This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selamat Datang Semoga Bermanfaat, Pengelola Web Akan Sangat Senang Bila Anda Berkenan Meninggalkan Jejak Berupa Koment Atas Postingan Kami

Senin, 27 Juni 2011

Roti Goreng Madu


Beberapa hari yang lalu ngga sengaja penulis nonton acara music Dahsyat di RCTI, kayanya jam tayangnnya emang dimajukan ya, soalnya waktu itu cukup pagi, pokoknya ngga biasanya,,, acara ini juga menampilkan acara masak-masak gitu,,, ntah mungkin udah lama kali ya ada segmen acara masak-masak dan mungkin emang penulis yang kurang update nontonnya…

Menarik, pertamakali asumsi penulis masakan yang akan dipraktekin adalah masakan yang simple,,, ternyata tepat sekali… hanya sekitar beberapa menit masakannya udah siap,,, terpaksa waktu itu aktifitas sedikit terhenti untuk melototin cara masaknya… menarik sekali sehingga penulis terpikir untuk mencoba resep itu, kata chefnya sih, makanan itu cocok untuk sarapan karena disana udah cukup kandungan karbohidrat, vitamin dan protein dsb,,,

OK deh, setelah kemaren penulis berbagi resep tahu telor, sekarang penulis akan coba seoptimal mungkin untuk mengingat kembali resep masakan yang didapet di acara tersebut, karena emang kemaren ngga sempet lagi buat ambil catatan, sekalian buat dokumentasi siapa tahu ntar sempet buat cobain resepnya,,,

Bahan :
- Roti putih (yang biasa dibikin roti bakar)
- Madu
- Serbuk kayu manis (sebenernya penulis belum pernah tahu wujudnya kaya gimana, oleh karena itu rencananya akan digantikan dengan yang lain, yang penting manis,,, heee)
- Buah-buahan (seadanya, ngga harus mewah)
- Telur
- Margarine


Cara bikin:
1. Cuci dan siapkan buah dengan cara mengiris agak besar yang kemudian akan digunakan untuk penyerta roti goring.
2. Kocok telur pada adonan, kemudian tambahkan serbuk kayu manis secukupnya, diaduk hingga tercampur keseluruhan.
3. Panaskan margarine pada penggorengan
4. Celupkan roti satu persatu pada adonan telur yang udah disiapin dan langsung digoreng pada tingkat kematangan tertentu. (catatan: adonan telor jangan terlalu masuk kedalam pori-pori roti, cukup pada bagian luar kemudian digoreng, tapi kalo emang yang banyak telurnya silahkan, ga ada pemaksaan kok)
5. Kemudian diangkat dan silahkan sajikan dengan menyiramkan madu diatasnya beserta irisan buah yang sudah disiapkan…

Insya Allah demikian resepnya…  untuk banyak bahan, dikira-kira sendiri aja deh…soalnya penulis juga belum coba... tapi kayanya kemaren untuk telurnya make cuma satu butir aja...

Selamat mencoba… ^_^

Roti Goreng Madu

Beberapa hari yang lalu ngga sengaja penulis nonton acara music Dahsyat di RCTI, kayanya jam tayangnnya emang dimajukan ya, soalnya waktu itu cukup pagi, pokoknya ngga biasanya,,, acara ini juga menampilkan acara masak-masak gitu,,, ntah mungkin udah lama kali ya ada segmen acara masak-masak dan mungkin emang penulis yang kurang update nontonnya…

Menarik, pertamakali asumsi penulis masakan yang akan dipraktekin adalah masakan yang simple,,, ternyata tepat sekali… hanya sekitar beberapa menit masakannya udah siap,,, terpaksa waktu itu aktifitas sedikit terhenti untuk melototin cara masaknya… menarik sekali sehingga penulis terpikir untuk mencoba resep itu, kata chefnya sih, makanan itu cocok untuk sarapan karena disana udah cukup kandungan karbohidrat, vitamin dan protein dsb,,,

OK deh, setelah kemaren penulis berbagi resep tahu telor, sekarang penulis akan coba seoptimal mungkin untuk mengingat kembali resep masakan yang didapet di acara tersebut, karena emang kemaren ngga sempet lagi buat ambil catatan, sekalian buat dokumentasi siapa tahu ntar sempet buat cobain resepnya,,,

Bahan :
- Roti putih (yang biasa dibikin roti bakar)
- Madu
- Serbuk kayu manis (sebenernya penulis belum pernah tahu wujudnya kaya gimana, oleh karena itu rencananya akan digantikan dengan yang lain, yang penting manis,,, heee)
- Buah-buahan (seadanya, ngga harus mewah)
- Telur
- Margarine


Cara bikin:
1. Cuci dan siapkan buah dengan cara mengiris agak besar yang kemudian akan digunakan untuk penyerta roti goring.
2. Kocok telur pada adonan, kemudian tambahkan serbuk kayu manis secukupnya, diaduk hingga tercampur keseluruhan.
3. Panaskan margarine pada penggorengan
4. Celupkan roti satu persatu pada adonan telur yang udah disiapin dan langsung digoreng pada tingkat kematangan tertentu. (catatan: adonan telor jangan terlalu masuk kedalam pori-pori roti, cukup pada bagian luar kemudian digoreng, tapi kalo emang yang banyak telurnya silahkan, ga ada pemaksaan kok)
5. Kemudian diangkat dan silahkan sajikan dengan menyiramkan madu diatasnya beserta irisan buah yang sudah disiapkan…

Insya Allah demikian resepnya… untuk banyak bahan, dikira-kira sendiri aja deh…soalnya penulis juga belum coba... tapi kayanya kemaren untuk telurnya make cuma satu butir aja...

