This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selamat Datang Semoga Bermanfaat, Pengelola Web Akan Sangat Senang Bila Anda Berkenan Meninggalkan Jejak Berupa Koment Atas Postingan Kami

Minggu, 24 Juli 2011

Mush’ab bin Umair

…duta pertama dalam Islam.
 
.
Nama sebenaranya adalah Mush’ab bin ‘Umair bin Hasyim bin Abdu Manaf al-‘Abdary al-Qursy. Digelari ‘Safir al-islam’(Duta Islam) dan ‘Mush’ab al-Khoir’(Mush’ab yang bijak), ‘al-Qori ‘(tukang baca). Beliau adalah diantara sahabat pemberani. Beliau wafat sebagai syahid pada tahun 3 Hijriah, berumur 40 tahun (atau lebih sedikit).
.

Masa kecilnya bahagia karena dibesarkan di keluarga kaya. Ibunya bernama khonnas binti malik, pemilik harta yang melimpah di kota Mekkah. Ketika menginjak dewasa, beliau adalah pemuda yang gagah, berwibawa dan paling disegani di kalangan penduduk Mekkah.

Semenjak mengikrarkan diri ikut ajaran Islam, banyak sekali cobaan yang dideritannya. Ibunya sendiri ketika tahu dia masuk Islam langsung mengurung dan menahannya di rumah dengan dipagari penjaga. Tidak hanya itu, beliau tidak diberi makan dan minum. Perutnya melilit kesakitan! Cobaan ini dihadapinya dengan penuh kesabaran hingga akhirnya keluar dari rumah setelah memperdayai penjaganya. Setelah keluar dari rumahnya, beliau langsung ikut dalam barisan umat Islam berhijrah ke Habaysah (Ethopia).

Suatu hari ibunya menangis tersedu-sedu di depannya dengan harapan agar beliau dan keluar dari ajaran Islam. Tapi dengan keyakinannya yang kuat, beliau menolak permintaan ibunya itu dengan baik. Mendengar jawaban anaknya, ibunya memutuskan untuk tidak memberi kebutuhan hidupnya lagi.

Beliau pun rela dengan keputusannya itu. Kini hidupnya tidak semewah dulu. Makan dan minumnya tidak teratur. Bahkan untuk pakiannya saja tidak diurus. Umat Islam sangat sedih melihat keadaan beliau yang sangat miskin dan tidak punya apa-apa. Pakian yang dipakai compang-camping dan makan seadanya. Rasulullah sangat memuji dengan seperti ini.

Dalam sejarah perkembangan Islam, beliau adalah duta pertama yang pernah dikirim Rasulullah ke dua belas laki-laki yang baru masuk Islam dari Yatsrib (sekarang Madinah) untuk ikut dalam pembaiatan ‘Aqobah pertama’. Tujuan pengutusan beliau, agar bisa mengajarkan kepada yang lain. Inilah sejarah ‘duta’(safir) atau Ambassador’ dalam Islam.

Diantara orang-orang yang masuk Islam atas bimbinggannya adalah Usaid bin al-Khodir, Sa’ad bin Mu’adh; keduanya adalah pengetua kaumnya. Setelah enam bulan berada di Madinah beliau balik ke tujuh dua orang muslim. Beliau juga orang pertama yang sholat jum’ah. Selama berada di Madinah, beliau tidak pernah meninggalkan rumah kecuali dengan berzikir kepada Allah dan Rasul-Nya. Maka, karena itulah umat Islam mengelari ‘Mush’ab al-Khoir’ (Mush’ab yang selalu berbuat baik). Selama hidup berjuang bersama Rasulullah, beliau pernah dikenalkan dengan Abu Ayyub al-Anshory.

Pada waktu terjadi dan Uhud, beliaulah yang membawa bendera Rasul. Perang Uhud memberikan pengalaman yang berharga baginya. Ketika sedang berkecamuk perang, tanggan kanannya terkena pukulan . Kemudian beliau potong tanggan kanannya karena tidak berfungsi lagi. Bendera Rasul diangkat dengan tangan kirinya. Tangan kirinya juga terkena pukulan . Beliau juga potong tangan kirinya itu. Bendera Rasul itu kemudian diapit di dadanya. Beliau masih ingin berperang. Akhirnya menusuk dadanya dengan tombak hingga akhirnya terjatuh dan mati sebagai syahid.

Beliau mirip , hingga Ibn Qomiah mengira telah membunuh Rasulullah. Kemudina dia berteriak memberi tahu bahwa Rasulullah terbunuh di tangannya. Setelah perang usai, umat Islam mendapati tubuhnya tertutupi kain pendek saja. Jika kepalanya ditutupi kain itu, kakinya kelihatan, begitu juga jika kakinya ditutupi kain itu, kepalanya terbuka. Rasulullah akhirnya perintahkan untuk menutupi kakinya dengan daun.

Menurut suatu pendapat bahwa firman Allah; “Diantara orang-orang mukmin ada orang-orang yang percaya terhadap apa yang mereka janjikan kepada Allah”(QS.al-Ahzab;23) diturunkan ketika wafatnya Mush’ab.

Sumber: http://www.2lisan.com/agama/sahabat-agama/mushab-bin-umair/

Jumat, 22 Juli 2011

Tidak Boleh Diremehkan

Memang kecil, tapi tidak boleh diremehkan,,,

Semua diraih dengan usaha yang tidak mudah dan tanpa lelah,,, Ini memang salah satu mimpiku, inilah salah satu tahapan yang harus ku jalani dari berbagai tahapan yang ada,,, "Man proposes Allah Disposses", manusia berusaha, Allah jualah yang menentukan,,, sesakit apapun saat ini, Aku tak akan pernah berhenti karena akan terasa sangat lebih menyakitkan bila kita tidak melakukan apapun, pasrah akan keadaan.

Inilah bentuk syukurku atas nikmat yang Allah berikan, nikmat Iman sebagai poros atas segala kekuatanku, selalu menggerakkan pikiranku, langkahpun terukir menjejak noktah emas dalam hidup ini... Alhamdulillah, sebagai seorang makhluk, berusaha memberikan yang terbaik untuk Khaliq merupakan hal terindah rasanya, namun tak sanggup rasanya diri ini menjadi sosok sempurna, banyak sekali kekurangan,,, Ya Allah jadikanlah hamba ini sebagai hamba yang senantiasa beramal sholeh layaknya orang-orang yang telah engkau jamin atas syurga-MU...

