This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selamat Datang Semoga Bermanfaat, Pengelola Web Akan Sangat Senang Bila Anda Berkenan Meninggalkan Jejak Berupa Koment Atas Postingan Kami
Tampilkan postingan dengan label NANA nana LALA lala. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NANA nana LALA lala. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 September 2011

My First Soup (The Unic One by Tempe Inside) ^_^

Ehem ehem,,,

Sahabat blogger, hari Minggu, rutinitas seperti biasa layaknya orang lain yaitu liburan, namun disini ada yang berbeda denganku dalam mengartikan liburan. Ingat pesan dari KH. Idris Jauhari semasa jadi santri, biasanya sebelum para santri pulang untuk berlibur, ada beberapa seremonial yang harus diikuti oleh para santri yakni pembekalan-pembekalan bagi para santri. Banyak sekali pesan yang terekam dalam benak ini, salah satunya adalah dalam mengartikan liburan, menurut beliau bahwa hakikat liburan ini adalah  العطلة هي إنتقال العمل من عمل إلي أعمال أخرى ,,, Hmm,,, ngerti ngga ya?? maksud dari perkataan tadi adalah bahwa liburan itu adalah perpindahan dari suatu aktivitas menuju berbagai aktifitas lainnya,,, kata (أعمال merupakan bentuk jamak dari kata عمل), berarti bila saat ini kita memiliki satu kesibukan maka dengan liburan kita akan memiliki dua, tiga atau bahkan empat aktifitas lain yang harus diselesaikan... 

lebih dalam beliau menjelaskan apa yang dimaksud tadi, bahwa aktivitas liburan santri merupakan perpindahan aktivitas dari kegiatan belajar dan pendidikan selama di pondok menjadi kegiatan dakwah pada keluarga dan masyarakat luas selama liburan... Sehingga para santri merupakan agen-agen Islam, dan kader pondok untuk memberikan pencerahan bagi masyarakat luas...


Nah, sekarang dimana letak perbedaan dalam mengartikan liburan dengan mayoritas orang?. Yup, menurut KBBIonline yang mengartikan liburan yang memiliki kata dasar libur (bebas dari bekerja atau masuk sekolah) dan liburan yang berarti vakansi sedangkan kata berlibur berarti pergi bersenang-senang. Oleh karena itu bukan hal yang aneh bila mayoritas orang menghabiskan waktunya untuk pergi berlibur menuju tempat pariwisata dalam artian bersenang-senang untuk melepaskan penat, stress dan beban fikiran lainnya setelah 6 hari dengan rutinitas pekerjaan. 


Berlibur dengan cara demikian memanglah terkadang membuat kita tergelincir pada perbuatan yang mengandung kegiatan pemborosan dan kesia-siaan... kitapun tahu bahwa boros dan sia-sia merupakan pekerjaan yang tidak sukai dalam Islam,... Bersenang-senang ditujukan oleh manusia untuk menghasilkan ketenangan dan kepuasan jiwa karena memang manusia terdiri dari jasmani dan ruhani, oleh karena itu ketenangan jiwa merupakan suatu yang harus dipenuhi. Untuk memenuhipun manusia harus menyesuaikan dengan aturan syara', apabila yang kita lakukan mengandung kesia-siaan dan pelanggaran syara' mengapa harus kita lakukan? Bukankah seluruh perbuatan kita haruslah mengharap ridlo Allah SWT?


Ketentraman jiwa, menghilangkan stress dan lain sebagainya tidaklah harus dipenuhi dengan cara menghamburkan uang, misalkan pergi ke tempat hiburan dengan membayar mahal, belum lagi disana terdapat pelanggaran-pelanggaran syariat... yang akan menjauhkan kita dari ridlo dan barokah Allah, emang mau??


Nah sahabat blogger, banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mengisi liburan dimana masih mengandung ibadah dan insya Allah berkah... misalnya, mengoptimalkan waktu liburan kita dengan berkumpul bersama keluarga meskipun dengan membersihkan rumah atau lingkugan rame-rame atau bahkan berkebun, atau bisa saja untuk menggunakan waktu liburan kita untuk pengembangan diri dengan belajar hal yang baru, misalnya belajar bahasa, mencoba resep masakan, atau terserah deh mau belajar skill apa aja, atau bahkan kita isi dengan bersosialisasi dengan para tetangga dimana setiap harinya masing-masing dari kita disibukkan dengan urusan pekerjaan masing-masing. Insya Allah dengan demikian aktivitas kitapun akan lebih bermanfaat dan sudah pasti berkah... Amienn...


Sahabat blogger, sesuai judul di atas, sebenarnya saya cuma ingin berbagi pengalaman pertama yang telah saya lewati tadi pagi, sebelum saya beraktivitas berat. Tadi pagi saya mencoba untuk memasak SOP yang rasanya maknyussss sambil beres-beres kamar dan bersih2 lingkungan,,, Memang sengaja bahan sopnya saya beli kemaren sore sekalian belanja kacang panjang dan tauge yang saya tumis pada malam harinya buat makan malam,,, Yang sebelumnya sempet konsultasi sama penjual sayurnya,,, ga usah malu lah untuk bertanya, lagian beliau langganan saya belanja keperluan dapur sehari-hari...


Sop ini terbilang unik karena menurut sepengetahuan saya biasanya setiap masakan sop itu pasti pake daging sapi atau ayam, seperti sop buntuk, sop iga, dan lain-lain... Masakan sop saya ini sebenarnya memakai bumbu sop seperti pada umumnya orang-orang memasak sop, namun secara tidak sengaja saya teringat bahwa saya masih punya persediaan tempe sehingga saya masukin aja potongan tempe berbentuk dadu kedalam sopnya... Shubhanalloh, ternyata rasanya benar-benar maknyus,,, dan saya rasa ini adalah masakan yang paling enak saat itu "karena emang ngga ada masakan lain kali yaahh" heee...


Tapi emang jujur, sop masakan saya pagi itu meskipun sop pertama yang saya masak emang benar-benar enak. selain enak, ternyata banyak manfaat lain yang bisa kita dapatkan, selain kepuasan jiwa karena kita berhasil melakukan sebuah tantangan baru, minimal kita bisa berempati bagaimana rasanya ibu, kakak atau istri kita memasak tiap harinya untuk kita... Mungkin bagi sahabat blogger yang biasa membeli makanan untuk makan setiap harinya, harus lah mencoba sekali-kali memasak sendiri agar kita bisa merasakan masakan hasil tangang sendiri, ga peduli cewe ataupun cowo...


