This is default featured post 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured post 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured post 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured post 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured post 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Minggu, 24 Juli 2011
Mush’ab bin Umair
Jumat, 22 Juli 2011
Tidak Boleh Diremehkan
Semua diraih dengan usaha yang tidak mudah dan tanpa lelah,,, Ini memang salah satu mimpiku, inilah salah satu tahapan yang harus ku jalani dari berbagai tahapan yang ada,,, "Man proposes Allah Disposses", manusia berusaha, Allah jualah yang menentukan,,, sesakit apapun saat ini, Aku tak akan pernah berhenti karena akan terasa sangat lebih menyakitkan bila kita tidak melakukan apapun, pasrah akan keadaan.
Inilah bentuk syukurku atas nikmat yang Allah berikan, nikmat Iman sebagai poros atas segala kekuatanku, selalu menggerakkan pikiranku, langkahpun terukir menjejak noktah emas dalam hidup ini... Alhamdulillah, sebagai seorang makhluk, berusaha memberikan yang terbaik untuk Khaliq merupakan hal terindah rasanya, namun tak sanggup rasanya diri ini menjadi sosok sempurna, banyak sekali kekurangan,,, Ya Allah jadikanlah hamba ini sebagai hamba yang senantiasa beramal sholeh layaknya orang-orang yang telah engkau jamin atas syurga-MU...
Sunggguh tak pantas rasanya hamba mengemis Syurga-MU
Namun Sungguh diri ini takut akan siksa neraka-MU...
Ya Allah, Berkahilah segala aktifitas hamba...
Hamba mengemis Ridlo-MU...
Jangan biarkan hamba menjadi orang-orang yang rugi karena lalai akan diri-MU
It's just the small thing, all about accounting really really make me sinting, bikin mata juling, rambutpun kriting. aku tak ingin gagal karena kurang menguasai akuntansi, sebenarnya ini adalah urusan sepele... I have to study more, so many thing I can't do better, but it is not big things,,, Insya Allah I can solve this...
Kamis, 21 Juli 2011
Khilafah Mengikat Semua Golongan
Acara yang berlangsung di Jakarta sendiri berlangsung semarak. Dengan dibanjiri 25.000 peserta, acara diisi orasi dari berbagai tokoh Hizbut Tahrir dan masyarakat untuk segera menegakkan Syariah dan Khilafah demi persatuan umat. Karena menurut Ismail Yusanto, selaku Jubir HTI, mengatakan hanya Khilafah lah yang bisa menyatukan seluruh elemen Umat Islam.
“Kita mau pakai cara apa lagi? PBB tidak mungkin. OKI tidak mungkin. Liga Arab dan ASEAN apalagi. Tidak ada cara lain selain Daulah Khilafah.” Tandasnya penuh semangat kepada Eramuslim.com.
Bahkan Ismail Yusanto menantang SBY untuk membuktikan ucapannya di Bekasi (26/6) bahwa harus terjadi persatuan dunia Islam dalam menghadapi tantangan global.
”Kalau beliau (SBY, red.) mengingat bahwa beliau akan mati dan menghadap Allah SWT, mestinya tidak ada pilihan selain membela Islam. ” Tantangnya.
Lantas bagaimanakah cara mewujudkan Khilafah Islamiyah? Instrumen apakah yang akan dipakai Hizbut Tahrir? Bagaimana pula pandangannya mengenai gerakan Islam yang berjihad dalam menegakkan Khilafah Islamiyah? Betulkah Khilafah akan tegak di tahun 2020? Wartawan Eramuslim.com, Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi, mewawancara Ismail Yusanto untuk mendiskusikan itu semua, seusai Konferensi Pers yang dilakukan HTI di sela-sela Konferensi Rajab. Berikut petikan wawancara kami.
Hizbut Tahrir sudah beberapa kali melakukan Konferensi tentang Khilafah, apakah masyarakat semakin sadar butuh Khilafah?
Iya kami merasa seperti itu. Setiap dua tahun sekali, terakhir tahun 2010, kami meng-hire perusahaan riset untuk melakukan survey nasional tentang berbagai isu penting. Diantaranya mengenai Syariah dan Khilafah. Nah, hasilnya pendukung Syariah itu diatas 73 % dari 1300 responden di 30 kota besar. Kemudian pendukung Khilafah malah lebih besar lagi, yakni 83%. Itu penelitian yang kami hire.