Sunggguh tak pantas rasanya hamba mengemis Syurga-MU
Namun Sungguh diri ini takut akan siksa neraka-MU...
Ya Allah, Berkahilah segala aktifitas hamba...
Hamba mengemis Ridlo-MU...
Jangan biarkan hamba menjadi orang-orang yang rugi karena lalai akan diri-MU


It's just the small thing, all about accounting really really make me sinting, bikin mata juling, rambutpun kriting. aku tak ingin gagal karena kurang menguasai akuntansi, sebenarnya ini adalah urusan sepele... I have to study more, so many thing I can't do better, but it is not big things,,, Insya Allah I can solve this...

Kamis, 21 Juli 2011

Khilafah Mengikat Semua Golongan

 Luangkanlah waktu Anda untuk membaca tulisan ini, Pada awalnya tulisan ini berjudul "Ismail Yusanto: Dulu Kita Merdeka Atas Nama Allah, Kenapa Sekarang Meninggalkan Tuntunan Allah?" terbitan sebuah media online ERAMUSLIM tertanggal 13 Juli 2011, sangat menarik untuk dibaca, khususnya yang masih penasaran terhadap pergerakan Hizbut Tahrir, atau bahkan Anda antipati terhadap perjuangannya?... Happy Reading...

Pada bulan Rajab 1432 H lalu, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menggelar rangkaian marathon konferensi Rajab yang dimulai dari kota Banjarmasin ( 2/06/2011) hingga puncaknya di Jakarta (29/06/2011). Ide yang diusung pun sangat visioner, yakni menegakkan Syariah dibawah naungan Khilafah Islamiyah.

Acara yang berlangsung di Jakarta sendiri berlangsung semarak. Dengan dibanjiri 25.000 peserta, acara diisi orasi dari berbagai tokoh Hizbut Tahrir dan masyarakat untuk segera menegakkan Syariah dan Khilafah demi persatuan umat. Karena menurut Ismail Yusanto, selaku Jubir HTI, mengatakan hanya Khilafah lah yang bisa menyatukan seluruh elemen Umat Islam.

“Kita mau pakai cara apa lagi? PBB tidak mungkin. OKI tidak mungkin. Liga Arab dan ASEAN apalagi. Tidak ada cara lain selain Daulah Khilafah.” Tandasnya penuh semangat kepada Eramuslim.com.
Bahkan Ismail Yusanto menantang SBY untuk membuktikan ucapannya di Bekasi (26/6) bahwa harus terjadi persatuan dunia Islam dalam menghadapi tantangan global.

”Kalau beliau (SBY, red.) mengingat bahwa beliau akan mati dan menghadap Allah SWT, mestinya tidak ada pilihan selain membela Islam. ” Tantangnya.

Lantas bagaimanakah cara mewujudkan Khilafah Islamiyah? Instrumen apakah yang akan dipakai Hizbut Tahrir? Bagaimana pula pandangannya mengenai gerakan Islam yang berjihad dalam menegakkan Khilafah Islamiyah? Betulkah Khilafah akan tegak di tahun 2020? Wartawan Eramuslim.com, Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi, mewawancara Ismail Yusanto untuk mendiskusikan itu semua, seusai Konferensi Pers yang dilakukan HTI di sela-sela Konferensi Rajab. Berikut petikan wawancara kami.

Hizbut Tahrir sudah beberapa kali melakukan Konferensi tentang Khilafah, apakah masyarakat semakin sadar butuh Khilafah?

Iya kami merasa seperti itu. Setiap dua tahun sekali, terakhir tahun 2010, kami meng-hire perusahaan riset untuk melakukan survey nasional tentang berbagai isu penting. Diantaranya mengenai Syariah dan Khilafah. Nah, hasilnya pendukung Syariah itu diatas 73 % dari 1300 responden di 30 kota besar. Kemudian pendukung Khilafah malah lebih besar lagi, yakni 83%. Itu penelitian yang kami hire.

Sementara Setara Institute juga pernah melakukan survey sikap masyarakat untuk Pluralisme, Toleransi, tapi di dalamnya ada pertanyaan mengenai Khilafah. Nah, ternyata di Jabotabek ada 34,6 % yang mendukung Khilafah. Di Bogor lebih besar lagi, yakni yang mendukung 46 % dan yang menolak 41 %. Kemudian di Depok antara yang mendukung dengan yang tidak, hasilnya fifty-fifty. Nah jadi, selain kami terjun langsung ke grasroot bertemu dengan para ulama dan umat, kami merasakan bagaimana dukungan itu makin hari, makin besar.

Ide Khilafah ini sangat besar, sementara masyarakat Indonesia masih rendah Keimanannya. Apa mereka bisa diajak menegakkan Khilafah?

Nah ini yang sering disalah pahami banyak orang. Seolah-olah ketika Hizbut Tahrir mengajak umat mendirikan Khilafah lantas melupakan hal-hal yang bersifat esensial dan elementer. Seruan kami mengajak untuk tegaknya Syariah dan Khilafah itu ibarat vision and mission statement. Yang namanya Visi itu pasti menyangkut sesuatu yang besar, jauh kedepan, dan diharapkan mampu menyelesaikan seluruh persoalan yang dihadapi.

Tetapi di dalam pelaksanaannya, coba perhatikan apa yang dilakukan Hizbut Tahrir? Kita memulainya dengan melakukan pembinaan/halaqoh. Dan di dalam halaqoh itu dijelaskan mengenai aqidah, keterikatan seorang muslim kepada syariah, termasuk dalam ibadah. Maka Insya Allah, dari pengalaman kami selama ini, mereka-mereka yang ikut dalam pembinaan bersama Hizbut Tahrir, justru keterikatan kepada Syariah termasuk di dalam ibadah semakin hari semakin meningkat.

Bahkan lebih Syumul (Sempurna)?

Iya jadi lebih syumul. Karena kemudian dia melihat, mana persoalan pribadi, persoalan ibadah, akhlak, akidah, atau muamalah. Jadi mereka tahu ibadahnya dan muamalah-nya bagus, termasuk juga dawah.
Gerakan-gerakan Islam memiliki Visi dan Misinya masing-masing, Bagaimana Hizbut Tahrir menyatukan mereka semua? Mengingat Ide Khilafah menaungi semua golongan

Sebenarnya dalam dialog kami dengan berbagai kelompok Islam, itu tidak ada perbedaan esensial terhadap Syariah dan Khilafah. Syariah dan Khilafah itu disetujui oleh seluruh gerakan Islam. Bahkan kita datang ke pesantren, ke ulama, ke pimpinan Muhammadiyah di berbagai daerah, mereka juga mendukung (Syariah dan Khilafah). Karena mereka menyadari, bahwa Khilafah adalah ide Islam, bukan hanya ide Hizbut Tahrir.