Selamat mencoba… ^_^

Minggu, 26 Juni 2011

Konferensi Khilafah Malaysia



Shubhanalloh, hari ini 26 June · 08:30 - 13:00, di Dewan Bekawali, Puri Pujangga, Universiti Kebangsaan Malaysia [UKM], Bangi, Selangor... sukses dengan pertolongan Allah...

Sabtu, 25 Juni 2011

TAHU TELORKU, KURANG-LEBIH


Hmmm…

Ada yang tahu apa itu “tahu telor”??

Dari namanya aja sudah bisa ketebak kalo itu adalah sejenis makanan yang berbahan dasar tahu dan telor bukan??

Atau ada yang bisa berikan resep yang lebih lengkap??

Sebenernya ga ada yang special dari judul tersebut, namun Saya Cuma ingin berbagi cerita karena sudah beberapa kali bikin tahu telor pasti ada yang kurang dan yang lebih... Intinya, Ngga seperti yang biasa dibikin kakak-kakak Saya… Iya, untuk sementara memang Saya hanya bisa membandingkan kualitas hasil masakan Saya dengan kualitas hasil masakan para bidadari catik yang ada di rumah… Karena meskipun ngga secara sengaja diajarin, secara Ngga langsung saat Saya bantu-bantu ataupun mengganggu beliau ketika beraktifitas di dapur Sayapun tahu cara beliau memasak sesuatu… Sayur bening, sayur asam, sayur bayam, sayur daun kelor yang ga ada di Banjarmasin, ataupun masakan yang sering Saya bikin karena cukup simple cara bikinnya adalah tumis-tumisan; tumis kangngkung, kacang panjang, ataupun tauge aja ditumis dengan banyak potongan cabe,,, hmmmm… super duper pueddeeesss…

Eits eits… Yang baca jangan pada ngiler dulu yaaa…. Heeee…. Soalnya itu belum seberapa, soalnya belum ditambah sambel terasi udang yang harum nan menggoda lidah yang biasa saya beli di warung acil (Baca: bibi) depan rumah saya tinggal sekarang…

Tapi satu hal yang belum pernah saya coba, hingga saat ini saya belum pernah mencoba masak masakan Ibu yakni “sambel pecel” dan “sambel tumpang” yang tak terkalahkan, kemudian “sayur lodeh” yang dahsyat bikinan nenek, kemudian masak “ikan busuk” bikinan umi yang sebenernya Saya juga bisa masaknya sih, tapi males, kayanya cara bikinnya hampir sama kaya bikin oseng ikan asin tapi saya ga bisa busukinnya, sebenernya “ikan busuk” itu adalah penamaan dari Saya karena memang ikannya sengaja dibusikin dulu dan nama asli masakan ini adalah “Iwak besamu” (masakan khas banjar)…

“Sayur lodeh”, meskipun nenek udah meninggal, tapi Ibu bisa bikin masakan serupa yang ngga kalah enaknya…

Kemudian “Sambel tumpang”???,,, masakannya cukup sederhana, ini adalah salah satu menu kesukaan Saya, menu ini adalah salah satu menu khas daerah asal ibu saya yaitu Kediri kota tahu…

Saya ngga bisa ngomong banyak tentang masakan ini, yang Saya tahu masakan ini berbahan dasar tempe yang sengaja dibusukkan, kemudian pake santan, trus pake daun entah nama daun itu apa (Saya lupa) padahal dulu saya sering ambilin daun itu buat Ibu, biasanya ibu bikin agak pedas dikit, “aneh, padahal Beliau ga suka kalo anaknya yang ganteng ini makan makanan pedas karena dulu pernah kena tifus, kata dokter jangan makan pedes lagi yaaa, tapi beliau juga sering bikinin sambel (yah lumayan pedes sih, tapiii kurang dikit laaahh,,,) heee”… tapi jangan salah persepsi yaaa,,, emang nama masakan ini sambel tumpang, tapi masakan ini sebenernya adalah sayur yang cara makannya dengan menumpahkan di atas sayur yang udah kita siapkan di atas nasi… biasanya sambel tumpang enak kalo dimakan ama tahu goring, trus ditambah rempeyek,,, heeemmm,,, maknyossss…

Kalo sambel pecel, kayanya semua orang udah pada tahu ya, soalnya di mana-mana banyak banget yang jualan nasi pecel jawa… tapi tetep aja sambel pecel bikinan ibu saya emang tak terkalahkan, karena ibu bikinnya masih dengan cara tradisional sehingga meskipun Saya bawa ke Banjarmasin, asalkan tertutup rapat dan disimpan dalam kulkas masih bertahan lama meski berbulan-bulan disimpan, Anda mau, itu masih ada dalam kulkas,,, heeee… bahan utama bikin sambel pecel adalah kacang tanah dan tambahan jeruk purut yang dengannya sambel pecel bikinan ibu ga ketulungan mantabnya,,,

Stoooooooooooop…

Khan udah dibilangin kalo ga boleh ngiler dulu, kok udah ada yang ngiler, @#$%^&* itu khan ceritanya baru nyampe sambel terasi ala “Chef Zainal Juna”, sambel tumpang dan sambel pecel bikinan ibu, sayur lodeh bikinan nenek dan ikan busuk bikinan umi… belum lagi ditambah tempe goreng, tahu goreng ataupun ikan asin belah (entah nama ikan itu apa, karena sampe saat ini kalo saya beli biasa bilang ikan asin yang belah cil (Baca: acil/bibi)… yang bisanya Saya goreng dengan sedikit minyak… Hmmm,,,, nyam nyam nyam,,, kok jadi laper ya??

