This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selamat Datang Semoga Bermanfaat, Pengelola Web Akan Sangat Senang Bila Anda Berkenan Meninggalkan Jejak Berupa Koment Atas Postingan Kami

Selasa, 05 April 2011

Putri siapa, istri siapa dan ibunda siapakah Fatimah Azzahra?

Fatimah Azzahra binti Muhammad s.a.w


Putri siapa, istri siapa dan ibunda siapakah Fatimah Azzahra?


Fatimah adalah putri dari penghulu para nabi, dan seseorang yang terbaik di kalangan manusia, Muhammad bin Abdullah s.a.w. Fatimah mendapatkan sebuah kehormatan dengan menjadi putri dari Muhammad, Rasul Allah dan Khadijah, wanita pertama yang masuk Islam. Dia adalah istri dari Ali bin Abi Thalib yang telah Allah muliakan semenjak masih kecil. Ali semasa hidupnya tidak pernah menjadi penyembah berhala. Ali berjuang bersama Rasul s.a.w dari mulai baligh dan diangkat juga menjadi khalifah yang keempat. Fatimah juga adalah ibunda dari Hasan dan Husaiyn, para pemuda syurga.


Fatimah masih berusia lima tahun saat ayahnya diberi kehormatan oleh Allah untuk menjadi seorang nabi. Dia tumbuh dan menjadi saksi betapa ayahnya dihina dan diperlakukan buruk oleh orang-orang di sekitarnya.

Dia teramat mengasihani ayahnya dan mendukung perjuangan ayahnya. Tapi dukungan semacam apa yang bisa diberikan oleh seorang gadis yang umurnya saja masih kurang dari sepuluh tahun?

Kekejian yang pernah dirasakan oleh Fatimah adalah saat ia melihat ayahnya beribadah di sekitar Ka’bah. Saat Rasul sedang rukuk, datanglah orang Mekah yang bengis bernama ‘Uqbah bin Abi Ma’it melempari kepala Rasul dengan kotoran unta. Lalu semua orang yang berada di sana tertawa. Rasulullah s.a.w tetap dalam posisi rukuknya hingga Fatimah membersihkan kotoran yang baunya menyengat itu dari punggungnya. Beliau pun menyelesaikan shalatnya. Lalu beliau bangkit dan menghadap kepada orang-orang Quraysh itu dengan marah. Lalu mengatakan, “Ya Allah, balaslah orang-orang Quraysh itu. Ya Allah balaslah Abu Jahal, ‘Utbah bin Rabi’ah, Syaibah bin Rabi’ah, ‘Uqbah bin Abi Ma’it, dan Ubay bin Khalaf.” Orang-orang Quraysh itu sangat ketakutan dengan doa Nabi karena mereka sebetulnya yakin bahwa kata-katanya bukanlah isapan jempol saja. Beberapa tahun kemudian, saat terjadinya perang Badar, Fatimah melihat orang-orang yang disebut namanya dalam do’a Rasul itu terbunuh di sekitar sumur Badr. Allah membunuh mereka karena perilaku mereka yang jahat dan mendustakan Rasul.

Fatimah hidup dalam arena da’wah semenjak masih kecil dan ambil bagian dalam perjuangan sesuai dengan usia dan jendernya.

Karena merupakan anak paling kecil, Fatimah tinggal lebih lama dengan orang tuanya, saat ketiga kakak perempuannya sudah menikah. Nabi s.a.w selalu menyebutnya sebagai kesayangannya. Dan ketika wahyu yang berikutnya turun, yang berbunyi, “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat.” (Q.S Asy-Syu’araa:214), maka beliau mengumpulkan orang Quraysh kemudian mengatakan,

“Wahai orang-orang Quraysh, selamatkanlah dirimu dari api neraka, karena aku tidak dapat menyelamatkanmu dari hukuman Allah. Wahai Bani Abdul Manaf, aku tidak dapat memintakan pertolongan untuk kalian dari hukuman Allah. Wahai Abbas bin Abdul Muthallib, aku tidak dapat menolongmu dari hukuman Allah. Wahai Shafiyyah (bibi Rasul), aku tidak dapat menolongmu dari hukuman Allah. Wahai Fatimah, mintalah berapapun uang yang engkau mau, aku akan memberikannya, namun aku tidak dapat menolongmu dari hukuman Allah.”


Kata-kata beliau begitu berarti baginya. Kata-kata beliau memberikan perubahan yang dahsyat pada Fatimah!


Di kesempatan lain, ketika seorang wanita dari Bani Makhzum tertangkap karena mencuri, orang-orang Quraysh mengirim Usamah bin Zayd kepada Rasulullah untuk menegosiasikan tentang wanita tersebut kepada Rasul. Rasul s.a.w sangat marah dan kemudian memberikan orasi di depan banyak orang,” Demi Allah, jikalau Fatimah binti Muhammad mencuri pun, akan aku potong tangannya.”

Maksud Rasul adalah, meskipun pelaku pencurian itu adalah orang yang sangat disayanginya, namun beliau akan tetap menghukumnya. Hal ini membuktikan keadilan dalam Islam yaitu bahwa orang yang berasalah harus dihukum baik itu dari kalangan elit maupun rakyat biasa.