Yang berbeda adalah pada metode atau thoriqoh perjuangannya. Nah kalau sudah menyangkut metode atau thoriqoh perjuangan, hal itu kembali pada diri masing-masing. Bukan lagi hak kami untuk mencampuri. Namun kami mengambil sisi positifnya bahwa ini memang keragaman yang tidak bisa dielakkan terjadi di tengah-tengah umat. Tapi yang paling penting adaah semuanya mengarah kepada visi dan misi yang sama, yakni tegaknya Syariah dan Khilafah.

Isu Transnasional sekarang menjadi sasaran Densus. Hizbut Tahrir Indonesia masih mau jalan terus?

Insya Allah kita akan jalan terus. Apa pun hambatan dan rintangan yang kita hadapi, hal itu tidak akan membuat kita surut sejengkal pun. Karena perjuangn memang sudah sunatullah seperti itu. Tapi kita juga perlu mencermati, bahwa kemungkinan-kemungkinan terjadinya hambatan itu harus sebisa mungkin kita cegah. Seperti RUU Intelejen, kita juga berdialog dengan berbagai komponen masyarakat. Baik itu di dalam tubuh umat Islam maupun yang ada di luar. Termasuk kami juga berdialog dengan komponen yang ada di parlemen, ternyata tidak hanya Hizbut Tahrir yang menolak itu, tapi hampir semuanya menolak RUU itu. Karena RUU ini mengancam mereka juga. Karena dalam RUU intelejen ada kewenangan menyadap, kalau sudah ada kewenangan menyadap siapapun bisa menyadap. Ada kewenangan menangkap tanpa bukti awal, maka siapapun juga bisa ditangkap.

Nah karena itu, dengan dialog dan komunikasi yang kami lakukan, insya Allah kekuatan yang menolak munculnya RUU itu semakin hari semakin besar.

Dalam pandangan Hizbut Tahrir, bagaimana cara menegakkan Khilafah? Apakah dengan Demokrasi, Jihad, atau Dakwah Tauhid?

Hizbut Tahrir menolak demokrasi, karenanya Hizbut Tahrir tidak akan menempuh cara demokrasi, karena demokrasi itu berarti kedaulatan di tangan rakyat. Sedangkan Hizbut Tahrir meyakini kedaulatan itu di tangan Allah SWT. Tetapi tidak berarti bahwa Hizbut Tahrir mengharamkan pemilihan umum. Karena pemilihan itu hanya cara untuk memilih wakil dan ini masuk dalam bab Wakalah. Wakalah itu ada empat unsur, ada wakil, muwakkil, ijab qabul, dan ada amal yang harus dilakukan oleh wakil atas perintah muwakkil.
Nah, dari empat unsur ini yang menjadi persoalan adalah amal. Amal apakah yang dilakukan wakil atas perintah muwakkil? Kalau amalnya sesuai aqidah dan syariah maka amal itu kita terima. Kalau bertentangan, maka kita tolak.

Nah kembali kepada metode, lantas dengan metode apa Hizbut Tahrir menegakkan Khilafah? Maka kami mengatakan dengan metode Rasulullah SAW, yakni dengan pembinaan dan pengkaderan.

Kemudian, melakukan interaksi di tengah masyarakat. Kita bergerak di tengah masyarakat menjelaskan Islam lalu mereka faham, maka muncullah Al way’ul ‘am, (kesadaran umum tengan Islam). Al Way’ul siyasi (kesadaran politik tentang Islam). Kita juga melakukan kontak kepada ashabul fa’aliyat (mereka yang memiliki pengaruh), ahlul quwwah (pemiliki kekuatan). Sampai akhirnya, sebagaimana Rasulullah SAW dia didukung oleh ahlun nusroh (pemegang kekuatan penentu), maka tegaklah daulah Islam pertama di Madinah. Kira-kira begitu secara ringkas.

Nah mengenai jihad, Hizbut Tahrir dalam berbagai kesempatan selalu mengatakan bahwa kami melakukan dakwah non kekerasan. Kenapa? Karena dakwah itu tujuannya adalah merubah pemikiran seseorang. Merubah pemikiran harus dengan pemikiran, tidak bisa dengan kekerasan. Kedua, kami melakukan dakwah siyasi (politik)untuk perubahan politik.

Tapi tidak berarti bahwa Hizbut Tahrir kemudian menolak Jihad, karena Jihad adalah ajaran Islam. Jihad itu bisa dilakukan pada waktunya. Nah kapan Jihad itu dilakukan? Satu, ketika umat Islam diserang. Maka wajib umat Islam membela diri seperti terjadi di Irak, Palestina, Afghanistan,di Ambon dan juga Poso dulu.
Dan yang kedua adalah jihad hujumi. Ini jihad ofensif untukfutuhat (pembebasan). Nah ini terjadi jika umat Islam dipimpin oleh seorang Kholifah.

Lalu, kira-kira kapan Khilafah Tegak?

Khilafah tegak itu sangat tergantung kepada nashrullah (pertolongan Allah). Dan nashrullah itu qodho (ketetapan) dari Allah, kita tidak tahu, Allahua’lam. Tetapi banyak analis dari Barat khususnya, seperti NIC (National Intelligence Council), pada konferensi tahun 2005 memperkirakan bahwa tahun 2020 kemungkinan Khilafah bisa berdiri.

Apa Indikasinya?

Nah indikasinya mereka mengkaji tren global, misalnya kenaikan dan kekuatan dunia Islam. Baik dari segi populasi, sumber daya alam, geografis, politis, kesadaran ideologi umat Islam, meningkatnya keberagamaan dan lain sebagainya. Nah pada saat yang sama, terjadi tendensi penurunan kekuatan di Negara-negara barat. Kita ketahui dari segi populasi, masyarakat Eropa mengalami pertumbuhan penduduk 0%, bahkan negatif. Ekonomi Amerika sekarang turun, bahkan dililit hutang yang luar biasa. Maka itu mereka kemudian membuat mapping globalization dan diantaranya kemungkinan tahun 2020 Khilafah akan tegak.