Tapi para pembaca belom ada yang ngiler khan?? Jangan dulu yaaa,,, soalnya ini belom masuk cerita inti,,, yaitu sesuai dengan judul di atas…

Biasanya, dengan menu-menu diatas Saya juga sering pamer ama rekan-rekan dengan ngajak mereka makan dirumah dan Saya yang masak sekalian regenerasi sambil ngajarin mereka rahasia resep-resep yang Saya miliki agar bisa dilestarikan dikemudian hari,,, “emang tumbuhan yang harus dilestarikan”…

Bahkan, juga pernah Saya masak buat seluruh kompi temen-temen FSQ sampe-sampe kamar yang “rasanya luas banget” itu ga cukup buat nampung kurang lebih 20 orang, kalo ga salah itu saat kita buka puasa sunnah, ntah sunnah apa itu ya, yang pasti bukan puasa Senin-Kamis yang sampe saat ini masih minim peminatnya?? tapi nasinya minta dimasakin “Umi”, heeee… karena emang ga cukup alat untuk masak nasi sebanyak itu,,, tapi lauknya Saya yang masak donk, menu andalan seperti tumis tauge+kacang panjang, tahu telor, tempe goreng tepung, ayam goreng sebanyak satu ekor dan ngga ketinggalan sambel terasi mematikan “ala chef Zainal Juna”, meskipun pedas, tapi tetep aja habis tak bersisa,,, iya dong bikinnya khan ga pake ulekan, tapi pake cinta,,, heeeheeee,,, lebbaaayyy…

Yah, buka puasanya rame, penuh kebersamaan dan keakraban, bahkan ada yang sampe rebutan ayam goring karena emang serba kurang, masa Cuma satu ekor,,, kalo ngomong rebutan, jadi nget masa kecil dulu dan masa kebersamaan di regu pramuka… yaahh,,, dengan diawali beberapa butir kurma, sirup orang “ABC” dan kayanya juga ada es buah bikinan umi yang acapkali sering saya ejek,,, heee,,,, maaf ya “mi” semua itu terdapat unsur kesengajaan biar es buahnya tambah enak,,,, heee… pokoknya segeeeerrr pisaaannnn…

#####################

Hhhmmmm,,, selama ini rekan-rekan yang biasa makan disini, responnya amat sangat cukup baik sekali,,, heeee sori kalo agak subjektif yaa, and sorry kalo ada yang ngga berkenan dengan klaim ini… tapi jujur responnya emang demikian, kecuali satu orang yang memang ngga pernah jujur menilai hasil yang Saya dapet,,,, Hmmm,,, siapa lagi kalo bukan adek angkatan yang satu itu “sebut saja dia RH”… dia selalu ngga pernah jujur dengan kata hatinya, apalagi tentang Saya,,, paling buanter cuma bisa bilang “yaaahhh,,,, lumayan lah”…

Huuuhhhhfff,,, dasar manusia anti Es… heee… sorry brother,,,

Yaah, semua orang juga tahu kalo adek angkatan yang satu ini terlalu gengsi untuk ngomong kalo Saya emang ganteng, pinter, baik hati, de el el,,, oh maaf keceplosan,,, maksud Saya pinter masak… heee,,, penyakit narsisnya ada gejala kambuh nih, lebih baik kita lanjutin aja yaaa…

Hmmm,,, dengan makan bersama hasil masakan sendiri, minimal Saya ngga ngerasa kesepian dan mengurangi rasa kangen sama keluarga di rumah… mengurangi rasa kangen saat bedug maghrib bulan ramadhan semua keluarga di memulai dengan ta’jil kemudian shalat, dan bersama-sama makan sekeluarga… so long time I didn’t feel that,,, maa sya’utu bi ifthoori ma’al usroti min zamaanin…
Hadddhuuuhhhh,,, ngomongin keluarga di rumah, jadi inget lebaran Idul Adha tahun lalu, di tengah kesepian mendera, Saya ditemenin Halili (ex OP) bikin “stake daging sapi saus tiram” yang uenak banget, tapi setelah saya bikin yang kedua kalinya rasanya jadi agak aneh,,, heeee,,, salah apanya yaa??? Padahal resepnya sama, tapi Cuma ada sedikit eksplorasi dengan merendam daging dengan pucuk daun papaya, yang konon bisa bikin daging empuk, tapi malah diluar gugaan, setelah daging saya bakar, eh rasa dagingnya malah agak sedikit pahit, heeeemmmm,,, mungkin kelamaan ngerendam dagingnnya kali yaa?? Memang Saya sering bereksplorasi dalam berbagai hal,,,

Iyah, itu seputar masakan-masakan saya yang sepertinya banyak yang nunggu-nunggu kapan Saya bisa bkin masakan buat mereka lagi… heee,,, super Pe De mood on…

