasophia. Nampak mereka menghela napas lega. Wajah mereka lusuh tapi tidak bisa menyembunyikan kesenangan. Pasti yang terbayang di benak mereka adalah perbandingan antara tentara mereka ketika memasuki negeri muslim yang selalu menumpahkan darah. Sementara siang itu, Muhammad al-Fatih mengumumkan di dalam gereja bahwa mereka semua dibebaskan. Tak ada yang dilukai. Tak ada yang dijadikan budak. Tak ada yang dibunuh. Bebas menentukan langkah. Boleh tetap tinggal di kota itu bersama muslimin atau pindah ke kota lain.
Hari itu tanggal 20 Jumadil Ula 857 H, tepatnya 29 mei 1453 M. Shalat Asar adalah shalat pertama yang dilakukan di Konstantinopel tepatnya di Masjid Ayasophia.
Hampir Saja Kemenangan Itu Sirna
Sebelum kemenangan besar itu, persiapan yang dilakukan oleh Muhammad al-Fatih sangatlah panjang dan serius. Tidak tanggung-tanggung. Dari meriam dengan berat berton-ton dibuat oleh pakar yang sengaja didatangkan dari jauh. Hingga benteng al-Fatih yang besar dan kokoh di pinggir Selat Bosphorus. Tak hanya itu, 400 kapal perang pun diproduksi di sekitar Selat Bosphorus.
Pembangunan benteng dan semua persiapan al-Fatih, sangat mengusik Konstantinopel. Mereka sangat takut dan khawatir, karena mereka tahu berhadapan dengan siapa; negeri muslim yang tidak tertandingi di dunia saat itu. Mereka pun tahu tujuan pembangunan benteng gagah dan pembuatan ratusan kapal perang itu.
Kekhawatiran yang menyeruak di hati para pemimpin Konstantinopel itu membuat mereka memutar otak. Bagaimana caranya agar muslimin menghentikan pembangunan benteng yang masih terus berjalan. Dan mereka pun menemukan jurus ampuh untuk menghentikan semua. Selalu saja jurus itu terulang sepanjang sejarah Islam. Dan selalu saja jurus itu sangat ampuh memporak-porandakan bangunan rapi dan kuat sebuah jamaah Islam. Negosiasi dunia. Ya, menjual umat dan dakwah dengan harta. Menjadi pengkhianat dakwah dan umat.
Pantas jika kemurkaan Allah bertubi-tubi kepada jenis orang seperti ini,
إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ الْكِتَابِ وَيَشْتَرُونَ بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا أُولَئِكَ مَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ إِلَّا النَّارَ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih.” (Qs. Al-Baqarah: 174)
4 jenis adzab yang...naudzubillah min dzalik...
Para pemimpin Konstantinopel sangat tahu harus membidik siapa. Siapa lagi kalau bukan para petinggi Kesultanan Turki Utsmani dan pemimpin tertingginya Muhammad al-Fatih. Pundi-pundi harta, perhiasan gemerlapan dalam jumlah yang sangat besar ditawarkan kepada para petinggi negeri muslim itu. Semuanya akan diberikan. Hanya dengan satu syarat: Hentikan jihad!
Nah, kesempatan itu terbuka. Kesempatan ‘manis’ untuk menjadi pengkhianat dakwah dan umat. Kalau saja para petinggi Utsmani tergiur ketika itu, maka tak akan pernah mereka meraih kebesaran yang disampaikan Nabi dalam hadits tersebut di atas.
Tetapi mereka semua adalah orang yang telah komitmen untuk menepis semua pengkhianatan terhadap umat dan memilih kemenangan mulia dari Allah. Di bawah kepemimpinan kuat dan shaleh Muhammad al-Fatih. Dan hasilnya, benteng legendaris Konstantinopel takluk dengan drama yang menakjubkan dan heroik. Kemenangan gemilang itu datang. Kemenangan yang dijanjikan Rasul 8 abad lalu hadir. Dengan dikuburnya pengkhianatan terhadap umat.
Maka kita semakin paham mengapa Rasulullah memuji al-Fatih 8 abad sebelum ia lahir, “...Panglima yang hebat...!”
Muaranya Adalah Rasulullah...
Semua keteguhan al-Fatih dan pasukannya adalah semangat besar yang bisa kita lihat pada Rasulullah. Sumber semua keteguhan. Sumber semua keteladanan.