Mengenai 2020, bukan hanya NIC, bahkan mantan Wakil Ketua Parlemen Rusia (Michael Buriyev, red.), juga memperkirakan tahun 2020 Khilafah akan berdiri. Sementara Hizbut Tahrir sendiri tidak pernah memperkirakan kapan Khilafah tegak. Karena kita yakin Khilafah itu fardhullah juga wa’dullah, janji Allah.

Beberapa waktu lalu, SBY menyerukan persatuan Dunia Islam. Apa SBY juga bisa diajak untuk menegakkan Khilafah?

Oh bisa saja kenapa tidak? Selagi dia manusia, siapapun dia bisa berubah. Jangankan Pak SBY, Umar bin Khaththab saja yang dulu sangat keras mementang Islam, bisa menjadi pembela Islam yang luar biasa. Ini berpulang kepada beliau, apakah beliau mau menjadi pembela Islam atau tidak. Kalau beliau mengingat bahwa beliau akan mati dan menghadap Allah SWT, mestinya tidak ada pilihan selain membela Islam. Dan seruan untuk dunia Islam bersatu adalah seruan yang sudah sering sekali kita dengar dari banyak pihak. Cuma persoalannya adalah bagaimana kita bersatu?

Nah inilah ironinya. Ketika Hizbut Tahrir menyerukan tegaknya Khilafah yang akan memungkinkan terjadinya persatuan dunia Islam, kenapa kemudian ditolak? Dan ini berarti tidak cocok antara seruan dengan tindakan. Itulah yang sering diucapkan oleh tokoh-tokoh di Indonesia, termasuk tokoh-tokoh umat.

Menurut kami hal ini tidak boleh diteruskan. Jadi, jika menyerukan persatuan Islam di seluruh dunia Islam harus konsisten. Kita mau pakai cara apa lagi? PBB tidak mungkin. OKI tidak mungkin. Liga Arab dan ASEAN apalagi. Tidak ada cara lain selain Daulah khilafah.

Apa pesan Ustadz kepada Umat?

Saya kira saat ini, kita tidak punya pilihan setelah sosialisme dan kapitalisme terbukti gagal. Bahkan semakin nyata kebobrokonnya. Bagaimana Krisis Ekonomi mulai melanda dunia, Yunani, Amerika, dan lain sebagainya. Nah, pertanyaannya kemana kita akan mengadu selain kepada Islam? Inilah saatnya kita kembali kepada Islam. Kita diberikan negeri yang luar biasa barokah dari Allah. Kita sendiri juga mengakui kemerdekaan Indonesia atas berkat rahmat Allah, tapi kenapa kita mengelola negeri yang dulu merdeka atas nama Allah, justru sekarang meninggalkan tuntunan Allah? Nah ini harus dihentikan, sudah saatnya kita kembali kepada Islam, kepada Al haqq, yaitu kepada Syariah.

Dan jika betul-betul kita mau menjadi khoiru ummah, maka tidak mungkin tidak kita harus bersatu, dan persatuan itu hanya mungkin terjadi dengan Khilafah. (pz)

Selasa, 19 Juli 2011

Siang Dunia, Malam Akhirat?? Emang Gitu??

Shubhanallah Walhamdulillah Walaa Ilaaha Illallah Allahu Akbar Walaa Haula Walaa Quwwata Illa Billah
Astaghfirullahi 'Adhim Ming Kulli Dzanbin 'Adzim Wa Atuubu Ilaika...

Cukup lama tidak menulis hal yang serius, seperti analisa politik, fiqh dan tulisan yang agak serius lainnya,,, mungkin salah satunya karena amanah saat ini cuma untuk data mining aja kali yaaa dan sudah ada saudara-saudara yang lain yang bisa langsung analisis (the best team of LS),,, tapi insya Allah nanti akan ada porsi target kirim-kirim tulisan ke media lagi, yah meskipun medianya selalu antipati ama tulisan yang ada tulisan khilafahnya, biar aja,,, siapa tahu editornya bosen lihat nama ane, kemudian tulisannya bisa publish dan banyak orang yang bisa mengambil manfaat dari tulisan tersebut... Amienn... heeee, teringat saat pertama kalinya tulisan opini dimuat di media koran lokal yang isi tulisannya ga sesuai lagi ama tulisan aslinya, yang diedit ama editornya,,,



Shubhanallah Walhamdulillah Walaa Ilaaha Illallah Allahu Akbar Walaa Haula Walaa Quwwata Illa Billah
Astaghfirullahi 'Adhim Ming Kulli Dzanbin 'Adzim Wa Atuubu Ilaika...


Ingat pesan Ibu, kata Beliau kalo kita udah ngerasa kecapean, coba aja tenangin diri sebentar kemudian baca bacaan seperti di atas beberapa kali sambil ambil nafas panjang...


Ampuh...
Ane sering buktiin,,, Contohnya saat ini aja ane juga lagi buktiin, mumpung belom ada amanah besar, melapas lelah, sambil nulis santai, merenungi kejadian selama seharian, berfikir apa yang akan dikerjakan besok, dan yang pasti sambil mengucap tasbih, tahmid serta istighfar,,,


Alhamdulillah fikiran kembali jernih, plonk, penatpun terasa terkurangi... Thanks Mom,,, Miss You, but I'm Sorry I can't go home now,,,


Emang bener-bener ampuh,,, Meskipun beliau ngga bisa jelasin panjang lebar, karena emang beliau ga pernah baca buku ilmiah kali ya,,, heee... tapi emang bener2 terbukti... ga percaya?? coba buktiin sendiri... heee...

Gimana ga ampuh, coba pahami satu persatu apa maksud bacaan itu...
Bacaan yang pertama "Shubhanallah Walhamdulillah Walaa Ilaaha Illallah Allahu Akbar Walaa Haula Walaa Quwwata Illa Billah"... Kalimat ini berisikan kalimat pujian (tasbih dan tahmid) pada Sang Khaliq Bahwa Allah Maha Suci, Maha Besar dan Maha Kuat... Inilah dia bacaan tahmid dan takbir... Berarti kita sebagai manusia harus mengakui bahwa kita senantiasa berada dalam keterbatasan tanpa pertolongan Allah, oleh karena itu tiada tempat lain yang bisa kita pintai pertolongan kecuali Allah dan Allahlah tempat mengadu, memasrahkan diri, dan meminta kekuatan...