Sementara Setara Institute juga pernah melakukan survey sikap masyarakat untuk Pluralisme, Toleransi, tapi di dalamnya ada pertanyaan mengenai Khilafah. Nah, ternyata di Jabotabek ada 34,6 % yang mendukung Khilafah. Di Bogor lebih besar lagi, yakni yang mendukung 46 % dan yang menolak 41 %. Kemudian di Depok antara yang mendukung dengan yang tidak, hasilnya fifty-fifty. Nah jadi, selain kami terjun langsung ke grasroot bertemu dengan para ulama dan umat, kami merasakan bagaimana dukungan itu makin hari, makin besar.
Ide Khilafah ini sangat besar, sementara masyarakat Indonesia masih rendah Keimanannya. Apa mereka bisa diajak menegakkan Khilafah?
Nah ini yang sering disalah pahami banyak orang. Seolah-olah ketika Hizbut Tahrir mengajak umat mendirikan Khilafah lantas melupakan hal-hal yang bersifat esensial dan elementer. Seruan kami mengajak untuk tegaknya Syariah dan Khilafah itu ibarat vision and mission statement. Yang namanya Visi itu pasti menyangkut sesuatu yang besar, jauh kedepan, dan diharapkan mampu menyelesaikan seluruh persoalan yang dihadapi.
Tetapi di dalam pelaksanaannya, coba perhatikan apa yang dilakukan Hizbut Tahrir? Kita memulainya dengan melakukan pembinaan/halaqoh. Dan di dalam halaqoh itu dijelaskan mengenai aqidah, keterikatan seorang muslim kepada syariah, termasuk dalam ibadah. Maka Insya Allah, dari pengalaman kami selama ini, mereka-mereka yang ikut dalam pembinaan bersama Hizbut Tahrir, justru keterikatan kepada Syariah termasuk di dalam ibadah semakin hari semakin meningkat.
Bahkan lebih Syumul (Sempurna)?
Iya jadi lebih syumul. Karena kemudian dia melihat, mana persoalan pribadi, persoalan ibadah, akhlak, akidah, atau muamalah. Jadi mereka tahu ibadahnya dan muamalah-nya bagus, termasuk juga dawah.
Gerakan-gerakan Islam memiliki Visi dan Misinya masing-masing, Bagaimana Hizbut Tahrir menyatukan mereka semua? Mengingat Ide Khilafah menaungi semua golongan
Sebenarnya dalam dialog kami dengan berbagai kelompok Islam, itu tidak ada perbedaan esensial terhadap Syariah dan Khilafah. Syariah dan Khilafah itu disetujui oleh seluruh gerakan Islam. Bahkan kita datang ke pesantren, ke ulama, ke pimpinan Muhammadiyah di berbagai daerah, mereka juga mendukung (Syariah dan Khilafah). Karena mereka menyadari, bahwa Khilafah adalah ide Islam, bukan hanya ide Hizbut Tahrir.
Yang berbeda adalah pada metode atau thoriqoh perjuangannya. Nah kalau sudah menyangkut metode atau thoriqoh perjuangan, hal itu kembali pada diri masing-masing. Bukan lagi hak kami untuk mencampuri. Namun kami mengambil sisi positifnya bahwa ini memang keragaman yang tidak bisa dielakkan terjadi di tengah-tengah umat. Tapi yang paling penting adaah semuanya mengarah kepada visi dan misi yang sama, yakni tegaknya Syariah dan Khilafah.
Isu Transnasional sekarang menjadi sasaran Densus. Hizbut Tahrir Indonesia masih mau jalan terus?
Insya Allah kita akan jalan terus. Apa pun hambatan dan rintangan yang kita hadapi, hal itu tidak akan membuat kita surut sejengkal pun. Karena perjuangn memang sudah sunatullah seperti itu. Tapi kita juga perlu mencermati, bahwa kemungkinan-kemungkinan terjadinya hambatan itu harus sebisa mungkin kita cegah. Seperti RUU Intelejen, kita juga berdialog dengan berbagai komponen masyarakat. Baik itu di dalam tubuh umat Islam maupun yang ada di luar. Termasuk kami juga berdialog dengan komponen yang ada di parlemen, ternyata tidak hanya Hizbut Tahrir yang menolak itu, tapi hampir semuanya menolak RUU itu. Karena RUU ini mengancam mereka juga. Karena dalam RUU intelejen ada kewenangan menyadap, kalau sudah ada kewenangan menyadap siapapun bisa menyadap. Ada kewenangan menangkap tanpa bukti awal, maka siapapun juga bisa ditangkap.