#####################

OK, now we talk about title written above, “tahu telorku kurang-lebih”,,, mungkin ada yang kurang familiar dengan menu yang satu ini, hhhhmmm… itu bisa jadi, karena saya sendiri juga ga tahu persis darimana asal masakan yang satu ini,,, yang pasti seingat Saya tahu telor yang pertama Saya makan adalah hasil masakan kakak kedua saya “Lilik Wahyuni”… kalo emang ada yang belom tahu, mari kita simak resep “tahu telor” ala chef “Zainal Juna” (tahu chef Juna di acara Master chef RCTI, beliau keren abis deh cara masaknya)… tapi jangan heran dari mana beliau belajar sehingga bisa sehebat itu, tanya Saya aja selaku guru yang mengajarinya selama bertahun-tahun… heeee…

Tahu telorku, kurang-lebih

Sepertinya kata “kurang-lebih” juga berlaku buat masakan yang lain deh,,, kata itu sendiri berdasarkan fakta temuan di TKP,,, karena setiap kali saya masak, bisa dibilang jarang banget mendapatkan performa yang pas (mungkin karena ilmu Saya udah banyak diambil ama chef Juna kali yaa,,, okeh lah kaloh bhegituh, berarti Saya akan berhenti mengajari orang itu)…

Selalu kurang-lebih. terkadang kurang garam-terkadang juga kelebihan garam, terkadang kurang matang-terkadang juga kelebihan matang (alias gosong-gosong dikit !@#$%^_^), yah itu lah… heeee…
Bagi rekan-rekan yang mau coba makanan bergizi yang satu ini sebenernya cukup simple kok (catatan: resep ini sudah banyak dilakukan penyempurnaan dan percobaan-percobaan, jadi insya Allah tidak akan membahayakan kesehatan Anda);

Cukup siapkan bahan dasar berupa: 1 butir telur dan 2 potong tahu. Dan bumbu berupa: 1 atau 2 siung bawang merah, 1 siung bawang putih, garam secukupnya, irisan Lombok (terserah mau pake Lombok apa), bisa juga ditambah, atau juga bisa ditambahkan irisan daun bawang, kemudian minyak goreng, dan perlengkapan lainnya…

Untuk memasaknya demikian saudaraku,,, setelah semua bahan di atas sudah lengkap, silahkan cucilah tahu yang sudah Anda siapkan, kemudian potong bentuk dadu kecil, iris semua bumbu (bawang merah dan putih atau daun bawang, Lombok), kemudian kocoklah telur pada adonan, masukkan garam secukupnya, masukkan semua bumbu diatas, tambahkan juga bubuk mesiu, eh bukan, maksudnya bubuk merica secukupnya agar ada aroma gimanaaa gitu (saya menambahkan bubuk merica juga ga ada alasan jelas, jadi boleh diikuti atau ngga…) setelah semua tecampur silahkan masukkan irisan tahu dalam adonan kemudian aduk pelan agar tahu benar-benar tercampur dan jangan sampai tahu itu hancur (bila tahunya hancur berarti anda sudah melakukan pengembangan dari resep ini, karena sepertinya akan tampak berbeda namun rasanya kurang lebih sama, oleh karena itu sekalian aja tahunya dihancurin seperti ditumbuk gitu)…

Nah sambil mencampur potongan tahu dan adonan telur, silahkan panaskan sedikit minyak goreng dan ratakan pada wajan (kira-kira 1 setengah sendok makan), karena memang saya ngga suka masakan yang terlalu berminyak dan emang itu juga ga baik bagi kesehatan, mengkanya Saya anjurkan pake minyaknya dikit aja, selain untuk kesehatan ternyata minyak goreng juga mahal bro…

Setelah minyak mulai panas, silahkan masukin adonan tahu telor tersebut dan ratakan, usahakan jangan sampai tebal di salah satu sisi, karena akan berpengaruh pada cita rasa dan tingkat kematangan… heeee,,, bahasanya udah kaya chef Juna… oh iya, untuk cara menggorengnya Anda juga bisa menggoreng kecil-kecil sesuai selera... ^_^

Kemudian silahkan digoreng seperti kita menggoreng telor dadar menu andalan teman-teman,,, setelah itu teereeeeeennngggg... jaaadi deh,,,

Silahkan disajikan bersama, apa aja sesuai selera rekan-rekan… tapi biasanya Saya sajikan dengan sambel kecap… karena itu adalah the most simple way untuk sajikan makanan ini... tapi bisa aja ditambahkan acar sesuai selera,,, pokoknya terserah deh...

Selamat berkreasi,,, bagi yang udah baca,,, jangan lupa ucakan terimakasih yaaa... heeee...

Bila ada resep yang lebih bagus silahkan dibagi, agar bisa Saya coba…

Sekedar info, insya Allah nanti bila waktu memungkinkan nanti akan Saya coba bikin roti goreng madu, cara bikinnya cukup simple, resepnya baru dapet waktu acara music “Dahsyat RCTI” tadi pagi… Hmmmm,,, penasaran,,, Mau? Mau? Mau?...

Ditulis Oleh Chef Zainal AR
Juara 33 dari 150 peserta Lomba Dapur Umum (Lomba Palang Merah Remaja Se-Jawa-Bali)
Hiks hiks, menyedihkan... Saking narsisnya juara 33 pun penulis cantumkan...