Dakwah Islam di Mekah ketika itu, tidak bisa dibendung perkembangannya. Berbagai upaya thoghut menghentikan dakwah tidak membuahkan hasil. Bahasa lembut meminta baik-baik agar dakwah dihentikan sudah mereka lakukan. Ancaman kepada pemimpin tertinggi dakwah; Rasulullah, sudah mereka keluarkan. Hasilnya justru mengejutkan. Hanya dalam 3 hari saja, dua tokoh besar Quraisy menyatakan diri bergabung dengan barisan Rasulullah; Hamzah kemudian Umar radhiallahu anhuma. Mekah gempar!
Dakwah tidak bisa dihentikan. Maka, mereka mengeluarkan jurus jitu itu. Setelah kesepakatan rahasia di antara musuh Islam, maka jubir mereka Abul Walid Utbah bin Rabiah menghadap Rasulullah. Membawa segepok tawaran dunia.
Mari kita ikuti ‘kalimat manis’ penghancur dakwah, “Wahai anak saudaraku, sesungguhnya Anda –sebagaimana yang Anda ketahui- berasal dari keluarga yang baik, nasab yang mulia. Anda telah membawa hal baru yang menghebohkan, yang membelah kebersamaan mereka, melenyapkan impian mereka, merendahkan tuhan dan agama mereka, mengkafirkan nenek moyang mereka. Maka dengarkanlah aku, aku tawarkan sesuatu, semoga Anda bisa menerima sebagiannya."
Rasulullah, “Katakan hai Abul Walid, aku dengarkan.”
Abul Walid, “Wahai anak saudaraku, jika yang Anda inginkan dari semua ini adalah harta, kita siap mengumpulkan harta-harta kami untukmu hingga Anda menjadi orang yang paling berharta di antara kami. Jika Anda ingin kemuliaan, kita jadikan Anda tokoh kami dan kami tidak memutuskan masalah tanpamu. Jika Anda ingin kekuasaan, kami jadikan Anda penguasa kami. Tetapi jika itu adalah gangguan yang tidak bisa Anda lawan, kita carikan tabib untuk mengobati Anda. Kita akan keluarkan biaya dari harta kami hingga Anda sembuh.”
Rasulullah, “Sudah selesai hai Abul Walid?”
Abul Walid, “Sudah.”
Rasulullah, “Sekarang, dengarkan saya!”
Dan inilah jawaban Qur’ani yang menegaskan sikap Rasulullah yang tidak mungkin menjadi pengkhianat penjual dakwah.
“Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Haa Miim. Diturunkan dari Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui, yang membawa berita gembira dan yang membawa peringatan, tetapi kebanyakan mereka berpaling, tidak mau mendengarkan. Mereka berkata: "Hati kami berada dalam tutupan (yang menutupi) apa yang kamu seru kami kepadanya dan telinga kami ada sumbatan dan antara kami dan kamu ada dinding, maka bekerjalah kamu; sesungguhnya kami bekerja (pula)." (Qs. Fushshilat: 1-5)
Nabi terus membaca ayat demi ayat hingga sampai ayat sajdah dalam surat tersebut. Nabi pun bersujud. Kemudian berkata, “Abul Walid, Anda sudah mendengar. Itulah Anda!”
Tegas sekali. Rasulullah tegas menolak negosiasi dunia untuk menggadaikan dakwah ini.
Sejarah Pasti Berulang
Kita mesti belajar langsung dari Rasulullah dan dari orang yang dipuji kehebatannya oleh Rasulullah; Muhammad al-Fatih.
Rasulullah wafat dan Madinah telah menjadi negara Islam yang kokoh. Kemenangan demi kemenangan terus diukir oleh para alumni tarbiyah Rasulullah.
Muhammad al-Fatih wafat dan kebesaran kesultanan Turki Utsmani, terutama penaklukan bersejarah benteng Konstantinopel begitu harum dan menyeruak sepanjang zaman.
Rasulullah dan al-Fatih menolak mentah-mentah negosiasi dunia. Tegas mengubur pengkhianatan dengan semua variabelnya.
Kemenangan penuh izzah pun memihak mereka. Kemenangan yang selalu dicatat harum oleh sejarah. Dan sejarah pun berulang. Nashran ‘Aziza (kemenangan penuh izzah) akan diraih oleh muslimin, manakala para petingginya tahan terhadap berbagai macam tawaran gemerlap dunia dari musuh dakwah.
Hari ini, Ayasophia tak lagi berfungsi sebagai masjid. Kita kehilangan simbol besar kemenangan umat Islam di Turki.
Para pemimpin muslimin harus berani berkata tidak pada pengkhianatan dakwah dan umat. Agar kita bisa Shalat Asar di Masjid Ayasophia. Seperti Muhammad al-Fatih.