Nah karena itu, dengan dialog dan komunikasi yang kami lakukan, insya Allah kekuatan yang menolak munculnya RUU itu semakin hari semakin besar.
Dalam pandangan Hizbut Tahrir, bagaimana cara menegakkan Khilafah? Apakah dengan Demokrasi, Jihad, atau Dakwah Tauhid?
Hizbut Tahrir menolak demokrasi, karenanya Hizbut Tahrir tidak akan menempuh cara demokrasi, karena demokrasi itu berarti kedaulatan di tangan rakyat. Sedangkan Hizbut Tahrir meyakini kedaulatan itu di tangan Allah SWT. Tetapi tidak berarti bahwa Hizbut Tahrir mengharamkan pemilihan umum. Karena pemilihan itu hanya cara untuk memilih wakil dan ini masuk dalam bab Wakalah. Wakalah itu ada empat unsur, ada wakil, muwakkil, ijab qabul, dan ada amal yang harus dilakukan oleh wakil atas perintah muwakkil.
Nah, dari empat unsur ini yang menjadi persoalan adalah amal. Amal apakah yang dilakukan wakil atas perintah muwakkil? Kalau amalnya sesuai aqidah dan syariah maka amal itu kita terima. Kalau bertentangan, maka kita tolak.
Nah kembali kepada metode, lantas dengan metode apa Hizbut Tahrir menegakkan Khilafah? Maka kami mengatakan dengan metode Rasulullah SAW, yakni dengan pembinaan dan pengkaderan.
Kemudian, melakukan interaksi di tengah masyarakat. Kita bergerak di tengah masyarakat menjelaskan Islam lalu mereka faham, maka muncullah Al way’ul ‘am, (kesadaran umum tengan Islam). Al Way’ul siyasi (kesadaran politik tentang Islam). Kita juga melakukan kontak kepada ashabul fa’aliyat (mereka yang memiliki pengaruh), ahlul quwwah (pemiliki kekuatan). Sampai akhirnya, sebagaimana Rasulullah SAW dia didukung oleh ahlun nusroh (pemegang kekuatan penentu), maka tegaklah daulah Islam pertama di Madinah. Kira-kira begitu secara ringkas.
Nah mengenai jihad, Hizbut Tahrir dalam berbagai kesempatan selalu mengatakan bahwa kami melakukan dakwah non kekerasan. Kenapa? Karena dakwah itu tujuannya adalah merubah pemikiran seseorang. Merubah pemikiran harus dengan pemikiran, tidak bisa dengan kekerasan. Kedua, kami melakukan dakwah siyasi (politik)untuk perubahan politik.
Tapi tidak berarti bahwa Hizbut Tahrir kemudian menolak Jihad, karena Jihad adalah ajaran Islam. Jihad itu bisa dilakukan pada waktunya. Nah kapan Jihad itu dilakukan? Satu, ketika umat Islam diserang. Maka wajib umat Islam membela diri seperti terjadi di Irak, Palestina, Afghanistan,di Ambon dan juga Poso dulu.
Dan yang kedua adalah jihad hujumi. Ini jihad ofensif untukfutuhat (pembebasan). Nah ini terjadi jika umat Islam dipimpin oleh seorang Kholifah.
Lalu, kira-kira kapan Khilafah Tegak?
Khilafah tegak itu sangat tergantung kepada nashrullah (pertolongan Allah). Dan nashrullah itu qodho (ketetapan) dari Allah, kita tidak tahu, Allahua’lam. Tetapi banyak analis dari Barat khususnya, seperti NIC (National Intelligence Council), pada konferensi tahun 2005 memperkirakan bahwa tahun 2020 kemungkinan Khilafah bisa berdiri.
Apa Indikasinya?