Namun sahabat blogger, seenak apapun masakan saya pagi itu saya merasa ada hal yang kurang, yang pasti bukan kurang garam tau bumbu, karena saya merasakan itu sendiri hanya ditemani karyawan tanpa ada keluarga menemani, sehingga semuanya itu tidaklah lengkap,,, Kejadian itu sering kali saya rasakan, biasanya adek-adek angkatan juga sering nagih minta buka bareng di rumah untuk minta dimasakin... Saya membayangkan seandainya pagi itu atau saat itu saya memasak di tengah-tengah keluarga akan ada berbagai reaksi, mungkin ada yang bilang enak, ngga enak atau entah reaksi apakah itu yang keluar dari mereka, yah memang sih bila di rumah saya tidak pernah memasak untuk keluarga,,, Namun bolehlah sesekali kita memasakkan untuk keluarga kecil kita, memberikan kejutan-kejutan kecil pasti seru banget ya... Insya allah berpahala, Insya Allah suatu saat akan terjadi,,, I Believe, I Sure will be come true... Amien,,,


Sahabat blogger, mungkin sampai disini aja sharingnya, sengaja tidak saya sertakan resep sopnya karena memang sop ini memakai bumbu seperti pada umumnya namun perbedannya terletak pada tempe,,, Bila Anda penasaran, silahkan aja coba... Selamat berkreasi,,, keep positive for your activity...

Minggu, 11 September 2011

I Still Was Strong, Thanks For You...

Alhamdulillah mentari hari ini, Ahad, 11 September 2011 / 12 Syawwal 1432 diperkenankan Allah menjadi saksi bahwa hingga saat ini Aku masih tegar dalam langkah yang telah lama ku tapak... Semuanya berkat kasih sayang dan pertolongan Allah SWT,,,

Dalam masa kesekian, memang Allah belum memberikan hasil, dalam langkah kesekian Allah belum mengizinkan langkah ini sampai, entah pada langkah keberapa asa itu akan terjawab... Aku akan terus mengayunkan kakiku, berlari ataupun terbata... 


Memang belum tiba masa itu, namun satu hal yang ku syukuri yaitu Allah masih meberiku kesempatan untuk terus bertahan dalam langkah ini... Allah menganugerahiku keteguhan hati meraih mimpi itu,,, Seteguh karang memecah ombak,,, Keteguhan hati akan terus ku bingkai dengan keteguhan iman pada-Nya...

Bukan tanpa alasan mengapa saat ini aku masih di sini bersama asa ini, ibadah kepada Allah adalah alasan, bakti orang tua adalah alasan dan engkaulah alasan itu... Dan akan tetap sama, sampai nanti, saat yang tak ku ketahui dan seperti apa nanti... Cukuplah semua itu menjadi alasan bagiku,,,

Memang tidak ada yang tahu kapan, selaku seorang manusia yang dikaruniai akal, kita hanya bisa memprediksi dan mengingini, dan Allahlah maha penentu segalanya... because I just have a DREAM, and I BELIEVE it, and I will MAKE it happen... Yah, let me make it happen,,, Yaa Allah Yaa Mujiibassaailiin, istajib du'aanaa... yassir lanaa umuuronaa,,, Aamiieenn,,,


Sedikit menoleh pada masa lalu, masa dimana penuh haru dan biru,,, masa itulah yang membuatku tersadar bahwa hidup memanglah tak semudah yang dibayangkan bahkan tak semudah yang membalikkan telapak tangan, semua perlu perjuangan,,, masa itu membuatku sadar bahwa jalan hidup tak selamanya lurus, tersadar akan satu hal untuk terus tegap melangkah kedepan karena jalan masih panjang dan ku yakin satu hal bahwa Allah akan terus bermurah hati menemaniku saat ku pilu dan menguatkanku saat ku sendu... yang ku tahu hanya itu, Allah tak kan membiarkanku terpuruk...

Sedikit menoleh pada masa itu, dan merenungi saat ini, tak ada yang bisa disia-siakan banyak sekali hikmah dibalik semuanya, hingga akhirnya ku paham satu hal bahwa inilah yang terbaik untukku saat ini,,, Shubhanalloh walhamdulillah,,, Allah memiliki cara lain untuk membuatku semakin teguh melangkah maju, Allah memiliki cara lain agar semakin teguh imanku,,, Shubhanalloh,,, lagi-lagi Allah menampakkan kuasanya,,, hingga akhirnya semakin menambah keyakinanku akan masa itu... I will do my best for my best... 


Ini Tentang Bintang dan Ibuku
Sebuah keanehan dengan kepulanganku tempo lalu, entah mengapa seolah Ibuku telah banyak mengenal bintang,,, padahal Aku tak banyak berkisah tentang bintang, ku hanya bisa bercerita sedikit tentang awan mendung dan sedikit lagi tentang bintang karena memang sepertinya sang awan belum juga terberai menjadi hujan... Apakah itu yang disebut dengan naluri seorang Ibu? Bahkan sempat beliau menasehati adik dengan membandingkan dengan bintang, dari segi berpakaian dan perilaku,,, Aku hanya bisa diam dalam keheranan dan komentar seadanya...

Dalam sebuah obrolan kecil tentang masa depan, akhirnya obrolan itu menjurus tentang bintang dan akhirnya ibuku berandai dan berujar "Mudah-mudahan nanti waktu ibu mengunjungiku saat wisuda, Ibu dan ayah bisa bertemu dengan awan dan meminta agar segera mengizinkan bintang menemani rembulan menerangi bumi"... Amien,,, "sebelum wisuda juga ga papa kok ma" dalam gumamku... -_-


Tentang bintang? I don't know more,,, pasca mudik, belum pernah kulihat bintang, pasti dan "kayanya" masih seperti biasa dengan rutinitas kerjaannya,,, yasarollohu lahaa umuurohaa... Amien,,,

deram, believe and make it happen... i believe i can,,, i believe will be happen... amien...


sabar, tenang, tulus, ihlas dan tawakkal,,, Allah Qoodir,,, 


Begitu banyak pelajaran ku dapat dari semua ini,,, Andai aku berhenti, entah akan seperti apa hidup ini, andai aku berhenti ku tak tahu apakah hidup ini akan berarti... Terimakasih Rabb, terimakasih Ibu, terimakasih Bintang,,,

Tetap optimis, tetap tersenyum, tetap bergerak maju... Bismillah... insya Allah jalan semakin terang... Believe it,,, 

Minggu, 21 Agustus 2011

Jalur Mudik 2011 Menjejak 3 Pulau



 


Semoga Allah menurunkan keberkahan dan anugerah pada perjalananku ini...
Allah memberikan pahala ibadah atas perjalanan ini, dianugerahi keselamatan hingga sampai tujuan...

Jalur mudik menjejak 3 pulau, insya Allah rute seperti ini akan berasa adil buat semuanya dan saya terpuaskan bertemu dengan seluruh keluarga, meskipun ga sempet mampir ke keluarga di Bogor n Jakarta, Amieeennn ^_^ ...