Biasanya sih beliau sambil berselonjor di bilik atau duduk di kursi teras sambil beraktifitas seperti ringan, atau sambil ngobrol ringan... Hmmm... jadi tambah kangen??

Terus untuk bacaan yang kedua "Astaghfirullahi 'Adhim Ming Kulli Dzanbin 'Adzim Wa Atuubu Ilaika...

Ini adalah bacaan istighfar, maksud bacaan ini adalah meminta ampun dan penerimaan taubat, karena Allahlah Maha Pemberi Ampun dan Penerima taubat... Kenapa kita harus banyak meminta ampun dan bertaubat? Ya Jelas dong, karena dalam keseharian kita bisa dipastikan banyak perbuatan dosa kecil ataupun besar baik disengaja atau tidak... 


Oleh karena itu, kita harus banyak-banyak minta ampun dan bertaubat, karena jangan-jangan kesulitan yang kita alami saat ini adalah bentuk teguran Allah kepada kita agar kita senantiasa segera meminta ampun dan bertaubat Pada Allah... dan kembali mengingat bahwa kita bukan siapa-siapa tanpa Allah,,,


Yah, mungkin demikian...


Ada yang kurang setuju??


Mari kita diskusikan,,,


Perihal judul di atas "Siang Dunia, Malam Akhirat??

Sebenarnya kalimat itu terinspirasi dari fenomena yang akan terjadi setelah ini yaitu fenomena "mendadak religi" di bulan Ramadhan dan bacaan Al-Qur'an yang artinya
“Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.” (QS. Al-Qashash:73)

“Dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan” (QS. An-Naba’:11).

"Bangunlah (untuk shalat) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Qur’an itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat untuk (khusyu) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak). Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadatlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan. (Dialah) Tuhan masyrik dan maghrib, tiada Tuhan melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung. Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik." (QS. Al-Muzzammil: 1-9).

“Sesungguhnya Allah SWT sangat menyukai hamba-Nya yang Mukmin dan berusaha”. (HR. Thabrani dan Baihaqi dari lbnu ‘Umar)

”Barangsiapa yang bekerja keras mencari nafkah untuk keluarganya, maka sama dengan pejuang dijaIan Allah ‘Azza Wa Jalla”. (HR. Ahmad)

Dari beberapa ayat dan hadits di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa manusia wajib bekerja mencari nafkah serta beribadah dengan penuh syukur, sabar dan ketekunan.

Namun akhir-akhir ini, di tengah-tengah berkecamuknya ideologi kapitalisme dengan sekulernya,,, banyak sekali orang yang memahami bahwa memang untuk siang hari hanya untuk bekerja dan malam hari untuk ibadah kalo ngga ketiduran karena siang hari sudah kecapean,,, Sehingga sangat maklum bila saat seseorang bekerja bisa-bisa melupakan waktu-waktu ibadah,,, mungkin kita sama-sama melhat dimana banyak para pekerja mulai dari seorang CEO, direktur, kuli bangunan, penjual keliling dan lain sebagainya, sebagian besar dari mereka melupakan waktu untuk beribadah... seolah-olah akhirat bisa mereka beli dengan uang,,, naudzubillahi mindzalik...

Kejadian tersebut membuat kita lupa akan firman Allah yang bunyinya "Sesungguuhnya tidaklah aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku." (QS. Adz –Dzariyat: 56).

Itinya kalo menurut bahasa orang pada umumnya, "Dunia dan Akhirat harus seimbang"...

Sebenarnya, tanpa harus dijelaskan pun kita sudah bisa memahami apa maksud ayat tersebut, namun manusia tidaklah dengan mudah menjalankannya, karena sudah manusiawi bila tidak kenal puas untuk memenuhi kenikmatan duniawi...

Manusia lupa bahwa semua yang mereka kejar sampai-sampai melupakan Rabb adalah ujian dan sumber fitnah semata.

“Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik amalannya.” (Al-Kahfi: 7)

“Sesungguhnya bagi tiap umat ada fitnah (ujian yang menyesatkan), dan fitnah umatku adalah harta.” (Shahih Sunan At-Tirmdzi no. 2336)

An-Nabhani (2001: 58) menjelaskan bahwa manusia akan senantiasa mudah tergoda dengan nikmat duniawi karena memang mereka tidak menjadikan Islam sebagai kerangka berpikir aktifitasnya, mayoritas manusia saat ini menganggap bahwa kelimpahan materi merupakan pertanda kemajuan sebuah peradaban, inilah idealisme yang ditelurkan oleh komunisme dan ditambah lagi dengan ide bahwa standar kemajuan peradaban terletak pada kemanfaatan dan individu-individu yang maju sebagaimana yang difahami oleh kaum kapitalis sehingga bukan hal aneh jika mereka menjadi manusia individualis kapitalistik.

Manusia akan mendapatkan materi, kebermanfaatan individu dan kemajuan peradabannya melalui cara apapun. Seperti yang kita ketahui bahwa secara naluriah manusia harus berupaya mempertahankan diri dan menjaga kelangsungan hidupnya, oleh karena itu bila tidak diatur dengan aturan yang benar akan membawa pada kerusakan dan merusak. Bisa kita ambil contoh seperti korupsi, penipuan, ribawi, bisnis maksiat dan cara bathil lainnya dimana semua itu menjadi hal lumrah untuk mempertahankan hidupnya saat ini bahkan bila tidak demikian orang tersebut dianggap sebagai orang yang aneh. Bahkan semuanya mendapatkan "perlindungan" hukum dari negara sebagai fasilitator. Para pemimpinpun lupa akan tugasnya untuk menyelamatkan umatnya dari lilitan api neraka.

Sangat berbeda sekali dengan Islam dimana tolok ukur kehidupan manusia berdasarkan halal dan haram, karena memang seharusnya manusia hidup dengan sebuah ideologi yang memang bersumber dari sebuah aqidah yang benar. Kebenaran Islam sebagai Ideologi banyak sekali dibantah oleh sebagian besar manusia saat ini dimana dikatakan bahwa Islam sudah tidak relevan sekali diterapkan. Islampun dijadikan bahan tawaan bahan fitnahan yang amat keji dengan radikalisasinya...