Nah indikasinya mereka mengkaji tren global, misalnya kenaikan dan kekuatan dunia Islam. Baik dari segi populasi, sumber daya alam, geografis, politis, kesadaran ideologi umat Islam, meningkatnya keberagamaan dan lain sebagainya. Nah pada saat yang sama, terjadi tendensi penurunan kekuatan di Negara-negara barat. Kita ketahui dari segi populasi, masyarakat Eropa mengalami pertumbuhan penduduk 0%, bahkan negatif. Ekonomi Amerika sekarang turun, bahkan dililit hutang yang luar biasa. Maka itu mereka kemudian membuat mapping globalization dan diantaranya kemungkinan tahun 2020 Khilafah akan tegak.
Mengenai 2020, bukan hanya NIC, bahkan mantan Wakil Ketua Parlemen Rusia (Michael Buriyev, red.), juga memperkirakan tahun 2020 Khilafah akan berdiri. Sementara Hizbut Tahrir sendiri tidak pernah memperkirakan kapan Khilafah tegak. Karena kita yakin Khilafah itu fardhullah juga wa’dullah, janji Allah.
Beberapa waktu lalu, SBY menyerukan persatuan Dunia Islam. Apa SBY juga bisa diajak untuk menegakkan Khilafah?
Oh bisa saja kenapa tidak? Selagi dia manusia, siapapun dia bisa berubah. Jangankan Pak SBY, Umar bin Khaththab saja yang dulu sangat keras mementang Islam, bisa menjadi pembela Islam yang luar biasa. Ini berpulang kepada beliau, apakah beliau mau menjadi pembela Islam atau tidak. Kalau beliau mengingat bahwa beliau akan mati dan menghadap Allah SWT, mestinya tidak ada pilihan selain membela Islam. Dan seruan untuk dunia Islam bersatu adalah seruan yang sudah sering sekali kita dengar dari banyak pihak. Cuma persoalannya adalah bagaimana kita bersatu?
Nah inilah ironinya. Ketika Hizbut Tahrir menyerukan tegaknya Khilafah yang akan memungkinkan terjadinya persatuan dunia Islam, kenapa kemudian ditolak? Dan ini berarti tidak cocok antara seruan dengan tindakan. Itulah yang sering diucapkan oleh tokoh-tokoh di Indonesia, termasuk tokoh-tokoh umat.
Menurut kami hal ini tidak boleh diteruskan. Jadi, jika menyerukan persatuan Islam di seluruh dunia Islam harus konsisten. Kita mau pakai cara apa lagi? PBB tidak mungkin. OKI tidak mungkin. Liga Arab dan ASEAN apalagi. Tidak ada cara lain selain Daulah khilafah.
Saya kira saat ini, kita tidak punya pilihan setelah sosialisme dan kapitalisme terbukti gagal. Bahkan semakin nyata kebobrokonnya. Bagaimana Krisis Ekonomi mulai melanda dunia, Yunani, Amerika, dan lain sebagainya. Nah, pertanyaannya kemana kita akan mengadu selain kepada Islam? Inilah saatnya kita kembali kepada Islam. Kita diberikan negeri yang luar biasa barokah dari Allah. Kita sendiri juga mengakui kemerdekaan Indonesia atas berkat rahmat Allah, tapi kenapa kita mengelola negeri yang dulu merdeka atas nama Allah, justru sekarang meninggalkan tuntunan Allah? Nah ini harus dihentikan, sudah saatnya kita kembali kepada Islam, kepada Al haqq, yaitu kepada Syariah.
Dan jika betul-betul kita mau menjadi khoiru ummah, maka tidak mungkin tidak kita harus bersatu, dan persatuan itu hanya mungkin terjadi dengan Khilafah. (pz)
Selasa, 19 Juli 2011
Siang Dunia, Malam Akhirat?? Emang Gitu??
Astaghfirullahi 'Adhim Ming Kulli Dzanbin 'Adzim Wa Atuubu Ilaika...
Cukup lama tidak menulis hal yang serius, seperti analisa politik, fiqh dan tulisan yang agak serius lainnya,,, mungkin salah satunya karena amanah saat ini cuma untuk data mining aja kali yaaa dan sudah ada saudara-saudara yang lain yang bisa langsung analisis (the best team of LS),,, tapi insya Allah nanti akan ada porsi target kirim-kirim tulisan ke media lagi, yah meskipun medianya selalu antipati ama tulisan yang ada tulisan khilafahnya, biar aja,,, siapa tahu editornya bosen lihat nama ane, kemudian tulisannya bisa publish dan banyak orang yang bisa mengambil manfaat dari tulisan tersebut... Amienn... heeee, teringat saat pertama kalinya tulisan opini dimuat di media koran lokal yang isi tulisannya ga sesuai lagi ama tulisan aslinya, yang diedit ama editornya,,,
Shubhanallah Walhamdulillah Walaa Ilaaha Illallah Allahu Akbar Walaa Haula Walaa Quwwata Illa Billah
Astaghfirullahi 'Adhim Ming Kulli Dzanbin 'Adzim Wa Atuubu Ilaika...