Rabu, 22 Juni 2011

Kasih Ibu


Kasih ibu kepada beta
Tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi tak harap kembali
Bagai sang surya menyinari dunia

Can't say anything, illaa isytaqtu katsiiron ummii

Rabbighfirlii waliwaa lidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shogiiro... Amienn...





Waspadai Efek Layar Komputer pada Mata


Kompas.com - Untuk Anda yang bekerja di kantor, mungkin pernah dengar yang namanya computer eye strain. Kondisi ini merupakan keluhan medis yang paling sering diajukan oleh para pekerja kantor.

Eye strain atau bisa diartikan sebagai sakit mata atau mata lelah, terjadi ketika mata terlalu dipaksakan untuk memandang hanya ke satu arah dalam waktu lama. Eye strain dapat terjadi di mana saja, misalnya di perjalanan ketika mengendarai mobil jarak jauh, di rumah ketika menonton film secara maraton, atau di tempat tidur saat memegang novel bagus yang membuat Anda tidak bisa berhenti membacanya.

Meski demikian, tempat yang paling umum memicu eye strain adalah di depan layar komputer. Kadang Anda tidak menyadari sudah bekerja sangat lama di depan komputer dan tidak menyadari mata Anda sudah sangat lelah.

Mata memiliki banyak otot kecil yang bekerja ketika kita sedang mengetik. Setelah sehari penuh bekerja, otot-otot itu menjadi lelah dan ketika itulah terjadi eye strain dan terasa sakit.
Apa saja gejala computer eye strain? Sakit kepala, leher kaku, mata gatal atau kering, mata berair, pandangan tidak fokus, pandangan ganda, sulit berkonsentrasi ke layar komputer, warna di layar tampak tidak selaras, layar komputer seperti berpendar.

Tentu saja, eye strain dapat dihindari dan Anda masih dapat bekerja di depan layar komputer. Antara lain dengan berkedip lebih sering. Ketika sedang bekerja di depan layar komputer, berkedip jadi berkurang lima kali daripada rata-rata. Padahal, tidak berkedip menyebabkan mata kering, sakit kepala dan mata terasa gatal.

Selain itu aturlah waktu beristirahat lebih sering. Targetkan lima menit istirahat setiap kali bekerja satu jam di depan komputer. Sehingga mata dapat kembali fokus.


http://health.kompas.com/read/2011/06/17/1612055/waspadai-efek-layar-komputer-pada-mata

Bahasa Arab: Bahasa Resmi Negara



Pengantar

Bahasa adalah sesuatu yang digunakan oleh setiap kaum (suku atau bangsa) untuk mengungkapkan maksud dan tujuannya (Al-Jurjani, At-Ta’rîfât, hlm. 197; Abu Rasytah, Taysîr al-Wushûl ila al-Ushûl, hlm. 115). Menurut Wikipedia Indonesia, bahasa adalah suatu peralatan yang digunakan untuk menyampaikan konsep riil mereka ke dalam pikiran orang lain.

Dengan demikian, keberadaan bahasa sebagai alat komunikasi untuk mengungkapkan maksud dan tujuan hingga terbentuk hubungan saling pengertian di antara sesama manusia, dan sebagai alat menyampaikan suatu konsep (ajaran atau ideologi) untuk kehidupan manusia, merupakan sesuatu yang sangat urgen. Keberadaan bahasa bahkan merupakan salah satu tanda-tanda kebesaran Allah SWT (Lihat: QS ar-Rum [30]: 22).

Mengingat di dunia ini banyak sekali ragam dan jenis bahasa, bahkan setiap suku, bangsa dan negara memiliki bahasa sendiri-sendiri, seperti bahasa Arab, Inggris, Jerman, Turki, Urdu dan lainnya, maka bahasa mana yang kelak akan dijadikan sebagai satu-satunya bahasa resmi Negara Khilafah—yang insya’ Allah tidak lama lagi akan berdiri.

Untuk menjawabnya, Telaah Kitab kali ini akan membahas Rancangan UUD (Masyrû’ Dustûr) Negara Islam pasal 8 yang berbunyi: “Bahasa Arab adalah bahasa Islam dan merupakan satu-satunya bahasa resmi yang digunakan oleh negara.” (An-Nabhani, Muqaddimah ad-Dustûr, hlm. 36).

Bahasa Arab: Bahasa Islam
Bahasa Arab adalah bahasa Islam. Dalilnya: Pertama, Allah SWT mengutus Nabi Muhammad saw. untuk seluruh manusia (QS al-A’raf [7]: 158) dan al-Quran merupakan seruan bagi seluruh manusia (QS al-Isra’ [17]: 89; ar-Rum [30]: 58).

Allah SWT menurunkan al-Quran dengan bahasa Arab dan menjadikannya berbahasa Arab. Allah SWT berfirman:
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
Sesungguhnya Kami menurunkan al-Quran sebagai bacaan dengan berbahasa Arab agar kalian memahaminya (QS Yusuf [12]: 2).

Juga firman-Nya:
بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُبِينٍ
…dengan bahasa Arab yang jelas (QS asy-Syu’ara [26]: 195).

Dengan demikian, bahasa Arab merupakan satu-satunya bahasa Islam karena bahasa Arab adalah satu-satunya bahasa al-Quran. Karena itu, jika bukan bahasa Arab maka tidak disebut dengan al-Quran (An-Nabhani, Muqaddimah ad-Dustûr, hlm. 37).