My Mum is Amazing - Allah Knows by Zain Bhikha


She wakes early in the morning with a smile
And she holds my head up high:
"Don’t you ever let anybody put you down -
‘Coz you are my little angel"

Then she makes something warm for me to drink -
‘Coz it’s cold out there, she thinks
Then she walks me to school - yes, I ain’t no fool
I just think my mum is amazing

Chorus


She makes me feel -
Like I can do anything
And when she’s with me
There’s nowhere else I’d rather be

After school, she’s waiting by the gate
I’m so happy that I just can’t wait -
To get home to tell her how my day went
Eat the yummy food only my mum makes

Then I wind her up ‘coz I don’t want to bath
And we run around the house with a laugh
No matter what I say, she gets her way
I think my mum is amazing

(Chorus)

In the evening, she tucks me into bed
And I wrap my arms around her head
Then she tells me a tale of a girl far away -
Who one day became a princess

I’m so happy - I don’t want her to leave
So she lies in bed with me
As I close my eyes, how lucky am I -
To have a mum that’s so amazing

(Chorus)

Then I wake up in the morning - she’s not there
And I realise she never was
And I’m still here in this lonely orphanage -
With so many just like me

And as my dreams begin to fade
I try hard to look forward to my day
But there’s a pain in my heart that’s a craving:
How I wish I had a mum that’s amazing