Ingat pesan Ibu, kata Beliau kalo kita udah ngerasa kecapean, coba aja tenangin diri sebentar kemudian baca bacaan seperti di atas beberapa kali sambil ambil nafas panjang...
Ampuh...
Ane sering buktiin,,, Contohnya saat ini aja ane juga lagi buktiin, mumpung belom ada amanah besar, melapas lelah, sambil nulis santai, merenungi kejadian selama seharian, berfikir apa yang akan dikerjakan besok, dan yang pasti sambil mengucap tasbih, tahmid serta istighfar,,,
Alhamdulillah fikiran kembali jernih, plonk, penatpun terasa terkurangi... Thanks Mom,,, Miss You, but I'm Sorry I can't go home now,,,
Emang bener-bener ampuh,,, Meskipun beliau ngga bisa jelasin panjang lebar, karena emang beliau ga pernah baca buku ilmiah kali ya,,, heee... tapi emang bener2 terbukti... ga percaya?? coba buktiin sendiri... heee...
Gimana ga ampuh, coba pahami satu persatu apa maksud bacaan itu...
Bacaan yang pertama "Shubhanallah Walhamdulillah Walaa Ilaaha Illallah Allahu Akbar Walaa Haula Walaa Quwwata Illa Billah"... Kalimat ini berisikan kalimat pujian (tasbih dan tahmid) pada Sang Khaliq Bahwa Allah Maha Suci, Maha Besar dan Maha Kuat... Inilah dia bacaan tahmid dan takbir... Berarti kita sebagai manusia harus mengakui bahwa kita senantiasa berada dalam keterbatasan tanpa pertolongan Allah, oleh karena itu tiada tempat lain yang bisa kita pintai pertolongan kecuali Allah dan Allahlah tempat mengadu, memasrahkan diri, dan meminta kekuatan...
Biasanya sih beliau sambil berselonjor di bilik atau duduk di kursi teras sambil beraktifitas seperti ringan, atau sambil ngobrol ringan... Hmmm... jadi tambah kangen??
Terus untuk bacaan yang kedua "Astaghfirullahi 'Adhim Ming Kulli Dzanbin 'Adzim Wa Atuubu Ilaika...
Ini adalah bacaan istighfar, maksud bacaan ini adalah meminta ampun dan penerimaan taubat, karena Allahlah Maha Pemberi Ampun dan Penerima taubat... Kenapa kita harus banyak meminta ampun dan bertaubat? Ya Jelas dong, karena dalam keseharian kita bisa dipastikan banyak perbuatan dosa kecil ataupun besar baik disengaja atau tidak...
Oleh karena itu, kita harus banyak-banyak minta ampun dan bertaubat, karena jangan-jangan kesulitan yang kita alami saat ini adalah bentuk teguran Allah kepada kita agar kita senantiasa segera meminta ampun dan bertaubat Pada Allah... dan kembali mengingat bahwa kita bukan siapa-siapa tanpa Allah,,,
Yah, mungkin demikian...
Ada yang kurang setuju??
Mari kita diskusikan,,,
Perihal judul di atas "Siang Dunia, Malam Akhirat??
Sebenarnya kalimat itu terinspirasi dari fenomena yang akan terjadi setelah ini yaitu fenomena "mendadak religi" di bulan Ramadhan dan bacaan Al-Qur'an yang artinya “Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.” (QS. Al-Qashash:73)
“Dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan” (QS. An-Naba’:11).
"Bangunlah (untuk shalat) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Qur’an itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat untuk (khusyu) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak). Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadatlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan. (Dialah) Tuhan masyrik dan maghrib, tiada Tuhan melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung. Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik." (QS. Al-Muzzammil: 1-9).