Kedua, membaca ungkapan (bacaan) al-Quran merupakan ibadah, bahkan shalat tidak sah tanpa membaca al-Qur’an. Allah SWT berfirman:
فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ
Karena itu, bacalah apa yang mudah bagi kalian dari al-Quran itu (QS al-Muzammil [73]: 20).
Nabi saw. juga bersabda:
لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ
Tidak ada shalat bagi orang yang (di setiap rakaat) tidak membaca surat al-Fatihah (HR al-Bukhari).

Perintah “membaca al-Quran” dalam kedua nas di atas, artinya adalah membaca kalimat-kalimat dan hal ini tidak bisa diartikan dengan membaca terjemahannya atau tafsirnya. Ini merupakan dalil yang tegas tentang ketidakbolehan membaca surat al-Fatihah di dalam shalat dengan selain bahasa Arab, sekalipun ia belum bisa—mengucapkan dengan baik ungkapan—bahasa Arab. Dengan demikian, bahasa Arab merupakan perkara esensial dalam Islam (An-Nabhani, Muqaddimah ad-Dustûr, hlm. 37-38). Bahkan keberadaannya tidak dapat dipisahkan dari Islam (Abdullah, Dirâsât fî al-Fikri al-Islâmiy, hlm. 95).

Oleh karena itu, sejak awal abad ke-7 Hijriah, ketika kekuatan bahasa Arab dipisahkan dari kekuatan Islam, maka Dunia Islam pun mengalami kemunduran. Sebab, Islam dan bahasa Arab itu merupakan satu-kesatuan yang tidak terpisahkan. Pasalnya, ijtihad yang kedudukannya amat penting bagi umat dalam menghantarkan pada sebuah kemajuan tidak mungkin dilaksanakan tanpa terpenuhinya salah satu syarat mendasarnya, yaitu bahasa Arab (An-Nabhani, Mafâhîm Hizb at-Tahrîr, hlm. 3-4).

Bahasa Arab: Bahasa Resmi Negara
Bahasa Arab sekaligus merupakan satu-satunya bahasa resmi Negara Khilafah. Dalilnya adalah af’âl (perbuatan) Rasulullah saw. Sebab af’âl (perbuatan) Rasulullah saw. adalah bagian dari hadis atau sunnah yang kita diperintahkan agar mengikutinya. Allah SWT berfirman:
وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا
Apa saja yang Rasul bawa kepada kalian, terimalah. Apa saya yang dia larang atas kalian, tinggalkanlah (QS al-Hasyr [59]: 7).

Rasulullah saw. setelah hijrah dan setelah Negara Islam pertama berdiri di Madinah, mengirim surat kepada Kaisar (penguasa Romawi), Kisra (penguasa Persia), Muqaiqis (penguasa Qibthi, Mesir), para raja dan para pemimpin kabilah, yang berisi seruan kepada mereka agar masuk Islam. Surat beliau itu ditulis dengan bahasa Arab. Padahal bisa saja surat itu diterjemahkan ke dalam bahasa mereka, yakni ke dalam bahasa selain bahasa Arab.

Jadi, ketika Rasulullah saw. tidak menulis suratnya kepada Kaisar, Kisra dan Muqaiqis dengan menggunakan bahasa mereka, padahal mereka bukan bangsa Arab, dan tujuan beliau menulis surat kepada mereka adalah dalam rangka untuk menyampaikan Islam, maka ini menjadi dalil bahwa bahasa Arab adalah satu-satunya bahasa yang digunakan oleh negara dalam menjalankan setiap aktivitas resminya.

Ketika penerjemahan itu sangat dibutuhkan dalam menyampaikan Islam, namun beliau ternyata tidak melakukannya, maka ini menjadi qarînah (indikasi) atas kewajiban negara hanya menggunakan bahasa Arab dalam menyeru manusia, sama saja apakah mereka yang diseru itu bangsa Arab atau bukan. Oleh karena itu, kaum Muslim non-Arab wajib belajar bahasa Arab, sebab apapun aktivitas yang berkaitan dengan negara tidak dibolehkan menggunakan bahasa selain bahasa Arab (An-Nabhani, Muqaddimah ad-Dustûr, hlm. 38).

Negara Tak Memberangus Selain Bahasa Arab
Meskipun bahasa Arab merupakan satu-satunya bahasa resmi Negara Khilafah, Khilafah tidak memberangus keberadaan bahasa selain bahasa Arab. Sebab, bahasa, baik lisan maupun tulisan, itu digunakan, pertama oleh negara terkait aktivitas resminya dan hubungan rakyat dengan negara, dan kedua oleh rakyat terkait aktivitasnya dan hubungannya dengan sesamanya. Yang pertama tidak boleh menggunakan bahasa selain bahasa Arab, termasuk dalam hal ini, proses belajar-mengajar di sekolah-sekolah negeri maupun swasta, baik bahasa itu berasal dari dalam negeri Negara Khilafah maupun dari luar. Sebab, semua sekolah tanpa kecuali wajib terikat dengan program negara.