Would be amazing

Kematian Tragis Para Pemimpin Adil


Kerinduan masyarakat terhadap pemimpin adil sama dengan kerinduan mereka terhadap tanah lapang yang hijau dan sejuk. Tempat mata meraih keindahannya. Tempat nafas menarik dalam kesejukannya. Tempat hati melepas kepenatannya. Atau bahkan lebih dari itu semua.
Apalagi hari ini. Ketika pencarian masyarakat terbentur tembok keputusasaan. Dicerminkan pada sikap apatis terhadap semua bentuk pemilihan pemimpin. Karena mereka telah kecewa. Harapan yang muncul seperti tunas yang baru tumbuh, dihantam oleh badai dusta. Tak tersisa.
Kemunculan pemimpin adil ini harus diusahakan terus. Dicari di tumpukan jerami, walau hanya sekecil jarum.
Siapapun yang akan muncul menjadi pemimpin adil, apalagi di tengah kumuhnya sistim dan kepemimpinan, tulisan ini memberikan rambu sejarah yang akan terulang di sepanjang sejarah.
Khulafaur Rasyidin (Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali) adalah contoh para pemimpin teradil di muka bumi ini, setelah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Merekalah para pemimpin yang disebut oleh Nabi sebagai pemimpin yang mendapatkan bimbingan Allah. Pemimpin yang menerapkan syariat Islam dengan utuh dan adil terhadap rakyatnya. Keadilannya, tidak pernah dijumpai dalam sejarah hidup pemimpin manapun di muka bumi ini.
Tetapi mereka semua meninggal dengan cara yang tragis!
Inilah kematian mereka satu per satu dalam rekaman sejarah Islam. Setelah mereka mempersembahkan kepemimpinan yang membuat langit memuji mereka.
Abu Bakar Diracun oleh Yahudi?
Para ulama berbeda pendapat tentang penyebab kematian Abu Bakar. Ada yang berpendapat bahwa sebab kematian Abu Bakar adalah sakit yang disebabkan oleh karena beliau mandi pada cuaca yang sangat dingin.
Tetapi ada yang berpendapat bahwa Abu Bakar meninggal karena diracun oleh Yahudi setahun sebelum wafatnya. Sebagaimana yang bisa kita baca dalam kitab tarikh al-Khulafa’ (1/74, MS) karangan Imam as-Suyuthi dan tarikh ath-Thabari.
As-Suyuthi berkata, “Ibnu Sa’ad dan al-Hakim meriwayatkan dengan sanad shahih dari Ibnu Syihab bahwa Abu Bakar dan al-Harits bin Kildah makan makanan yang dihadiahkan kepada Abu Bakar. al-Harits berkata: Angkat tanganmu wahai khalifah Rasulillah. Demi Allah di makanan ini ada racun yang membunuh dalam setahun. Saya dan Anda akan mati pada satu hari yang sama.
Abu Bakar berhenti memakannya. Keduanya terus sakit hingga meninggal pada satu hari yang sama dengan berakhirnya hitungan satu tahun.”
Untuk menguatkan riwayat ini, as-Suyuthi menukil pernyataan ulama ternama asy-Sya’bi. As-Suyuthi berkata: Al-Hakim meriwayatkan dari Sya’bi, dia berkata, “Apa yang kita harapkan dari dunia yang hina ini. Telah diracun Rasulullah, demikian pula Abu Bakar.”
Setelah itu, as-Suyuthi menyebutkan pendapat kedua. Di mana al-Waqidi dan al-Hakim meriwayatkan dari Aisyah yang berkata, “Permulaan sakitnya Abu Bakar yaitu dia mandi pada Hari Senin 7 Jumadil Akhir. Saat itu cuaca sangat dingin. Hal itu menyebabkannya demam selama 15 hari. Sehingga tidak bisa keluar untuk shalat. Dan wafat pada malam Selasa 8 malam yang terakhir di Bulan Jumadil Akhir tahun 13 dalam usia 63 tahun.”
Para ulama sejarah memperbincangkan kedua penyebab ini. Masing-masing mencoba mengambil yang dianggapnya lebih kuat. Atau seperti as-Suyuthi yang menyebutkan kedua pendapat sekaligus.
Jika kita mengambil pendapat pertama yaitu sebab diracun, maka ini semakin menambah panjang daftar kematian pemimpin adil dengan cara mengenaskan. Kalau kita mengambil pendapat yang kedua yaitu sebab sakit, maka seakan sejarah Abu Bakar ingin mengatakan bahwa hanya dia dari 4 khulafaur rasyidin yang meninggal karena sakit. Tetapi 3 pemimpin adil lainnya harus mengakhiri hidupnya dengan cara yang tragis.
Umar Ditikam oleh Majusi