22/8/2011 (18.00-23.30 WIB)    Banjarmasin-Surabaya-Sidoarjo-Mojokerto-Jombang-Kediri (Rumah Nenek, Kota Tahu Takwa, Kota Pecel, Sungai terpanjang di Jawa terapar "Sungai Brantas")

24/8/2011 (15.00-17.00 WIB)    Kediri-Jombang-Mojokerto (Pusat Kejaraan Mojopahit, Candi Tikus, Tempat Kakak tinggal, Eks Rumah Bude)

25/8/2011 (13.00-14.30 WIB)    Mojokerto-Sidoarjo (Kota Industri, kota 1000 polusi, Tempat Paman, dan Bude tinggal+sodara-sodara yang lain)

26/8/2011 (08.30-13.00)   Sidoarjo-Surabaya (Ibu kota Jawa Timur, ketemu temen-temen)

26/8/2011 (13.00-17.00)   Surabaya-Bangkalan-Sampang (Insya Allah bisa buka di rumah bersama keluarga tercinta)

5/8/2011 (--------------) Sampang-Bangkalan-Surabaya-Banjarmasin 


Manusia berencana, Allah menentukan


Jumat, 19 Agustus 2011

Coming Soon Again

Bismillah bima'unatillah...

Insya Allah akan segera hadir di Banjarmasin "Lembaga "Pengembangan" / "Pendidikan" Bahasa dan Al-Qur'an"














LPBA AL 'IZZAH, Li'izzil Islam wal Muslimin
"Mencetak generasi beriman sempurna, berilmu luas, beramal sejati"

Bagi para pengunjung diharapkan bisa memberikan usul, saran serta kritik khususnya dalam pemilihan logo ini,,,


terimkasih atas partisipasinya,,,

Kamis, 11 Agustus 2011

Pertanyaanya Adalah Permintaan



Beberapa kali Ibu telpon, dengan pertanyaan apakah Aku akan pulang atau tidak lebaran kali ini...

Ku jawab aja "Insya Allah Ma', doakan ada rezeki"

Pantas sekali bila beliau bertanya seperti itu, dan sebenarnya, dari pemilihan intonasi yang beliau pilih sebenarnya merupakan ungkapan permintaan agar Saya bisa pulang tahun ini,,, Begitu juga dengan kakak dan ayah,,, hal yang sama juga terjadi pada mereka... Namun sedikit berbeda dengan kakak dan ayah biasanya mereka menambahkan, "ya kalo ga ada uang ga usah aja"...

Dari jawaban yang Saya pilih, Saya tidak mengiyakan dan tidak juga menidakkan, karena Saya berencana ingin memberi kejutan buat keluarga di rumah,,,

Entahlah, akhri-akhir ini perasaan agak sering kacau, perihal keluarga di rumah, apalagi orang tua yang sudah bisa dibilang nggak muda lagi, ibu dengan sakitnya begitu juga dengan ayah...

Perasaan takut kehilangan dan perasaan lainya merupakan hal yang wajar terjadi, apalagi bagi Saya yang jauh dari keluarga, perihal umur memang sudah ada yang mengatur semuanya adalah hak prerogatif Allah, semuanya adalah kuasa Allah,,, Ayah dan Ibu yang sudah mencapai 57 dan 55 tahun, Ibu dengan jantungnya yang lemah, Ayah dengan kolesterol memang sudah tidak sesehat dulu, namun keadaan sangat mungkin berbalik 180 derajat,  siapa tahu Saya yang terlihat sehat wal'afiyat bisa mendahului mereka,,, Allahu a'lam,,, manusia hanya bisa melakukan yang terbaik dalam hidupnya... Allahlah Maha Tahu... Tawakkaltu 'alallah walaa haula walaa quwwa illaa billah.

Ibu, anakmu sudah berencana ingin berhari raya bersama keluarga di rumah, karena sejak anakmu merantau baru sekali berhari raya di rumah bukan? Anakmu sudah sangat merindukan keluarga di rumah... 


Kemaren Ibu telpon, lagi-lagi dengan pertanyaan yang sama, namun kali ini Beliau memberikan berta gembira bahwa adek sudah melewati masa-masa menegangkan untuk kenaikan kelasnya menuju kelas 5 aliyah, hal yang paling membanggakan adalah adek Saya bisa naik kelas dengan darojah imtiyaz,,, waaahhh, luar biasa "gumam Saya dalam hati" hhhmmm,,, seumur-umur Saya selaku kakak yang sering ngasih nasehat belum pernah mendapat nilai itu selama di pesantren kecuali di SMP yang selalu 3 besar meskipun beberapa kali pernah masuk 9 besar,,, Yaaahhh bagus lah,,, Berarti entar kalo jadi beliin baju gamis sekalian buat hadiah kenaikan kelas aja yaa,,, Amien,,, tapi bingung mau beliin yang kaya gimana, sekarang aja udah ngga tergambar lagi seperti apa adek Saya,,, ntar konsultasi ke umi aja dulu soalnya beliau yang akhir-akhir ini bertemu dengan adek Saya... 

Sangat pantas bila Saya memberikan hadiah untuk Adek Saya, karena kemaren saat ibu bercerita beliau terdengar sangat gembira, berbeda sekali dengan beberapa waktu lalu saat beliau mendengar bahwa kelulusan Saya tertunda... Kekecewaan beliau sangat terasa saat itu, belum lagi dengan kekhawatiran yang terucap dari lisan beliau perihal sesuatu dan seseorang... 

Shubhanalloh, alhamdulillah adek Saya bisa membayar semuanya, Sayapun memiliki segudang harapan teruntuk adek tercinta, yakni agar kelak bisa bersama-sama menjadi pejuang Islam dengan ilmu yang diperolehnya selama di pesantren, mengkanya dari kemaren Saya meminta agar dia bisa sering-sering nulis tulisan ilmiah,,, dan alhamdulilah sekarang adek Saya menjadi anggota salah satu kelompok kajian ilmiah di pesantren... Dia juga mulai meniggalkan kegemarannya dalam kegiatan kepramukaan, namun masih bisa aktif untuk kegiatan PMR, dengan obsesinya masuk dalam sekolah keperawatan setelah lulusnya kelak... Amien... kakakmu selalu mendoakan...