Hampir mirip pada saat orang berkata bahwa "saat saya berbisnis atau berurusan dengan duniawi, maka Islam harus disingkirkan, tapi Saya akan beribadah, menyantuni anak yatim dan lain sebagainya..."

Secara sepintas ucapan itu dianggap benar, karena memang banyak nash yang mengungkapkan bahwa manusia harus memanfaatkan siang hari untuk bekerja dan malam hari untuk istirahat dan ibadah. Namun secara tidak langsung ucapan itu telah melepaskan kita dari aturan Allah, membuat kita lupa bahwa segala aktifitas kehidupan siang maupun malam adalah dalam rangka beribadah pada Sang Kholiq... Halal haramlah tolok ukur kehidupan dimana kita selalu memikirkan bahwa segala kehidupan di dunia akan musnah, dan akhiratlah kampung kembali. Oleh karena itu manusia harus pintar-pintar memilih tempat kembali.


Hampir kurang lebih dengan perkataan "siang dunia, malam akhirat". dimana pada saat siang hari mereka disibukkan dengan dunia (materi) dan pada malam hari mereka akan beribadah sampai titik darah penghabisan,,, menurut Saya ini adalah hal yang salah. Karena setahu Saya belum ada nash yang mengatakan demikian, dengan demikian seseorang telah memisahkan Islam dari urusan dunianya, sedangkan Islam dikeluarkan guna mengatur kehidupannya. Semuanya memang harus seimbang, namun seimbang bukan berarti jika kita analogikan bila dosa kita 100 pahalanyapun harus 100,,, bukannya malah akan mebuat malaikat di akhirat bingung mas??

Oleh karena itu, selayaknya pada setiap kita berurusan dengan dunia, maka kita harus memiliki orientasi akhirat, sehingga dalam kita menjalani hidup memiliki orientasi akhirat. Saat kita berbisnis, kita tidak akan lagi mengenyampingkan aturan Allah dengan aktivitas mu'amalah kita, bergaul, berhukum, belajar hingga berpolitikpun akan senantiasa Islami...

Inilah yang disebut dengan masuk Islam secara kaffah dan menjauh dari jalan setan (QS. Al-Baqoroh : 208-209). Karena bila kita menjalani hidup tanpa aturan Islam, maka kita akan masuk dalam jalan setan, dan jalan setanpun tujuannya adalah neraka...

Namun semua itu tak semudah seperti membalikkan telapak tangan, atau seperti pasukan "power rangers" yang berubah menjadi super hero dalam sekejap,,,, tidak, bila pemerintah tetap melegalkan pelanggaran-pelanggaran Syariat,,, oleh karena itu Aturan Islam harus diadopsi secara institusional sehingga Islam akan mengatur seluruh kehidupan manusia, tidak seperti saat ini dimana Islam selalu di kesampingkan,,, Aturan Islam akan tegak hanya dalam naungan Negara Khilafah Rasyidah Islamiyah (NKRI),,,

Do You Agree?? Waafaqtum??

Jadi Kesimpulannya, siang malem untuk akhirat yaa... salah satu caranya gabung aja sama organisasi dakwah yang memperjuangkan diterapkannya hukum Allah di muka bumi secara kaffah... mengkanya sebelum gabung kita haurs bener-bener melihat, meraba dan menerawang apa dia memperjuangkan Islam secara kaffah sesuai dengan metode kenabian yaitu tegaknya khilafah Islamiyah sebagai Institusi ditegakkannya hukum Allah atau tidak... thats all...

Rabu, 13 Juli 2011

Alhamdulillah For Everything...

 

Shubhanallah begitu besar anugerah Allah,,,
Alhamdulillah sedikit demi sedikit sudah bisa mulai rampung...
Tak kuasa rasanya diri ini melukiskan betapa besar karunia Allah pada diri ini,,, 

Bagi rekan-rekan pengunjung www.perantauideologis.co.cc, sejak saat ini sudah bisa mengunjungi web baru Saya di www.pioneercenter.co.tv di sana Saya menjual beberapa produk IT seperti Laptop, PC, Tablet, LCD Proyektor, dan segala macam Accessoriesnya serta beberapa produk herbal... Insya Allah harga bersaing dan kualitas OK...

Pioneer Center juga melayani COD, silahkan dapatkan berbagai keuntungan dan kemudahan bila Anda berkenan berbelanja di tempat kami...

Bagi yang berkenan juga dipersilahkan mengunjungi halaman Facebook PioneerCenter Aja.

Terimakasih kepada semua pihak atas dukungannya....

mohon dukungan doa atas kelancara usaha ini...

Allahumma yassir walaa tu'assir watammim bilkhoir...

Allahummaftah lanaa abwaaba ma'unatika, wa abwaaba rizqika,,,

Amien...


Minggu, 10 Juli 2011

My Reminder Was Ringing


11.00 AM

11/07/2011

=======================

My Reminder Was Ringing whit it's message...

Then I talk to Allah, Ya Allah... So beautiful that dream,,,

I know, that my dream will be come true, I believe it... Do you believe?? but not at time planned... 

I know You will show me the way...

Allahumma yassir walaa tu'assir wa tammim bil khoir...

I depend on You Allah,,,

I just can to try getting my dream...

Ya Allah... Sungguh hati ini telah mantap dengan pilihan ini...

Ya Allah, mudahkanlah jalan ini,,,

Karena hamba paham bahwa pilihan ini bukanlah layaknya membeli baju, bila tidak cocok pada satu pilihan atau pilihan itu rusak, dengan mudahnya kita berpindah pada pilihan lain...


Bukan demikian Ya Allah...

Allahumma yassir walaa tu'assir wa tammim bil khoir...

Berkahilah jalan ini Ya Allah... 

Berkahilah pilihan ini Ya Allah...

Allahumma baariklii fii maa a'thoita
Wa qinii birahmatika syarro maa qodhoita

Fainnaka taqdhii walaa yuqdloo alaika...

Ya Allah hamba bersyukur atas apa yang telah Engkau berikan

Hamba ikhlas menjalani semua ini, hanya dengan mengharap ridlo-MU

Karena hamba begitu paham dengan apa yang disebut proses...

Yaa Allah...

 Iyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin


Ihdinas shirootol mustaqiim


Shiroothol ladzinna an'amta 'alaihim ghoiril maghdluubi 'alaihim walaa dzhoolliin...


Amien...