Pagi itu bukan hanya Umar yang ditusuk oleh Abu Lu’luah. Tetapi ada 13 orang lainnya. Dari mereka, 7 meninggal. Penusukan yang telah ditargetkan oleh Abu Lu’luah yang beragama majusi berdasarkan dendam terhadap Umar dan juga muslimin.
DR. Ali Muhammad ash-Shalabi mengatakan bahwa bukti kuat kalau Abu Lu’luah bukan hanya memiliki dendam pribadi kepada Umar tetapi juga kepada muslimin adalah dia menusuk 13 muslimin yang sedang berjamaah Shalat Shubuh. “Kalaulah benar Umar telah berbuat dzalim kepadanya, tetapi apa dosa para shahabat yang dia tusuk. Dan aku berlindung kepada Allah menyebut Umar sebagai orang dzalim,” begitu Ali ash-Shalabi menjelaskan (Umar bin Khattab h. 644)
Abu Lu’luah adalah budaknya Mughirah bin Syu’bah. Di mana dia digaji setiap harinya 4 Dirham dengan kemampuannya sebagai seorang pembuat alat penggiling.
Sejarah menyebutkan bahwa dendam pribadi Abu Lu’luah ketika dia kecewa dengan keputusan Umar yang dirasa tidak adil saat dia mengadukan tuannya Mughirah. “Semua merasakan keadilannya (Umar), kecuali saya,” kata Abu Lu’luah.
Suatu saat Umar berkata, “Saya diancam oleh seorang budak.” Kalimat diucapkan setelah Abu Lu’luah berbicara kepada Umar, “Saya akan buatkan ‘alat penggilingan untukmu yang akan menjadi pembicaraan manusia.”
Maka, dia membuat senjata khusus untuk membunuh Umar. Sebuah pisau berkepala dua dengan pegangan di tengahnya yang telah dibubuhi racun. Umar mendapatkan 6 tusukan, salah satunya di bawah pusarnya.
Menjelang kematiannya, Umar diberitahu bahwa yang menusuknya adalah seorang majusi yang bernama Abu Lu’luah. Umar pun berkata, “Segala puji bagi Allah yang tidak menjadikan kematianku di tangan seorang yang mengaku muslim.”
Utsman Dibantai oleh Para Pemberontak
6 tahun pertama pemerintahan Utsman adalah pemerintahan yang begitu menyenangkan dan menentramkan seluruh manusia. Utsman yang lembut bertemu dengan kelanjutan kebijakan adil zaman Umar merupakan penyebab kenyamanan itu.
6 tahun kedua pemerintahannya, adalah merupakan tahun-tahun sulit penuh fitnah. Bahkan fitnah itu melebar hingga ke zaman kita dan sungguh tidak mudah diurai oleh masyarakat awam.
DR. Ali Muhammad ash-Shalabi (Utsman ibn Affan h. 146, MS) menukil dari ath-Thabari dalam Tarikh al-Umam w al-Muluk dan Ibnu al-Atsir dalam al-Kamil fi al-Tarikh keberadaan penggerak di balik layar fitnah yang ditujukan kepada Utsman. Orang itu adalah Abdullah bin Saba’, seorang yahudi dari Yaman yang berkeliling kota-kota Islam dari Hijaz, Bashrah, Kufah dan Syam untuk menyebarkan fitnah seputar Utsman. Tetapi dia gagal total. Hingga saat dia pergi ke Mesir, di sanalah fitnah itu mendapatkan pendukungnya. Dan menyebarlah fitnah itu...
Kelembutan Utsman, membuat fitnah begitu mudah merajalela tanpa penghalang berarti. Berbagai tuduhan menggelinding liar di kota-kota utama muslimin saat itu. Hingga para pemberontak itu pun menuju kota Madinah untuk menurunkan Utsman dari jabatannya. Ratusan orang berangkat ke Madinah dan mengepung rumah Utsman. Sekitar 40 hari Utman dikepung, dimulai dari bulan Syawwal 35 H. Hingga air pun mereka halangi untuk masuk ke rumah Utsman. Berbagai upaya para shahabat dan anak-anak mereka untuk melindungi Utsman tidak berdaya di hadapan tidak kurang dari 600 orang itu.
Hingga pada Waktu Ashar di Hari Jum’at 8 Dzulhijjah 35 H, para pemberontak itu berhasi l masuk ke dalam rumah Utsman melalui pintu lain. Kening Utsman ditusuk, bagian bawah telinganya ditusuk hingga masuk ke kerongkongan, kemudian pedang diayunkan untuk menebas utsman, robohlah Utsman dan melompatlah Amr bin Hamaq menindih dada Utsman dengan menghunjamkan 9 tusukan.
Utsman pun syahid, persis seperti yang pernah disampaikan oleh Rasul saat beliau masih hidup. Mushaf yang sedang dibacanya, menjadi saksi bisu akan kebiadaban para pembunuh itu. Darah mengalir di atas Surat al-Baqarah yang sedang dibukanya.