Telpon Ibu, Ayah, dan Kakak...
Hal-hal yang pasti terjadi saat beliau telpon:
  • Lagi ngapain?
  • Lagi dimana?
  • Sesekali "sudah makan?", "Kamu makan dimana?"
  • Pembicaraan sesuai tema,
Sebelum telpon berakhir biasanya:
  • Menanyakan kabar dari seseorang.
  • Menanyakan keluarganya.
  • Kakak biasanya sering ngurusin rambut, yang paling geli kalo ngeliat rambut Saya panjang "Rambut kamu sekarang pendek khan?"... heeee...
  • Berpesan agar berhati-hati saat naik motor 
Telpon sebagai pengobat rindu pada keluarga selama ini, apalagi mereka sudah merelakan bila kelak Saya memiliki keluarga baru di suatu tempat serta menetap disana yah khususnya Banjarmasin. Dan mungkin lebaran tahun depan Saya sudah berhari raya bersama keluarga baru dan Saya tidak berhari raya bersama keluarga di rumah lagi.

Namun lebaran kali ini kakak Saya yang nomor dua ngga bisa berhari raya bersama keluarga, soalnya beliau baru saja pindah ke Balik papan, insya Allah kalo ada rezeky Saya akan datang ke sana sekalian mau ketemua sama keluarga dari Ibu, Pak De, Bu De dan sodara-sodara yang lain,,, Insya Allah habis lebaran... Amien...

"insya Allah, tahun ini berlebaran di rumah bersama keluarga"
Amienn...

Rabu, 10 Agustus 2011

Still Ringing And Will Be Ringing

Reminder, semuanya masih sama seperti semula, tak ada yang berubah kecuali usaha yang lebih besar, tak akan pernah ku rubah settingnya, untuk terus mengingatkanku bahwa aku masih memiliki sebuah asa, sesuatu yang akan terus ku rengkuh saat ini bahkan hingga saatnya nanti yang entah akan seperti apa akhirnya...


Bukan luka, bukan duka

Aku tidak membiarkan luka menganga di tubuhku, karena aku tak pernah merasa ada luka selama ini, hal ini hanyalah fase yang harus ku lewati menuju fase yang lain, namun hanya saja kebetulan agak terasa sedikit berbeda dimana aku harus belajar untuk menyesuaikan diri dengan keadaan ini. Dalam hidup memang tak selamanya indah, ada suka ada duka... Inipun bukanlah duka yang membuatku sedih berkepanjangan, namun saja ini hanyalah bentuk pembelajaran dan ujian dari Allah karena ku yakin untuk hal yang baik pasti akan mengalami berbagai macam ujian dan tempaan hingga nantinya aku benar-benar siap menjalani semuanya. Dalam ujian ini paling tidak membuatku sadar bahwa segala sesuatunya harus kita kembalikan pada Sang Maha Kuasa, karena memang Dialah tempat bergantung, tempat meminta segalanya...

Menapak lembaran hikmah
Dalam perjalanan ini kitapun akan mengukir lembaran demi lembaran hikmah, yang bukan berarti akan kita tinggalkan begitu saja. Tidak, semua itu akan menjadi pelajaran yang sangat berharga kemudian harinya. Baik kita sendiri maupun orang lain. Memperjuangkan susuatu yang sangat berarti dalam hidup merupakan hal yang sangatlah mulia bagiku, masih inget dengan qoidah fiqhiyah yang tentang berlomba-lomba dalam kebaikan?, aku yakin inilah bentuk ibadah, karena Allah tak akan merubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu merubahnya dengan sendirinya. Mataku akan tetap tajam menatap jauh kedepan, kan ku gantungkan tinggi harapan itu hingga nantipun aku tak akan pernah ada sesal di hatiku. Karena memang sangatlah berarti bagiku. Tak akan ku biarkan lembaran hikmah itu menjadi lembaran-lembaran usang tak berarti atau bahkan tertoreh lukisan kotor yang kubuat. Semuanya telah kubingkai dengan niat menyempurnakan separuh dienku, semata-mata sebagai upaya penyempurna ibadahku kini dan nanti. karena ku yakin hanya engkau yang bisa mendampingiku. Mengingat begitu banyak yang hendak ku perjuangkan bersamamu, perjuangan ridlo Allah dalam segala perbuatan untuk diri, keluarga, dan untuk dien Islam. Ya Allah Bukalah jalan Firdaus-Mu bersama orang-orang yang hamba sayangi...


Hanya masalah waktu

Semuanya terletak pada permasalahan waktu. Ya, hanya waktu, ku yakin semua ini akan berakhir dengan akhir yang indah pada waktu yang tepat, untuk itupun aku tak akan pernah menyia-nyiakan saat ini untuk hal yang sia-sia. Akan ku persiapkan segalanya, hingga nati aku tidak menjadi orang yang konyol.


Ya Allah, di bulan ini, Ramadhan yang Engkau agungkan dengan nuzul Qur'an dan lailatur qadr... Hamba yakin Engkau akan mengijabah doaku karena Engkaulah Dzat Yang Maha Pemberi atas segala pinta...


Yaa Allah dengan segala kerendahan hati, hamba mengemis kepada-Mu... ijabahlah doa hamba Ya Allah,,,
Ya Allah begitu besar cinta hamba padanya, jadikanlah cinta-Mu sebagai muara cinta ini...
Ya Allah begitu agung cita hamba bersamanya, berikanlah hamba kemampuan untuk merengkuh cita itu, karena cita hamba hanyalah ingin memuliakan dien-Mu, Ya Allah jadikan diri sebagai pengemban dakwah agama-Mu yang senantiasa istiqomah dengan khittah Nabi-Mu...


Ya Allah Yaa Rabb,,, hamba sangat membutuhkan sosok itu, menemani hamba melewati bahtera hidup ini... bersama memperjuangkan dien-Mu merengkuh ridlo-Mu, memperjuangkan cita itu...
Ya Allah Yaa Rabb,,, jagakanlah hati ini, tenangkanlah segala bentuk kegelisahan, lapangkanlah segala bentuk kesulitan, dan bukakanlah segala bentuk ketertutupan,,, 
Ya Allah Yaa Rabb, Engkaulah Maha kuasa atas segalanya, kabulkanlah permintaan hamba...



Yaa Allah Yaa Rabb, tunjukilah hamba jalan yang lurus, jalan yang penuh akan ridlo-Mu,,,
Yaa Allah Yaa Rabb, anugerahkanlah kepada kami kesabaran dan keikhlasan dalam menjalankan segala ketetapan-Mu...
Yaa Allah Yaa Rabb, anugerahkanlah kepada kami kesempurnaan iman, keluasan ilmu sehingga dengannya kami bisa mengukuhkan diri ini sebagai hamba-Mu yang senantiasa beramal sholeh 

Yaa Allah jauhkanlah hamba dari perbuatan sia-sia, buruk sangka, dan perbuatan yang menjauhkan hamba dari ridlo-Mu... Amien...