Jumat, 08 Juli 2011

Cara Meningkatkan Nafsu Makan


HAMPIR semua orang pernah kehilangan nafsu makan. Dan keadaan ini tidak selalu disebabkan oleh masalah serius. Jatuh cinta misalnya, juga bisa menjadi salah satu pemicu. Tapi apa pun alasannya, Anda perlu mengembalikan nafsu  makan untuk menjaga kesehatan. Bagaimana caranya? Berikut beberapa cara yang bisa menjadi panduan Anda:


1. Jika Anda sudah kehilangan nafsu makan selama lebih dari dua minggu, cobalah menambah asupan makanan yang kaya besi, magnesium dan kalium. Selain itu, Anda juga perlu mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B dan C setiap hari. Vitamin ini tidak bisa disimpan dalam jangka waktu lama dalam tubuh dan perlu diperbarui secara teratur.

2. Cobalah mengonsumsi lima hingga enam makanan porsi kecil. Porsi kecil akan membuat Anda tidak terlalu bosan. Selain itu, pastikan makanan tersebut terdiri dari karbohidrat kompleks, seperti pasta, roti, kentang, nasi dan mie. Jika memungkinkan, pastikan Anda sarapan, meskipun hanya smoothie atau sepotong buah seperti pisang. Ini merupakan langkah awal yang baik dan menyediakan energi yang Anda perlukan untuk menghadapi hari.

3. Bagaimana dengan makanan kaya serat? Meskipun makanan kaya serat merupakan bagian penting dari diet, makanan ini akan memicu perut kembung jika Anda sudah tidak makan secara teratur selama beberapa waktu. Karena itu, cobalah mengonsumsi makanan kaya serat dalam jumlah kecil hingga selera makan Anda membaik. Anda masih bisa mendapatkan serat yang mudah dicerna dari makanan seperti kentang dan sayuran akar, pisang serta nasi.

4. Pulihkan selera makan dengan makanan berpenampilan menarik dalam porsi kecil. Sebagai contoh, cobalah menyajikan satu sendok buah berry dengan yogurt.

5. Daun alfalfa. Sistem pengobatan tradisional China menggunakan daun alfalfa untuk mengatasi gangguan pencernaan dan selera makan buruk. Alfalfa bisa digunakan dalam bentuk biji atau suplemen herbal.

6. Hindari minumam bersoda dan bergula, teh serta kopi. Selain itu, cobalah menghindari makanan bergula dan makanan olahan. Pasalnya, makanan ini kurang nutrisi dan menekan selera makan.

Diet untuk kembalikan selera makan

Kalium: Cobalah mengonsumsi makanan tinggi kalium, seperti pisang, kentang, buah kering, avokat, kacang-kacangan dan biji-bijian.

Magnesium: Makanan kaya mineral ini termasuk whole grain, kacang-kacangan dan sayuran hijau bisa membantu membangkitkan selera makan.

Vitamin A, C: Konsumsilah sayuran, buah-buahan, whole grain, kacang-kacangan, daging, unggas, ikan, telur dan produk susu setiap hari untuk memperbarui kadar kedua vitamin ini.

Biji labu. Biji labu berfungsi sebagai sumber seng. Kekurangan seng bisa memicu penurunan selera makan. Selain itu, Anda bisa mendapatkan seng dari daging merah, kepiting, kerang, sarden, unggas, dan kacang-kacangan

http://edwien.wordpress.com/2010/07/02/cara-meningkatkan-nafsu-makan/

Rabu, 06 Juli 2011

Wanita Yang Mendapat Pujian Dan Wanita Yang Dilakanat Allah



Sejarah telah mencatat beberapa nama wanita terpandang yang di antara mereka ada yang dimuliakan Allah dengan surga, dan di antara mereka ada pula yang dihinakan Allah dengan neraka. Karena keterbatasan tempat, tidak semua figur bisa dihadirkan saat ini, namun mudah-mudahan apa yang sedikit ini bisa menjadi ibrah (pelajaran) bagi kita.

Wanita Yang Beriman
Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :


“Seutama-utama wanita ahli surga adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Maryam binti Imran dan Asiyah binti Muzahim.” (HR. Ahmad)
1. Khadijah binti Khuwailid
Dia tumbuh dalam lingkungan keluarga yang terhormat sehingga mendapat tempaan akhlak yang mulia, sifat yang tegas, penalaran yang tinggi, dan mampu menghindari hal-hal yang tidak terpuji sehingga kaumnya pada masa jahiliyah menyebutnya dengan ath thahirah (wanita yang suci).
Dia merupakan orang pertama yang menyambut seruan iman yang dibawa Muhammad tanpa banyak membantah dan berdebat, bahkan ia tetap membenarkan, menghibur, dan membela Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di saat semua orang mendustakan dan mengucilkan beliau. Khadijah telah mengorbankan seluruh hidupnya, jiwa dan hartanya untuk kepentingan dakwah di jalan Allah. Ia rela melepaskan kedudukannya yang terhormat di kalangan bangsanya dan ikut merasakan embargo yang dikenakan pada keluarganya.
Pribadinya yang tenang membuatnya tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan mengikuti kebanyakan pendapat penduduk negerinya yang menganggap Muhammad sebagai orang yang telah merusak tatanan dan tradisi luhur bangsanya. Karena keteguhan hati dan keistiqomahannya dalam beriman inilah Allah berkenan menitip salamNya lewat Jibril untuk Khadijah dan menyiapkan sebuah rumah baginya di surga.
Tersebut dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah, ia berkata:


Jibril datang kepada Nabi kemudian berkata: Wahai Rasulullah, ini Khadijah datang membawa bejana berisi lauk pauk, makanan dan minuman. Maka jika ia telah tiba, sampaikan salam untuknya dari Rabbnya dan dari aku, dan sampaikan kabar gembira untuknya dengan sebuah rumah dari mutiara di surga, tidak ada keributan di dalamnya dan tidak pula ada kepayahan.” (HR. Al-Bukhari).
Besarnya keimanan Khadijah pada risalah nubuwah, dan kemuliaan akhlaknya sangat membekas di hati Rasulullah sehingga beliau selalu menyebut-nyebut kebaikannya walaupun Khadijah telah wafat. Diriwayatkan dari Aisyah, beliau berkata: “Rasulullah hampir tidak pernah keluar dari rumah sehingga beliau menyebut-nyebut kebaikan tentang Khadijah dan memuji-mujinya setiap hari sehingga aku menjadi cemburu maka aku berkata: Bukankah ia seorang wanita tua yang Allah telah meng-gantikannya dengan yang lebih baik untuk engkau? Maka beliau marah sampai berkerut dahinya kemudian bersabda: Tidak! Demi Allah, Allah tidak memberiku ganti yang lebih baik darinya. Sungguh ia telah beriman di saat manusia mendustakanku, dan menolongku dengan harta di saat manusia menjauhiku, dan dengannya Allah mengaruniakan anak padaku dan tidak dengan wanita (istri) yang lain. Aisyah berkata: Maka aku berjanji untuk tidak menjelek-jelekkannya selama-lamanya.”
2. Fatimah
Dia adalah belahan jiwa Rasulullah, putri wanita terpandang dan mantap agamanya, istri dari laki-laki ahli surga yaitu Ali bin Abi Thalib.