Adapun untuk yang kedua, maka boleh menggunakan bahasa selain bahasa Arab. Sebab, Rasulullah saw. telah membolehkan penerjemahan selain bahasa Arab ke dalam bahasa Arab, dan mempelajarinya, sebagaiman yang terdapat dalam hadis dari Zaid bin Tsabit:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَهُ أَنْ يَتَعَلَّمَ كِتَابَ الْيَهُودِ، حَتَّى كَتَبْتُ لِلنَّبِيِّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُتُبَهُ، وَأَقْرَأْتُهُ كُتُبَهُمْ، إِذَا كَتَبُوا إِلَيْهِ
Sesungguhnya Nabi saw. menyuruhnya untuk belajar tulisan (bahasa) Yahudi hingga aku dapat menuliskan tulisan Yahudi untuk Nabi saw. dan membacakannya ketika mereka menulis surat kepada Nabi saw. (HR al-Bukhari).

Hadis ini menjadi dalil atas kebolehan berbicara dan menulis dengan selain bahasa Arab. Pada masa Sahabat banyak orang berbicara dengan selain bahasa Arab dan mereka tidak dipaksa untuk belajar bahasa Arab (An-Nabhani, Muqaddimah ad-Dustûr, hlm. 40). Bahkan sebagian ulama berpendapat bahwa seorang hakim (penguasa) harus didampingi seorang penerjemah. Abu Jamrah berkata, “Aku telah menjadi penerjemah antara Ibnu Abbas dan masyarakat.” (Al-Asqalani, Fath al-Bâri Syarh Shahîh al-Bukhâri, 15/94).

Berdasarkan hal itu, maka Negara membolehkan penerbitan buku, surat kabar dan majalah dengan selain bahasa Arab. Bahkan dalam menerbitkannya tidak perlu menunggu izin dari Negara, karena itu termasuk perkara yang mubah. Negara juga membolehkan pembuatan program-progran tidak berbahasa Arab di televisi jika itu milik individu atau komunitas tertentu. Yang dilarang adalah jika ditayangkan di radio atau televisi milik pemerintah. Sebab, apapun yang berkaitan dengan negara, harus menggunakan bahasa Arab sebagai satu-satunya bahasa. Adapun yang terkait dengan individu rakyat dengan sesamanya, maka mereka dibolehkan menggunakan selain bahasa Arab dalam segala hal, kecuali jika ada sesuatu di antara sesuatu yang mubah ini, yang mengakibatkan bahaya, maka sesuatu itu saja yang dilarang, sementara yang lain tetap dalam kemubahannya (An-Nabhani, Muqaddimah ad-Dustûr, hlm. 41).

Pandangan Ulama
Para ulama sangat peduli dan perhatian terhadap bahasa Arab. Sebab, mereka percaya bahwa bahasa Arab merupakan kekuatan yang mampu menjaga dan menyempurnakan pelaksanaan Islam hingga terwujud rahmatan lil ’alamin. Umar bin al-Khaththab ra. berkata:
تَعَلَّمُوْا اْلعَرَبِيَّةَ فَإِنَّهَا تَثْبُتُ اْلعَقْلَ وَتَزِيْدُ فِي الْمُرُوْءَةِ
Belajarlah bahasa Arab karena bahasa Arab itu memperkuat akal (kecerdasan) dan menambah keberanian.” (Al-Baihaqi, Syu’ab al-Imân, 2/256).

Imam Syafii berkata, “Allah SWT mewajibkan atas semua umat belajar bahasa Arab sebagai konsekuensi mereka yang diseru dengan al-Quran dan beribadah dengannya.” (An-Nabhani, Muqaddimah ad-Dustûr, hlm. 38).

Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Ulama salaf tidak senang terjadi perubahan dalam syiar Arab, sekalipun itu dalam hal muamalah, yaitu berbicara dengan selain bahasa Arab kecuali ada keperluan. Seperti itulah pendapat Imam Malik, asy-Syafii dan Ahmad. Bahkan Imam Malik berkata, ’Siapa saja yang berbicara dengan selain bahasa Arab di dalam masjid kami, hendaklah pergi darinya.’ Padahal tidak ada larangan berbicara dengan selain bahasa Arab. Namun, itu ketika berbicara dengan selain bahasa Arab dibutuhkan, dan mereka tetap tidak menyukainya ketika tidak diperlukan. Hal itu dilakukan demi menjaga syiar Islam.” (Ibnu Taimiyah, Majmû’ al-Fatâwâ, 32/255).

Dengan adanya ketetapan UUD tentang kedudukan bahasa Arab, maka bahasa Arab sebagai kekuatan esensial yang tidak dapat dipisahkan dari Islam akan tetap menjadi sebuah kekuatan umat yang akan menghantarkannya meraih kemajuan dalam segala hal. WalLâhu a’lam bi ash-shawâb. []