اللهم يسر و لا تعسر, إن تيسير كل عسير عليك يسير... امين

Minggu, 24 Juli 2011

Tak Ingin Ada Yang Cemburu


Manusia secara fitrah adalah hamba Allah yang akan yang akan terus mengabdikan dirinya pada Sang Khaliq, kemudian dia harus berinteraksi dengan manusia lainnya sehingga terciptanya pemikiran dan perasaan yang sama yang nantinya akan mengikat dalam sebuah peraturan kehidupan. Bilapun manusia sadar akan keterikatannya dengan Sang Khaliq selaku seorang hamba, maka kesamaan pemikiran dan perasaan tersebut haruslah Islami. Sehingga pada akhirnya terciptalah peradaban Islami dengan kokohnya aqidah yang terjelma dalam peraturan kehidupan dalam sebuah masyarakat. tercipta dari pribadi, masyarakat serta negara Islami sebagai wadah dari kesamaan pemikiran dan perasaan tersebut.

Tidak dikatakan manusia bila tidak melakukan interaksi dengan manusia lain karena sudah selayaknya setiap manusia satu mambutuhkan manusia lainnya... Orang sakit membutuhkan seorang tabib (dokter), murid memerlukan guru, Ibu memerlukan anak, anak juga memerlukan seorang Ibu, tetangga juga memerlukan tetangganya dan lain sebagainya... 

Bisa dibayangkan sebagai seorang manusia yang harus berinteraksi dengan semuanya, katakan saja bila di mulai dari rumah, saat istri, suami, anak, adik, kakak, ayah, ibu, nenek, kakek atau siapapun yang tinggal dalam keluarga kita pasti sangat memerlukan keberadaan kita meskipun hanya untuk sebatas ngobrol melepas kejenuhan beraktivitas dalam keseharian, melepas tawa memecah duka dan lara. Mereka sangat memerlukan perhatian dan kasih sayang kita.

Bila kita tengok di luar pintu rumah, kita lihat lingkungan sekeliling, dekat jalan raya disana banyak sekali sampah berserakan, tak kalah dengan TPS (Tempat Pembuangan Sampah). Apa mau kita diamkan karena memang itu adalah jalan umum yang biasa dilintasi banyak orang, atau akankah kita biarkan dengan alasan "itu bukan sampah Saya", atau bahkan kita akan menunggu tetangga sebelah untuk membersihkannya??. Tentu tidak bukan. Atau ada kasus yang agak sedikit berbeda, mungkin salah satu di antara kita hanya bisa diam saat melihat tetangga sebelah membersihkan sendiri serakan sampah yang ada, memungut dengan tangannya sampah plastik bekas bungkus pentol (Baso), bungkusan plastik bekas Es mungkin atau sampah laiinnya,,, tentu jawabannya harus "tidak". 

Belum lagi mungkin teman sekantor, teman kuliah, teman organisasi atau hanya sekedar temannya teman, sewaktu-waktu memerlukan pertolongan kita, sebut saja hanya sekedar ngobrol "mungkin curhat", perlu saran saat membeli baju, perlu teman saat membeli buku, atau menyelesaikan permasalahan pribadinya yang lain,,, Belum lagi seorang guru terhadap murid-murid terhadap guru, karyawan terhadap atasan-atasan terhadap karyawan, pedagang terhadap pelanggan-pelanggan terhadap pedagang, dan lain sebagainya...


Bagaimana dengan diri kita. Menjaga keromantisan dan keharmonisan hubungan kita dengan Allah dan Rasulnya?? Shubhanalloh, bersyukurlah karena kita diciptakan oleh Allah sebagai sebaik-baiknya mkhluk (QS. Al-Tin: 4) yang harus membawa manfaat bagi mahluk lainnya sebagai rahmat bagi seluruh alam sebagaimana Risalah yang telah dibawa Nabi Muhammad Saw (QS Al-Anbiya: 107).


Hablun ma'allah, ma'arrasul, ma'annas, dan ma'al bii'ah. semua memang harus berimbang. Bila kita Menyadari bahwa manusia adalah sebaik-baiknya ciptaan dan sebaik-baiknya kaum maka kita akan mengamalkan apa yang disebutkan Allah dalam Firman-NYA. "Kalian adalah sebaik-baiknya umat yang di lahirkan untuk manusia, kalian menyeru ( berbuat ) kebaikan dan mencegah dari kemungkaran dan kalian beriman kepada Allah swt". (QS. Ali Imron: 110).


Jangan sampai ada yang cemburu satu sama lainnya. keluarga tidak terperhatikan karena kita terlalu sibuk dengan urusan pribadi kita, guru cemburu karena kita tidak mengerjakan tugas 'mungkin', teman yang serasa tidak ada teman saat dia membutuhkan, tetangga kehilangan tetangganya, atau bahkan na'udzubillah Allah dan Rasul-Nya cemburu pada kita karena kita jauh dari aturan Syariat karena kita hanyut dalam urusan duniawi...


Oleh karena itu kita harus berusaha seoptimal mungkin untuk terus berusaha memberikan yang terbaik. Sekedar belajar dari pengalaman, terdapat beberapa hal yang bisa membut kita tidak seimbang dalam melakukan sesuatu khususnya dalam berinteraksi dengan orang lain, sehingga mereka merasa kecewa dengan kita dan ini harus dihindari karena banyak sekali Hadits yang telah Rasulullah riwayatkan mulai dari kita berumahtangga, bertetangga, berteman, bermasyarakat dan lain sebagainya,,, Faktor-faktor tersebut antanya adalah; 


Kesibukan yang berlebih pada berbagai kegiatan, yang akan berakibat pada kelelahan dan lebih parahnya na'udzubillah kita menjadi sakit... Sehingga kita tidak dapat melakukan interaksi dengan baik,,, oleh karena itu, bila kita benar-benar merasa sibuk silahkan coba untuk memperbaiki manajemen waktu (indzaarul waqti) dan mebagi skala prioritas. Penulispun masih dalam tahap memperbaiki segalanya. Tulisan inipun dilatarbelakangi karena penulis sedang berusaha mencari ritme kesibukannya sehingga Penulis bisa melakukan yang terbaik untuk semuanya, apalagi penulis memiliki fungsi yang cukup strategis pada beberapa gugus tugas pergerkan tertentu,,, Dan yang terpenting yang ingin penulis bagi adalah, kita harus berusaha agar tidak rugi dalam melakukan aktivitas sehari-hari... Caranya adalah niatkan semuanya untuk meraih ridlo Allah sehingga semuanya berorientasi pada ibadah, kitapun tidak hanya mendapat lelah tak berati, oleh karena itu kitapun harus pintar-pintar memilih aktivitas yang hendak kita lakukan sehingga cucuran keringat ini mengalir pada jalan yang dirahmati Allah... Amienn,,,

Insya Allah, kita semua bisa selalu menjadi sosok yang lebih baik, sehingga kita bisa menjadi manusia yang dirindukan syurga...Orang sekeliling kitapun tidak ada yang merasa cemburu bukaannn... heee... Amienn,,,

Demikianlah, Laa yughoyyiru maa biqoumin hatta yughoyyiru maa bianfusihim...