Namun akhir-akhir ini, di tengah-tengah berkecamuknya ideologi kapitalisme dengan sekulernya,,, banyak sekali orang yang memahami bahwa memang untuk siang hari hanya untuk bekerja dan malam hari untuk ibadah kalo ngga ketiduran karena siang hari sudah kecapean,,, Sehingga sangat maklum bila saat seseorang bekerja bisa-bisa melupakan waktu-waktu ibadah,,, mungkin kita sama-sama melhat dimana banyak para pekerja mulai dari seorang CEO, direktur, kuli bangunan, penjual keliling dan lain sebagainya, sebagian besar dari mereka melupakan waktu untuk beribadah... seolah-olah akhirat bisa mereka beli dengan uang,,, naudzubillahi mindzalik...
Kejadian tersebut membuat kita lupa akan firman Allah yang bunyinya "Sesungguuhnya tidaklah aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku." (QS. Adz –Dzariyat: 56).
Itinya kalo menurut bahasa orang pada umumnya, "Dunia dan Akhirat harus seimbang"...
Sebenarnya, tanpa harus dijelaskan pun kita sudah bisa memahami apa maksud ayat tersebut, namun manusia tidaklah dengan mudah menjalankannya, karena sudah manusiawi bila tidak kenal puas untuk memenuhi kenikmatan duniawi...
Manusia lupa bahwa semua yang mereka kejar sampai-sampai melupakan Rabb adalah ujian dan sumber fitnah semata.
“Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik amalannya.” (Al-Kahfi: 7)
“Sesungguhnya bagi tiap umat ada fitnah (ujian yang menyesatkan), dan fitnah umatku adalah harta.” (Shahih Sunan At-Tirmdzi no. 2336)
An-Nabhani (2001: 58) menjelaskan bahwa manusia akan senantiasa mudah tergoda dengan nikmat duniawi karena memang mereka tidak menjadikan Islam sebagai kerangka berpikir aktifitasnya, mayoritas manusia saat ini menganggap bahwa kelimpahan materi merupakan pertanda kemajuan sebuah peradaban, inilah idealisme yang ditelurkan oleh komunisme dan ditambah lagi dengan ide bahwa standar kemajuan peradaban terletak pada kemanfaatan dan individu-individu yang maju sebagaimana yang difahami oleh kaum kapitalis sehingga bukan hal aneh jika mereka menjadi manusia individualis kapitalistik.
Manusia akan mendapatkan materi, kebermanfaatan individu dan kemajuan peradabannya melalui cara apapun. Seperti yang kita ketahui bahwa secara naluriah manusia harus berupaya mempertahankan diri dan menjaga kelangsungan hidupnya, oleh karena itu bila tidak diatur dengan aturan yang benar akan membawa pada kerusakan dan merusak. Bisa kita ambil contoh seperti korupsi, penipuan, ribawi, bisnis maksiat dan cara bathil lainnya dimana semua itu menjadi hal lumrah untuk mempertahankan hidupnya saat ini bahkan bila tidak demikian orang tersebut dianggap sebagai orang yang aneh. Bahkan semuanya mendapatkan "perlindungan" hukum dari negara sebagai fasilitator. Para pemimpinpun lupa akan tugasnya untuk menyelamatkan umatnya dari lilitan api neraka.
Sangat berbeda sekali dengan Islam dimana tolok ukur kehidupan manusia berdasarkan halal dan haram, karena memang seharusnya manusia hidup dengan sebuah ideologi yang memang bersumber dari sebuah aqidah yang benar. Kebenaran Islam sebagai Ideologi banyak sekali dibantah oleh sebagian besar manusia saat ini dimana dikatakan bahwa Islam sudah tidak relevan sekali diterapkan. Islampun dijadikan bahan tawaan bahan fitnahan yang amat keji dengan radikalisasinya...
Hampir mirip pada saat orang berkata bahwa "saat saya berbisnis atau berurusan dengan duniawi, maka Islam harus disingkirkan, tapi Saya akan beribadah, menyantuni anak yatim dan lain sebagainya..."
Secara sepintas ucapan itu dianggap benar, karena memang banyak nash yang mengungkapkan bahwa manusia harus memanfaatkan siang hari untuk bekerja dan malam hari untuk istirahat dan ibadah. Namun secara tidak langsung ucapan itu telah melepaskan kita dari aturan Allah, membuat kita lupa bahwa segala aktifitas kehidupan siang maupun malam adalah dalam rangka beribadah pada Sang Kholiq... Halal haramlah tolok ukur kehidupan dimana kita selalu memikirkan bahwa segala kehidupan di dunia akan musnah, dan akhiratlah kampung kembali. Oleh karena itu manusia harus pintar-pintar memilih tempat kembali.