Dalam shahih Muslim menurut syarah An Nawawi Nabi bersabda: “Fathimah merupakan belahan diriku. Siapa yang menyakitinya, berarti menyakitiku.”
Dia rela hidup dalam kefakiran untuk mengecap manisnya iman bersama ayah dan suami tercinta. Dia korbankan segala apa yang dia miliki demi membantu menegakkan agama suami.
Fathimah adalah wanita yang penyabar, taat beragama, baik perangainya, cepat puas dan suka bersyukur.



3. Maryam binti Imran
Beliau merupakan figur wanita yang menjaga kehormatan dirinya dan taat beribadah kepada Rabbnya. Beliau rela mengorbankan masa remajanya untuk bermunajat mendekatkan diri pada Allah, sehingga Dia memberinya hadiah istimewa berupa kelahiran seorang Nabi dari rahimnya tanpa bapak.



4. Asiyah binti Muzahim
Beliau adalah istri dari seorang penguasa yang lalim yaitu Fir’aun laknatullah ‘alaih. Akibat dari keimanan Asiyah kepada kerasulan Musa, ia harus rela menerima siksaan pedih dari suaminya. Betapapun besar kecintaan dan kepatuhannya pada suami ternyata di hatinya masih tersedia tempat tertinggi yang ia isi dengan cinta pada Allah dan RasulNya. Surga menjadi tujuan akhirnya sehingga kesulitan dan kepedihan yang ia rasakan di dunia sebagai akibat meninggalkan kemewahan hidup, budaya dan tradisi leluhur yang menyelisihi syariat Allah ia telan begitu saja bak pil kina demi kesenangan abadi. Akhirnya Asiyah meninggal dalam keadaan tersenyum dalam siksaan pengikut Fir’aun.
Dari Abu Hurairah, Nabi Shallallahu alaihi wasalam berkata:


“Fir’aun memukulkan kedua tangan dan kakinya (Asiyah) dalam keadaan terikat. Maka ketika mereka (Fir’aun dan pengikutnya) meninggalkan Asiyah, malaikat menaunginya lalu ia berkata: Ya Rabb bangunkan sebuah rumah bagiku di sisimu dalam surga. Maka Allah perlihatkan rumah yang telah disediakan untuknya di surga sebelum meninggal.”
Wanita yang durhaka
1. Istri Nabi Nuh


2. Istri Nabi Luth
Mereka merupakan figur dua orang istri dari para kekasih Allah yang tidak sempat merasakan manisnya iman. Hatinya lebih condong kepada apa yang diikuti oleh orang banyak daripada kebenaran yang dibawa oleh suaminya. Mereka justru membela kepentingan kaumnya karena tidak ingin dimusuhi dan dibenci oleh orang-orang yang selama ini mencintai dan menghormati dirinya. Maka kesenangan sesaat ini Allah gantikan dengan kebinasaan yang didapat bersama kaumnya. Istri Nabi Nuh ikut tenggelam oleh banjir besar bersama kaumnya yang menyekutukan Allah dengan menyembah patung-patung orang shalih, sedangkan istri Nabi Luth ditelan bumi karena adzab Allah atas kaumnya yang melakukan liwath (homoseksual).
Semua cerita ini telah Allah rangkum dalam sebuah firmanNya yang indah dalam surat At-Tahrim ayat 10-12, yang artinya: “Allah membuat istri Nuh dan istri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang shalih di antara hamba-hamba Kami, lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah: dan dikatakan (kepada keduanya) : Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka). Dan Allah membuat istri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisimu dalam Surga. Dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang dhalim. Dan Maryam puteri Imran yang memelihara kehor-matannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan kitab-kitabnya dan adalah dia termasuk orang-orang yang taat.”
Semoga kisah para wanita ini bisa menjadi pelajaran bagi para wanita zaman ini untuk berkaca diri, kira-kira saya termasuk golongan yang mana? Apakah golongan yang dicintai Allah atau yang dimurkaiNya?
Bagi wanita yang belum berumah tangga, saat ini merupakan kesempatan besar baginya untuk memperbanyak amalan shalih dan mendekatkan diri pada Allah, bukannya justru menghabiskan masa mudanya dengan hura-hura dan kegiatan lain yang tidak bermanfaat. Dan bagi mereka yang sudah berumah tangga, selain menjaga keistiqomahannya dalam berIslam dia juga diberi beban tambahan oleh Allah untuk membantu suami menjalankan agamanya. Istri yang demikian meru-pakan harta yang paling berharga.
Dari kisah mereka, kita juga bisa mengambil pelajaran bahwa dalam keadaan bagaimanapun, hendaknya ketundukan kepada syariat Allah dan RasulNya harus tetap di atas segala-galanya. Asalkan berada di atas kebenaran, kita tidak perlu takut dibenci oleh masyrakat, sahabat, maupun orang yang paling istimewa di hati kita. Justru kewajiban kita adalah menunjukkan yang benar kepada mereka. Dengan begitu kita akan mendapatkan cinta sejati .. cinta Allah Rabbul ‘alamin.
Mudah-mudahan kita selalu diberi keistiqomahan untuk menapaki dan mengamalkan syariat yang haq (benar) walaupun kita seorang diri. Amin.
Maraji’:


1. Ahkamun Nisa’, Ibnul Jauzi.


2. Fathul Bari, Ibnu Hajar Al-Atsqalani.


3. Tuhfatul Ahwadzi, Al Mubarakfuri.


4. Wanita-wanita Shalihat Dalam Lintas Sejarah Islam, Muhyidin Abdul Hamid.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More