Semoga bermanfaat, bila ada diantara pada pembaca yang ingin berbagi tips, dipersilahkan untuk menambahkan tulisan ini dengan memberikan komentnya,,, terimakasih,,, ^_^

Jumat, 22 Juli 2011

Tidak Boleh Diremehkan

Memang kecil, tapi tidak boleh diremehkan,,,

Semua diraih dengan usaha yang tidak mudah dan tanpa lelah,,, Ini memang salah satu mimpiku, inilah salah satu tahapan yang harus ku jalani dari berbagai tahapan yang ada,,, "Man proposes Allah Disposses", manusia berusaha, Allah jualah yang menentukan,,, sesakit apapun saat ini, Aku tak akan pernah berhenti karena akan terasa sangat lebih menyakitkan bila kita tidak melakukan apapun, pasrah akan keadaan.

Inilah bentuk syukurku atas nikmat yang Allah berikan, nikmat Iman sebagai poros atas segala kekuatanku, selalu menggerakkan pikiranku, langkahpun terukir menjejak noktah emas dalam hidup ini... Alhamdulillah, sebagai seorang makhluk, berusaha memberikan yang terbaik untuk Khaliq merupakan hal terindah rasanya, namun tak sanggup rasanya diri ini menjadi sosok sempurna, banyak sekali kekurangan,,, Ya Allah jadikanlah hamba ini sebagai hamba yang senantiasa beramal sholeh layaknya orang-orang yang telah engkau jamin atas syurga-MU...

Sunggguh tak pantas rasanya hamba mengemis Syurga-MU
Namun Sungguh diri ini takut akan siksa neraka-MU...
Ya Allah, Berkahilah segala aktifitas hamba...
Hamba mengemis Ridlo-MU...
Jangan biarkan hamba menjadi orang-orang yang rugi karena lalai akan diri-MU


It's just the small thing, all about accounting really really make me sinting, bikin mata juling, rambutpun kriting. aku tak ingin gagal karena kurang menguasai akuntansi, sebenarnya ini adalah urusan sepele... I have to study more, so many thing I can't do better, but it is not big things,,, Insya Allah I can solve this...

Selasa, 19 Juli 2011

Siang Dunia, Malam Akhirat?? Emang Gitu??

Shubhanallah Walhamdulillah Walaa Ilaaha Illallah Allahu Akbar Walaa Haula Walaa Quwwata Illa Billah
Astaghfirullahi 'Adhim Ming Kulli Dzanbin 'Adzim Wa Atuubu Ilaika...

Cukup lama tidak menulis hal yang serius, seperti analisa politik, fiqh dan tulisan yang agak serius lainnya,,, mungkin salah satunya karena amanah saat ini cuma untuk data mining aja kali yaaa dan sudah ada saudara-saudara yang lain yang bisa langsung analisis (the best team of LS),,, tapi insya Allah nanti akan ada porsi target kirim-kirim tulisan ke media lagi, yah meskipun medianya selalu antipati ama tulisan yang ada tulisan khilafahnya, biar aja,,, siapa tahu editornya bosen lihat nama ane, kemudian tulisannya bisa publish dan banyak orang yang bisa mengambil manfaat dari tulisan tersebut... Amienn... heeee, teringat saat pertama kalinya tulisan opini dimuat di media koran lokal yang isi tulisannya ga sesuai lagi ama tulisan aslinya, yang diedit ama editornya,,,



Shubhanallah Walhamdulillah Walaa Ilaaha Illallah Allahu Akbar Walaa Haula Walaa Quwwata Illa Billah
Astaghfirullahi 'Adhim Ming Kulli Dzanbin 'Adzim Wa Atuubu Ilaika...


Ingat pesan Ibu, kata Beliau kalo kita udah ngerasa kecapean, coba aja tenangin diri sebentar kemudian baca bacaan seperti di atas beberapa kali sambil ambil nafas panjang...


Ampuh...
Ane sering buktiin,,, Contohnya saat ini aja ane juga lagi buktiin, mumpung belom ada amanah besar, melapas lelah, sambil nulis santai, merenungi kejadian selama seharian, berfikir apa yang akan dikerjakan besok, dan yang pasti sambil mengucap tasbih, tahmid serta istighfar,,,


Alhamdulillah fikiran kembali jernih, plonk, penatpun terasa terkurangi... Thanks Mom,,, Miss You, but I'm Sorry I can't go home now,,,


Emang bener-bener ampuh,,, Meskipun beliau ngga bisa jelasin panjang lebar, karena emang beliau ga pernah baca buku ilmiah kali ya,,, heee... tapi emang bener2 terbukti... ga percaya?? coba buktiin sendiri... heee...

Gimana ga ampuh, coba pahami satu persatu apa maksud bacaan itu...
Bacaan yang pertama "Shubhanallah Walhamdulillah Walaa Ilaaha Illallah Allahu Akbar Walaa Haula Walaa Quwwata Illa Billah"... Kalimat ini berisikan kalimat pujian (tasbih dan tahmid) pada Sang Khaliq Bahwa Allah Maha Suci, Maha Besar dan Maha Kuat... Inilah dia bacaan tahmid dan takbir... Berarti kita sebagai manusia harus mengakui bahwa kita senantiasa berada dalam keterbatasan tanpa pertolongan Allah, oleh karena itu tiada tempat lain yang bisa kita pintai pertolongan kecuali Allah dan Allahlah tempat mengadu, memasrahkan diri, dan meminta kekuatan...


Biasanya sih beliau sambil berselonjor di bilik atau duduk di kursi teras sambil beraktifitas seperti ringan, atau sambil ngobrol ringan... Hmmm... jadi tambah kangen??

Terus untuk bacaan yang kedua "Astaghfirullahi 'Adhim Ming Kulli Dzanbin 'Adzim Wa Atuubu Ilaika...

Ini adalah bacaan istighfar, maksud bacaan ini adalah meminta ampun dan penerimaan taubat, karena Allahlah Maha Pemberi Ampun dan Penerima taubat... Kenapa kita harus banyak meminta ampun dan bertaubat? Ya Jelas dong, karena dalam keseharian kita bisa dipastikan banyak perbuatan dosa kecil ataupun besar baik disengaja atau tidak... 


Oleh karena itu, kita harus banyak-banyak minta ampun dan bertaubat, karena jangan-jangan kesulitan yang kita alami saat ini adalah bentuk teguran Allah kepada kita agar kita senantiasa segera meminta ampun dan bertaubat Pada Allah... dan kembali mengingat bahwa kita bukan siapa-siapa tanpa Allah,,,


Yah, mungkin demikian...