Hampir kurang lebih dengan perkataan "siang dunia, malam akhirat". dimana pada saat siang hari mereka disibukkan dengan dunia (materi) dan pada malam hari mereka akan beribadah sampai titik darah penghabisan,,, menurut Saya ini adalah hal yang salah. Karena setahu Saya belum ada nash yang mengatakan demikian, dengan demikian seseorang telah memisahkan Islam dari urusan dunianya, sedangkan Islam dikeluarkan guna mengatur kehidupannya. Semuanya memang harus seimbang, namun seimbang bukan berarti jika kita analogikan bila dosa kita 100 pahalanyapun harus 100,,, bukannya malah akan mebuat malaikat di akhirat bingung mas??
Oleh karena itu, selayaknya pada setiap kita berurusan dengan dunia, maka kita harus memiliki orientasi akhirat, sehingga dalam kita menjalani hidup memiliki orientasi akhirat. Saat kita berbisnis, kita tidak akan lagi mengenyampingkan aturan Allah dengan aktivitas mu'amalah kita, bergaul, berhukum, belajar hingga berpolitikpun akan senantiasa Islami...
Inilah yang disebut dengan masuk Islam secara kaffah dan menjauh dari jalan setan (QS. Al-Baqoroh : 208-209). Karena bila kita menjalani hidup tanpa aturan Islam, maka kita akan masuk dalam jalan setan, dan jalan setanpun tujuannya adalah neraka...
Namun semua itu tak semudah seperti membalikkan telapak tangan, atau seperti pasukan "power rangers" yang berubah menjadi super hero dalam sekejap,,,, tidak, bila pemerintah tetap melegalkan pelanggaran-pelanggaran Syariat,,, oleh karena itu Aturan Islam harus diadopsi secara institusional sehingga Islam akan mengatur seluruh kehidupan manusia, tidak seperti saat ini dimana Islam selalu di kesampingkan,,, Aturan Islam akan tegak hanya dalam naungan Negara Khilafah Rasyidah Islamiyah (NKRI),,,
Do You Agree?? Waafaqtum??
Jadi Kesimpulannya, siang malem untuk akhirat yaa... salah satu caranya gabung aja sama organisasi dakwah yang memperjuangkan diterapkannya hukum Allah di muka bumi secara kaffah... mengkanya sebelum gabung kita haurs bener-bener melihat, meraba dan menerawang apa dia memperjuangkan Islam secara kaffah sesuai dengan metode kenabian yaitu tegaknya khilafah Islamiyah sebagai Institusi ditegakkannya hukum Allah atau tidak... thats all...
Rabu, 13 Juli 2011
Alhamdulillah For Everything...
Minggu, 10 Juli 2011
My Reminder Was Ringing
Bukan demikian Ya Allah...
Berkahilah pilihan ini Ya Allah...
Karena hamba begitu paham dengan apa yang disebut proses...
Yaa Allah...
Iyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin
Ihdinas shirootol mustaqiim
Shiroothol ladzinna an'amta 'alaihim ghoiril maghdluubi 'alaihim walaa dzhoolliin...
Amien...
Jumat, 08 Juli 2011
Cara Meningkatkan Nafsu Makan
HAMPIR semua orang pernah kehilangan nafsu makan. Dan keadaan ini tidak selalu disebabkan oleh masalah serius. Jatuh cinta misalnya, juga bisa menjadi salah satu pemicu. Tapi apa pun alasannya, Anda perlu mengembalikan nafsu makan untuk menjaga kesehatan. Bagaimana caranya? Berikut beberapa cara yang bisa menjadi panduan Anda:
1. Jika Anda sudah kehilangan nafsu makan selama lebih dari dua minggu, cobalah menambah asupan makanan yang kaya besi, magnesium dan kalium. Selain itu, Anda juga perlu mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B dan C setiap hari. Vitamin ini tidak bisa disimpan dalam jangka waktu lama dalam tubuh dan perlu diperbarui secara teratur.