Tak cukup hanya membunuh Utsman, mereka pun merampok harta yang ada di rumah Utsman. Perilaku sangat biadab.
Para shahabat terkejut. Ali bin Abi Thalib marah. Hingga dia mendatangi kedua putranya Hasan dan menamparnya, juga Husain dan memukul dadanya, “Bagaimana Amirul Mukminin bisa terbunuh, padahal kalian menjaga pintunya?”
Ali mendatangi rumah Utsman. Para pemberontak itu ingin membaiat Ali. Tapi Ali dengan marah berkata, “Demi Allah, saya malu membaiat orang-orang yang telah membunuh Utsman. Dan saya malu kepada Allah, dibaiat sementara Utsman belum dikubur.”
Mereka yang menghalalkan darah Utsman dinyatakan oleh para ulama sebagai kafir. Sementara yang tidak menghalalkan tetapi ikut berperan serta dalam kematian Utsman dinyatakan sebagai fasik (Utsman ibn Affan, ash-Shalabi, h. 186, MS). Sumber fitnah adalah Yahudi yang menyelusup ke dunia Islam untuk mengacaukan ketentraman dan kemakmuran muslimin serta kemajuan Islam.
Ali Dibunuh Orang Khawarij
Kelompok khawarij adalah sekte sesat di tubuh muslimin yang merasa benar dan dekat dengan Allah serta mengkafirkan muslimin lainnya yang tidak sepaham dengan mereka, hingga para shahabat seperti Ali sekalipun. Kelompok ini telah diingatkan oleh Nabi saat beliau masih hidup. Pemahaman yang dangkal yang berbalut semangat adalah penyebabnya. Secara dzahir, mereka sangat meyakinkan sebagai seorang muslim dengan ibadah-ibadah yang mereka lakukan. Tetapi mereka adalah kelompok sesat.
Zaman Khalifah Ali bin Abi Thalib, kelompok ini diperlakukan dengan sangat bijak oleh Ali. Dialog ilmiah dibangun dengan sangat baik oleh Ali, hingga keputusan yang sangat ilmiah dan tidak terbawa emosi. Tetapi saat mereka menumpahkan darah, meneror masyarakat muslim dan merampok, terpaksa Ali sebagai pemimpin negara harus melakukan perlawanan. Perang Nahrawan pun meletus antara Ali dan kaum khawarij.
Sesungguhnya saat Ali mengetahui kaum khawarij telah melakukan teror, dia tidak langsung memerangi tetapi meminta agar mereka menyerahkan para pembunuh untuk dihukum. Tetapi mereka justru berkata: kami semua pembunuhnya. Maka Ali pun membawa pasukan yang semula hendak dibawa ke Syam, untuk memerangi kaum Khawarij di Nahrawan pada Bulan Muharram 38 H.
Perang Nahrawan, benar-benar meninggalkan luka yang sangat dalam di hati orang-orang khawarij. Dari seribu pasukan yang mereka miliki, tidak ada yang tersisa kecuali hanya sekitar 10 orang yang lari dari medan perang. Sementara dari pihak Ali korbannya sekitar 12 orang. (Lihat: Ali ibn Abi Thalib, ash-Shalabi, 2/351-356, MS)
Dendam kaum khawarij tidak mati. Pertemuan rahasia antara 3 orang khawarij (Abdurahman bin Muljam, Burak bin Abdillah, Amr bin Bakr at-Taimi) membicarakan keadaan negara dan balas dendam mereka atas kematian teman-teman mereka di perang Nahrawan. Mereka sepakat untuk membunuh orang-orang yang mereka anggap sebagai pemimpin kafir; Abdurahman bin Muljam akan membunuh Ali bin Abi Thalib, Burak akan membunuh Muawiyah dan Amr bin Bakr akan membunuh Amr bin Ash.
Pada Hari Jum’at Shubuh di Bulan Ramadhan 40 H, Abdurahman bin Muljam beserta teman-temannya yang telah bersembunyi semalaman mencoba membunuh Ali.
Pedang Abdurahman bin Muljam meninggalkan luka sangat serius di kepala Ali. Kepala kedokteran Atsir bin Amr as-Sukuni menyatakan bahwa lukanya sudah tidak mungkin diobati dan akan menyebabkan kematian. Ali hanya bertahan 3 hari setelah terluka itu dan kemudian meninggal pada tanggal 21 Ramadhan 40 H. (Lihat: Ali ibn Abi Thalib, ash-Shalabi, 3/188-194, MS)
Umar bin Abdul Aziz Diracun oleh Lawan Politiknya
Umar bin Abdul Aziz yang mengagumkan. Kepemimpinan dan karya peradabannya belum pernah ada yang bisa menyainginya. Hanya dalam 29 bulan, negeri menjadi makmur, sejahtera dan keadilan ditegakkan. Setelah kemiskinan merajalela, pesta pora penguasa dan kedzaliman selalu menimpa rakyat jelata.