Ada yang kurang setuju??


Mari kita diskusikan,,,


Perihal judul di atas "Siang Dunia, Malam Akhirat??

Sebenarnya kalimat itu terinspirasi dari fenomena yang akan terjadi setelah ini yaitu fenomena "mendadak religi" di bulan Ramadhan dan bacaan Al-Qur'an yang artinya
“Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.” (QS. Al-Qashash:73)

“Dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan” (QS. An-Naba’:11).

"Bangunlah (untuk shalat) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Qur’an itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat untuk (khusyu) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak). Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadatlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan. (Dialah) Tuhan masyrik dan maghrib, tiada Tuhan melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung. Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik." (QS. Al-Muzzammil: 1-9).

“Sesungguhnya Allah SWT sangat menyukai hamba-Nya yang Mukmin dan berusaha”. (HR. Thabrani dan Baihaqi dari lbnu ‘Umar)

”Barangsiapa yang bekerja keras mencari nafkah untuk keluarganya, maka sama dengan pejuang dijaIan Allah ‘Azza Wa Jalla”. (HR. Ahmad)

Dari beberapa ayat dan hadits di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa manusia wajib bekerja mencari nafkah serta beribadah dengan penuh syukur, sabar dan ketekunan.

Namun akhir-akhir ini, di tengah-tengah berkecamuknya ideologi kapitalisme dengan sekulernya,,, banyak sekali orang yang memahami bahwa memang untuk siang hari hanya untuk bekerja dan malam hari untuk ibadah kalo ngga ketiduran karena siang hari sudah kecapean,,, Sehingga sangat maklum bila saat seseorang bekerja bisa-bisa melupakan waktu-waktu ibadah,,, mungkin kita sama-sama melhat dimana banyak para pekerja mulai dari seorang CEO, direktur, kuli bangunan, penjual keliling dan lain sebagainya, sebagian besar dari mereka melupakan waktu untuk beribadah... seolah-olah akhirat bisa mereka beli dengan uang,,, naudzubillahi mindzalik...

Kejadian tersebut membuat kita lupa akan firman Allah yang bunyinya "Sesungguuhnya tidaklah aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku." (QS. Adz –Dzariyat: 56).

Itinya kalo menurut bahasa orang pada umumnya, "Dunia dan Akhirat harus seimbang"...

Sebenarnya, tanpa harus dijelaskan pun kita sudah bisa memahami apa maksud ayat tersebut, namun manusia tidaklah dengan mudah menjalankannya, karena sudah manusiawi bila tidak kenal puas untuk memenuhi kenikmatan duniawi...

Manusia lupa bahwa semua yang mereka kejar sampai-sampai melupakan Rabb adalah ujian dan sumber fitnah semata.

“Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik amalannya.” (Al-Kahfi: 7)

“Sesungguhnya bagi tiap umat ada fitnah (ujian yang menyesatkan), dan fitnah umatku adalah harta.” (Shahih Sunan At-Tirmdzi no. 2336)

An-Nabhani (2001: 58) menjelaskan bahwa manusia akan senantiasa mudah tergoda dengan nikmat duniawi karena memang mereka tidak menjadikan Islam sebagai kerangka berpikir aktifitasnya, mayoritas manusia saat ini menganggap bahwa kelimpahan materi merupakan pertanda kemajuan sebuah peradaban, inilah idealisme yang ditelurkan oleh komunisme dan ditambah lagi dengan ide bahwa standar kemajuan peradaban terletak pada kemanfaatan dan individu-individu yang maju sebagaimana yang difahami oleh kaum kapitalis sehingga bukan hal aneh jika mereka menjadi manusia individualis kapitalistik.

Manusia akan mendapatkan materi, kebermanfaatan individu dan kemajuan peradabannya melalui cara apapun. Seperti yang kita ketahui bahwa secara naluriah manusia harus berupaya mempertahankan diri dan menjaga kelangsungan hidupnya, oleh karena itu bila tidak diatur dengan aturan yang benar akan membawa pada kerusakan dan merusak. Bisa kita ambil contoh seperti korupsi, penipuan, ribawi, bisnis maksiat dan cara bathil lainnya dimana semua itu menjadi hal lumrah untuk mempertahankan hidupnya saat ini bahkan bila tidak demikian orang tersebut dianggap sebagai orang yang aneh. Bahkan semuanya mendapatkan "perlindungan" hukum dari negara sebagai fasilitator. Para pemimpinpun lupa akan tugasnya untuk menyelamatkan umatnya dari lilitan api neraka.

Sangat berbeda sekali dengan Islam dimana tolok ukur kehidupan manusia berdasarkan halal dan haram, karena memang seharusnya manusia hidup dengan sebuah ideologi yang memang bersumber dari sebuah aqidah yang benar. Kebenaran Islam sebagai Ideologi banyak sekali dibantah oleh sebagian besar manusia saat ini dimana dikatakan bahwa Islam sudah tidak relevan sekali diterapkan. Islampun dijadikan bahan tawaan bahan fitnahan yang amat keji dengan radikalisasinya...

Hampir mirip pada saat orang berkata bahwa "saat saya berbisnis atau berurusan dengan duniawi, maka Islam harus disingkirkan, tapi Saya akan beribadah, menyantuni anak yatim dan lain sebagainya..."

Secara sepintas ucapan itu dianggap benar, karena memang banyak nash yang mengungkapkan bahwa manusia harus memanfaatkan siang hari untuk bekerja dan malam hari untuk istirahat dan ibadah. Namun secara tidak langsung ucapan itu telah melepaskan kita dari aturan Allah, membuat kita lupa bahwa segala aktifitas kehidupan siang maupun malam adalah dalam rangka beribadah pada Sang Kholiq... Halal haramlah tolok ukur kehidupan dimana kita selalu memikirkan bahwa segala kehidupan di dunia akan musnah, dan akhiratlah kampung kembali. Oleh karena itu manusia harus pintar-pintar memilih tempat kembali.


Hampir kurang lebih dengan perkataan "siang dunia, malam akhirat". dimana pada saat siang hari mereka disibukkan dengan dunia (materi) dan pada malam hari mereka akan beribadah sampai titik darah penghabisan,,, menurut Saya ini adalah hal yang salah. Karena setahu Saya belum ada nash yang mengatakan demikian, dengan demikian seseorang telah memisahkan Islam dari urusan dunianya, sedangkan Islam dikeluarkan guna mengatur kehidupannya. Semuanya memang harus seimbang, namun seimbang bukan berarti jika kita analogikan bila dosa kita 100 pahalanyapun harus 100,,, bukannya malah akan mebuat malaikat di akhirat bingung mas??