2. Cobalah mengonsumsi lima hingga enam makanan porsi kecil. Porsi kecil akan membuat Anda tidak terlalu bosan. Selain itu, pastikan makanan tersebut terdiri dari karbohidrat kompleks, seperti pasta, roti, kentang, nasi dan mie. Jika memungkinkan, pastikan Anda sarapan, meskipun hanya smoothie atau sepotong buah seperti pisang. Ini merupakan langkah awal yang baik dan menyediakan energi yang Anda perlukan untuk menghadapi hari.
3. Bagaimana dengan makanan kaya serat? Meskipun makanan kaya serat merupakan bagian penting dari diet, makanan ini akan memicu perut kembung jika Anda sudah tidak makan secara teratur selama beberapa waktu. Karena itu, cobalah mengonsumsi makanan kaya serat dalam jumlah kecil hingga selera makan Anda membaik. Anda masih bisa mendapatkan serat yang mudah dicerna dari makanan seperti kentang dan sayuran akar, pisang serta nasi.
4. Pulihkan selera makan dengan makanan berpenampilan menarik dalam porsi kecil. Sebagai contoh, cobalah menyajikan satu sendok buah berry dengan yogurt.
5. Daun alfalfa. Sistem pengobatan tradisional China menggunakan daun alfalfa untuk mengatasi gangguan pencernaan dan selera makan buruk. Alfalfa bisa digunakan dalam bentuk biji atau suplemen herbal.
6. Hindari minumam bersoda dan bergula, teh serta kopi. Selain itu, cobalah menghindari makanan bergula dan makanan olahan. Pasalnya, makanan ini kurang nutrisi dan menekan selera makan.
Diet untuk kembalikan selera makan
Kalium: Cobalah mengonsumsi makanan tinggi kalium, seperti pisang, kentang, buah kering, avokat, kacang-kacangan dan biji-bijian.
Magnesium: Makanan kaya mineral ini termasuk whole grain, kacang-kacangan dan sayuran hijau bisa membantu membangkitkan selera makan.
Vitamin A, C: Konsumsilah sayuran, buah-buahan, whole grain, kacang-kacangan, daging, unggas, ikan, telur dan produk susu setiap hari untuk memperbarui kadar kedua vitamin ini.
Biji labu. Biji labu berfungsi sebagai sumber seng. Kekurangan seng bisa memicu penurunan selera makan. Selain itu, Anda bisa mendapatkan seng dari daging merah, kepiting, kerang, sarden, unggas, dan kacang-kacangan
http://edwien.wordpress.com/2010/07/02/cara-meningkatkan-nafsu-makan/
Rabu, 06 Juli 2011
Wanita Yang Mendapat Pujian Dan Wanita Yang Dilakanat Allah
“Seutama-utama wanita ahli surga adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Maryam binti Imran dan Asiyah binti Muzahim.” (HR. Ahmad)
Jibril datang kepada Nabi kemudian berkata: Wahai Rasulullah, ini Khadijah datang membawa bejana berisi lauk pauk, makanan dan minuman. Maka jika ia telah tiba, sampaikan salam untuknya dari Rabbnya dan dari aku, dan sampaikan kabar gembira untuknya dengan sebuah rumah dari mutiara di surga, tidak ada keributan di dalamnya dan tidak pula ada kepayahan.” (HR. Al-Bukhari).
Dalam shahih Muslim menurut syarah An Nawawi Nabi bersabda: “Fathimah merupakan belahan diriku. Siapa yang menyakitinya, berarti menyakitiku.”
3. Maryam binti Imran
4. Asiyah binti Muzahim
“Fir’aun memukulkan kedua tangan dan kakinya (Asiyah) dalam keadaan terikat. Maka ketika mereka (Fir’aun dan pengikutnya) meninggalkan Asiyah, malaikat menaunginya lalu ia berkata: Ya Rabb bangunkan sebuah rumah bagiku di sisimu dalam surga. Maka Allah perlihatkan rumah yang telah disediakan untuknya di surga sebelum meninggal.”
2. Istri Nabi Luth
1. Ahkamun Nisa’, Ibnul Jauzi.
2. Fathul Bari, Ibnu Hajar Al-Atsqalani.
3. Tuhfatul Ahwadzi, Al Mubarakfuri.
4. Wanita-wanita Shalihat Dalam Lintas Sejarah Islam, Muhyidin Abdul Hamid.