Semua rakyat senang. Negeri muslim yang sangat besar ketika itu sangat berbahagia di bawah pemimpin adil Umar bin Abdul Aziz.
Tetapi ada yang tidak senang. Ada yang marah. Mereka adalah para mantan pejabat sebelum Umar bin Abdul Aziz menjabat. Mereka dulu menikmati dunia dan harta kemewahan dengan luar biasa di atas air mata dan darah rakyat.
Di zaman Umar bin Abdul Aziz, para pejabat Bani Umayyah itu benar-benar mati kutu. Tidak bisa berkutik. Mereka harus mengembalikan semua harta, tanah dan kedzaliman yang selama ini mereka lakukan terhadap rakyat.
As-Suyuthi (Tarikh khulafa’ 1/215, MS) dan Ali ash-Shalabi (Umar ibn Abdil Aziz, 4/198, MS) menyebutkan bahwa penyebab kematian Umar bin Abdul Aziz adalah diracun oleh para mantan pejabat Bani Umayyah.
Imam Mujahid berkata: Umar bin Abdul Aziz bertanya kepada saya: Apa pendapat masyarakat tentang keadaan saya sekarang?
Mujahid: Mereka berkata bahwa Anda terkena sihir.
Umar: Saya tidak terkena sihir. Tetapi saya sungguh tahu kapan saya diracun.
Umar kemudian memanggil seorang pembantunya (seorang budak) dan berkata kepadanya: Celakalah dirimu, mengapa kamu memberiku racun?
Pembantu itu berkata: Seribu dinar dan dibebaskan dari perbudakan.
Umar: Berikan ke saya uangnya.
Pembantu itu memberikan uang dan Umar bin Abdul Aziz menyerahkannya ke baitul mal. Dan Umar berkata kepada pembantunya: Pergilah ke tempat yang tidak dilihat seseorang.
Bahkan Rasul SAW pun Diracun oleh Yahudi...
Nabi SAW sendiri yang menyampaikan kepada Ummul Mukminin Aisyah tentang penyebab sakitnya, “Wahai Aisyah, aku masih merasakan sakitnya makanan yang aku makan di Khaibar. Dan sekarang aku rasakan putusnya urat nadiku karena racun tersebut.” (ar-Rahiq al-Makhtum, h. 465, MS)
Racun yang dimaksud Nabi SAW adalah racun pada daging kambing yang dibubuhkan oleh Zainab binti al-Harits, istri salah seorang tokoh Yahudi Sallam bin Misykam. “Kalau kamu Nabi, maka kamu pasti tidak akan terkena racun itu, tetapi kalau kamu raja maka saya telah membuat istirahat masyarakat (dengan kematianmu),” begitu jawaban wanita yahudi itu ketika ditanya Nabi mengapa ia meracuni Nabi. (Sulwah al-Katsib, Ibn Nashiruddin ad-Dimasyqi, h. 11, MS)
Peristiwa tersebut terjadi di Khaibar setelah muslimin berhasil menaklukkan kota terakhir Yahudi di Jazirah Arab tersebut tahun 7 H.
Dicari Pemimpin Adil yang Berani Mati..!
Abu Bakar dalam sebuah riwayat meninggal karena diracun oleh yahudi.Umar bin Khattab meninggal karena ditusuk oleh Majusi.Utsman bin Affan meninggal dibantai oleh orang kafir dan muslim fasik.Ali bin Abi Thalib meninggal dengan pedang tokoh kelompok sesat khawarij.Umar bin Abdul Aziz meninggal diracun oleh para pejabat lama yang marah.Dan,Rasulullah SAW meninggal karena sakit yang disebabkan oleh racun yahudi
Pesan sejarah sangat kuat bagi para pemimpin yang adil. Memang kematian tidak boleh diharapkan, ia akan datang pada saatnya tiba. Kematian adalah rahasia Allah. Tetapi para pemimpin adil dalam sejarah Islam, mati dengan semua cara tragis di atas. Bahkan pimpinan mereka semua, Rasulullah sang pemimpin agung pun mati dengan cara yang juga mirip.
Pantas! Jika pemimpin adil dijanjikan Allah perlindungan di akhirat dan Surga. Karena pemimpin adil artinya berhadapan dengan semua bentuk kedzaliman dan kejahatan yang bisa jadi telah dilakukan secara kolektif bahkan sistemik. Tentu nyawa bisa dipertaruhkan untuk mendobrak kedzaliman yang sedemikian besarnya.
Bagi para pemimpin yang mau menegakkan keadilan, tidak usah memilih cara matinya. Tetapi persiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi kematian mulia itu. Walau terlihat tragis.
Sedang dicari, pemimpin yang berani mati dalam menegakkan keadilan!

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More