Oleh karena itu, selayaknya pada setiap kita berurusan dengan dunia, maka kita harus memiliki orientasi akhirat, sehingga dalam kita menjalani hidup memiliki orientasi akhirat. Saat kita berbisnis, kita tidak akan lagi mengenyampingkan aturan Allah dengan aktivitas mu'amalah kita, bergaul, berhukum, belajar hingga berpolitikpun akan senantiasa Islami...

Inilah yang disebut dengan masuk Islam secara kaffah dan menjauh dari jalan setan (QS. Al-Baqoroh : 208-209). Karena bila kita menjalani hidup tanpa aturan Islam, maka kita akan masuk dalam jalan setan, dan jalan setanpun tujuannya adalah neraka...

Namun semua itu tak semudah seperti membalikkan telapak tangan, atau seperti pasukan "power rangers" yang berubah menjadi super hero dalam sekejap,,,, tidak, bila pemerintah tetap melegalkan pelanggaran-pelanggaran Syariat,,, oleh karena itu Aturan Islam harus diadopsi secara institusional sehingga Islam akan mengatur seluruh kehidupan manusia, tidak seperti saat ini dimana Islam selalu di kesampingkan,,, Aturan Islam akan tegak hanya dalam naungan Negara Khilafah Rasyidah Islamiyah (NKRI),,,

Do You Agree?? Waafaqtum??

Jadi Kesimpulannya, siang malem untuk akhirat yaa... salah satu caranya gabung aja sama organisasi dakwah yang memperjuangkan diterapkannya hukum Allah di muka bumi secara kaffah... mengkanya sebelum gabung kita haurs bener-bener melihat, meraba dan menerawang apa dia memperjuangkan Islam secara kaffah sesuai dengan metode kenabian yaitu tegaknya khilafah Islamiyah sebagai Institusi ditegakkannya hukum Allah atau tidak... thats all...

Minggu, 10 Juli 2011

My Reminder Was Ringing


11.00 AM

11/07/2011

=======================

My Reminder Was Ringing whit it's message...

Then I talk to Allah, Ya Allah... So beautiful that dream,,,

I know, that my dream will be come true, I believe it... Do you believe?? but not at time planned... 

I know You will show me the way...

Allahumma yassir walaa tu'assir wa tammim bil khoir...

I depend on You Allah,,,

I just can to try getting my dream...

Ya Allah... Sungguh hati ini telah mantap dengan pilihan ini...

Ya Allah, mudahkanlah jalan ini,,,

Karena hamba paham bahwa pilihan ini bukanlah layaknya membeli baju, bila tidak cocok pada satu pilihan atau pilihan itu rusak, dengan mudahnya kita berpindah pada pilihan lain...


Bukan demikian Ya Allah...

Allahumma yassir walaa tu'assir wa tammim bil khoir...

Berkahilah jalan ini Ya Allah... 

Berkahilah pilihan ini Ya Allah...

Allahumma baariklii fii maa a'thoita
Wa qinii birahmatika syarro maa qodhoita

Fainnaka taqdhii walaa yuqdloo alaika...

Ya Allah hamba bersyukur atas apa yang telah Engkau berikan

Hamba ikhlas menjalani semua ini, hanya dengan mengharap ridlo-MU

Karena hamba begitu paham dengan apa yang disebut proses...

Yaa Allah...

 Iyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin


Ihdinas shirootol mustaqiim


Shiroothol ladzinna an'amta 'alaihim ghoiril maghdluubi 'alaihim walaa dzhoolliin...


Amien...

Minggu, 03 Juli 2011

Restart from beginning at the same way and goal is you


Bismillahirrahmanirrahim,,,
Maaliki yaumiddin,,,
Maalikus samaawaati wal ardli,,,
Yaa Allah,,,
Yaa muqollibal quluub,,,
Yaa mujiibas saailiin…

On the name of You
Let me restart again,,,
I believe with this choice, I have no other choice
I believe on you
I depend on you
I ask your help

I have no other place to ask…
Only You

I ask You to keep my looking  
I ask You to keep my heart
I ask You to keep my feeling
I ask You to keep my choice

Just one choice
One goal is You
One goal is Your Blessing on my choice as You knew…

The time will brought us together
Belive it, I asked Allah

Rabu, 29 Juni 2011

Dakwah-MU Menyelamatkan Hamba

Yaa Allah inilah nikmat terbesar yang telah Engkau berikan disamping nikmat Engkau lainnya, 
Hamba memiliki kesempatan melanjutan tugas utama para nabi dan rasul-MU yakni mendakwahkan Agama-MU
Hamba dapat melakukan sebaik-baik amal untuk mendakwahkan agama-MU
Hamba dapat meraih pahala yang teramat besar karena mendakwahkan agama-MU
Hamba dapat melakukan yang begitu berarti bagi perubahan ummat menuju terbentuknya kehidupan Islami dimana aturan-MU ditegakkan dan dijunjung tinggi sebagai Ideologi yang bersumber dari agungnya Aqidah-MU

Hamba yakin dengan semua ini dapat menyelamatkan hamba dari azab-MU saat pertanggungjawaban di akhirat kelak... Amien...

Selasa, 28 Juni 2011

Don't Ever Ask Me To Give Up


Inna Ma'al 'usri yusroo...

It was not over...

I will always find the way

I know it's not the time 

But I know, Allah will show me the way

I'm not walk alone 

I know Allah accompany me, therefore I still strong 

I know My mom pray for me, therefore I will not ever give up

"Inna ma'al 'usri yusroo"

I believe it...

I look entire the world, so many thing Allah can do
This is the small thing, Allah can do more

I believe it... 

Iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin...

Allah Maaliki anhaa il 'aalam, qoodirun 'alaa kulli syai'in...

Allahumma Yassir Walaa Tu'assir Watammim Bilkhoir... Amien...

Senin, 27 Juni 2011

Can’t to Describe Now Mom, Wish Me Luck…


Mom, I wanna be on your side now
But I can’t to describe now
I just wanna lay on your shoulder
To make me strong

Mom, you know who I am,,,
This is me,,, your son…

The path feels increasingly so steep
It makes me have to do more sacrifice

Sometime I feel on the darkness
Sometime I feel so lonely

But quickly I rise
Coz I know you beside me
Coz I know Allah Always accompany me on every step I made

When the steps was so heavy
Your son has only one choose
Keep on step

Mom, when I feel on the darkness and stalemate
I always find my hope
I always find your smile
I always find your eyes

Just wanna find your happiness

Mom, I beg your pardon
If one time I make you sad…

I don’t wanna do that
We don’t know Allah’s Secrets
I just only can doing best 

Miss You mom...
I don't wanna make you disappointed
 



Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More