Daftar Bacaan:
Abdullah, Muhammad Husain, Dirâsât fî al-Fikr al-Islâmi, (Beirut: Dar al-Bayariq), Cetakan I, 1990.
Abu Rasytah, Atha’ bin Khalil, Taysîr al-Wushûl ilâ al-Ushûl Dirâsât fi Ushûl al-Fiqh, (Beirut: Dar Al-Ummah), Cetakan II, 2000.
Al-Asqalani, Ahmad bin Ali bin Muhammad al-Kanani Ibu Hajar, Fath al-Bâri Syarh Shahîh al-Bukhâri, (Beirut: Dar Al-Fikr), 1993.
Al-Baihaqi, Ahmad bin al-Husain bin Ali Abu Bakar, Syu’ab al-Imân, (Beirut: Dar Al-Fikr), tanpa tahun.
http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa
Al-Jurjani, Asy-Syarif Ali bin Muhammad, Kitâb At-Ta’rîfât, (Beirut: Darul Kutub al-Ilmiyah), 1988.
An-Nabhani, Asy-Syaikh Taqiyuddin, Muqaddimah ad-Dustûr aw al-Asbâb al-Mûjibah Lahu, Jilid I, (Beirut: Darul Ummah), Cetakan II, 2009.
An-Nabhani, Asy-Syaikh Taqiyuddin, Mafâhîm Hizb at-Tahrîr, (Beirut: Darul Ummah), Cetakan VI, 2001.
Ibnu Taimiyah, Abdussalam bin Abdullah bin Ali, Majmû’ al-Fatâwâ, (Dar Alam al-Kutub), tanpa tahun.


http://kuliahpemikiran.wordpress.com/2010/08/02/

Selasa, 14 Juni 2011

Tujuh Modus Pencucian Uang di Daerah

Senin, 25 Agustus 2008 | 17:39 WIB
JAKARTA, SENIN - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan atau PPATK menangkap sedikitnya ada tujuh modus yang kerap digunakan oleh pegawai negeri sipil dan pejabat di daerah dalam mencuci uang yang mereka peroleh dari jalan yang ilegal. Ini ditegaskan karena perkembangan manipulasi uang rakyat akan semakin mengkhawatirkan karena dana yang ditransfer dari pusat ke daerah terus meningkat.

Kepala PPATK Yunus Husein mengungkapkan hal tersebut saat berbicara dalam Seminar Keuangan Daerah dan Tata Keuangan Pemerintah Daerah di Jakarta, Senin (25/8) yang diselenggarakan oleh Program Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (MPKP -FEUI).

Menurut Yunus, modus pertama adalah memindahkan dana APBD ke rekening pribadi pegawai negeri sipil (PNS) yang sudah lama dibuka. Kemudian dana tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi seperti renovasi rumah atau pengeluaran lainnya yang tidak dapat dipertanggungjawabkan karena dana APBD tersebut sudah bercampur dengan dana pribadi PNS tersebut.

"Ini jelas dipertanggungjawabkan. Namun, PNS yang seperti ini tergolong berani, karena tindakan seperti ini mudah dilacak," ujarnya.

Modus kedua, pemindahan dana APBD dari beberapa rekening milik pemerintah kabupaten yang kemudian ditempatkan atau diinvestasikan ke dalam bentuk surat-surat berharga pada perusahaan reksadana dan sejenisnya. Mereka membeli produk reksadana melalui unit-unit link, kemudian sebagian dananya dikembalikan.

Ketiga, pemindahan dana APBD ke rekening pribadi PNS atau pegawai tidak tetap melalui beberapa kali pencairan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D). Kemudian seluruh dana APBD yang sudah dipindahkan ke rekening pribadi ditransfer lagi melalui setoran pemindahbukuan ke adik atau keluarga dari PNS tersebut. Lalu, atas dana tersebut dilakukan transaksi penarikan secara sekaligus.

Keempat, pemindahan dana APBD ke rekening pribadi PNS yang menjabat sebagai Bendahara atau Pemegang Kas Sekretariat Daerah melalui penarikan cek dan disimpan dalam rekening pribadi. Kemudian, dia mentransfer bagian dari dana tersebut ke rekening PNS lain yang saling berkaitan dan sebagian sisa dari dana tersebut ada yang dibawa secara tunai.

Kelima, adanya pembayaran dengan menggunakan dana APBD atas proyek dari instansi pemerintah daerah (pemda) ke perusahaan rekanan melalui transfer via RTGS ( Real Time Gross Settlement) dan beberapa hari kemudian, salah seorang PNS dari instansi pemda tersebut mencairkan uang melalui penarikan cek. Selanjutnya sejumlah uang tersebut didistribusikan melalui setoran tunai . Selain itu, dia juga mentransfer ke rekening pribadi atas nama beberapa orang, salah satunya adalah PNS yang menjabat sebagai kepala pada instansi tersebut.

Keenam, penyelewengan dana APBD dengan mencairkannya tidak sesuai prosedur dan kemudian dana tersebut digunakan sebagai modal dasar untuk mendirikan Bank Perkreditan Rakyat (BPR). "Ini adalah salah satu upaya yang dilakukan untuk menyamarkan atau menyembunyikan uang haram," ujar Yunus.

Ketujuh, modus dengan memecah dana deposito atas nama pemerintah kota kemudian disimpan menjadi beberapa deposito atas nama pribadi PNS atau pejabat terkait. Kemudian dalam bulan yang sama, dana tersebut ditempatkan kembali dalam bentuk deposito atas nama anak atau keluarga PNS atau pejabat terkait.

"Itu tujuh modus, namun kami masih mencatat ada modus lain, antara lain pejabat yang mengaku menerima honor dari berbagai bank sebagai pembicara dalam jumlah banyak. Atau menjadi anggota di banyak sekali tim, namun honornya bisa Rp1 miliar setahun. Bisa juga dengan modus PNS yang membuka rekening atas nama pemda, namun yang disimpan sebenarnya adalah duit pribadi," ujar Yunus.

http://oase.kompas.com/read/2008/08/25/17390365/Tujuh.Modus.Pencucian.Uang.di.Daerah

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More