Fatimah hidup dalam sebuah rumah yang didirikan diatas kenabian, dia dibesarkan dalam pendidikan Qur’ani. Oleh karena itu, semua ajaran Islam tertuang dalam dirinya. Dia sangat diterima oleh orang-orang di sekitarnya, dan dia pun mencoba untuk menyebarkan da’wah di sekitarnya dalam usia yang begitun belia. Beliau s.a.w mengatakan, “Fatimah adalah bagian dari diriku, apa yang mengganggunya, menggangguku, dan apa yang menyakitinya, menyakitiku juga.” Beliau juga mengatakan dengan penuh kesungguhan, “Keempat wanita ini adalah wanita terbaik sepanjang masa: Maryam, Asiyah, Khadijah, dan Fatimah.”

Pernyataan ini sangat menyanjungnya karena dia termasuk dari keempat wanita yang terbaik dan merupakan putri dari salah satu dari empat wanita terbaik, yaitu Khadijah. Ini benar-benar sebuah kehormatan.

Semenjak saat itu, orang Quraysh menindas Kaum Muslimin dengan perlakuan yang lebih kejam lagi. Dan upaya yang mereka lakukan untuk menghancurkan penyebaran agama baru ini semakin parah. Semakin mereka mengalami kegagalan, maka semakin liar saja kekejaman mereka. Kemudian Allah menghendaki agar beliau berhijrah dari tempat yang sangat dicintainya, yaitu Mekah menuju Madinah.

Dua kakak beradik yaitu Fatimah dan Ummu Kultsum ditinggalkan di Mekah menunggu Nabi s.a.w untuk memberikan izin kepada mereka untuk ikut serta dalam hijrah. Setelah Rasul mengizinkan mereka, lantas mereka pergi dengan hati yang sedih dan berlinangan air mata. Kedua gadis ini sangat terkejut dengan kebengisan orang Quraysh karena mereka menganggap bahwa anak laki-laki dan wanita mereka sudah dimurtadkan dari agama nenek moyangnya. Kebengisan itu salah satunya silakukan oleh Huwayrith bin Naqidh, yang mematahkan kaki unta yang sedang mereka tunggangi sehingga keduanya jatuh dan harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki tanpa kendaraan.

Akhirnya Fatimah tiba di Madinah dengan keadaan letih dan sangat kelelahan. Fatimah menceritakan kejadian yang menimpanya dan permasalahan yang ia alami di perjalanan. Ketika Rasulullah s.a.w mendengar kejadian ini, maka beliau memerintahkan agar orang Quraysh itu dihukum.

Kejadian pada Fatimah dan Ummu Kultsum yang begitu menyedihkan bukanlah satu-satunya contoh kekejaman Quraysh terhadap muslimah. Sebelumnya, Abu Jahal pernah membunuh syahidah pertama, Sumayah binti Khabbath tanpa rasa malu. Orang Quraysh jug pernah menyerang Ummu Salamah dan memisahkannya dari suaminya, dan yang lebih kejam lagi mereka menyiksa anak Ummu Salamah tepat di depan kedua matanya.

Zaynab juga pernah diserang oleh orang Quraysh saat dia sedang dalam perjalanan ke Madinah. Serangan ini membuat Zaynab mengalami keguguran, dan kejadian ini membuatnya sakit dalam jangka waktu yang lama dan akhirnya meninggal.

Mereka yang berada di pihak Quraysh tetap menghormati bangsa itu dengan menyangkal pernah terjadinya kejahatan-kejahatan tersebut. Tapi kejadian-kejadian tersebut menunjukkan bahwa orang-orang Quraysh tersebut jauh dari kehormatan, terutama karena mereka tidak pernah menepati janji-janji pada orang yang beriman, baik pada wanita maupun pria.

Ini adalah agenda jahiliyah yang dilakukan oleh orang Quarysh, Yahudi, Kristen, dan bahkan orang-orang yang mengikuti budaya atau kebanyakkan orang. Karakteristik jahiliyah selalu sama di setiap zaman bahkan sangat mudah dikenali meskipun direkayasa atau ditutup-tutupi.

Di Madinah, Fatimah tinggal bersama dengan ayahnya dan Fatimahlah yang diberi tanggungjawab untuk mengurus rumah tangga Rasul. Fatimah melakukan tugasnya dengan sangat bahagia.

Ketika Fatimah hampir berusia delapan belas tahun, A’isyah bergabung dengan keluarga Rasulullah s.a.w sebagai istri beliau. Tentunya Fatimah tahu bahwa tanggungjawab mengurus rumah tangga sudah tidak lagi menjadi tanggungjawabnya dan digantikan oleh wanita baru yang berasal dari keluarga As-Siddiq. Hal ini tentunya membuat Fatimah kurang begitu bahagia, karena Fatimah sangat bangga dan senang menjadi pengurus rumah tangga Rasul. Pada saat yang bersamaan, banyak sahabat Rasul yang mendekati Rasul s.a.w untuk melamar Fatimah. Bahkan Abu Bakar dan Umar pun melamarnya, tetapi Nabi s.a.w memohon maaf terhadap mereka dengan cara yang sangat baik. Dari kejadian itu, banyak sekali orang yang membicarakan Fatimah dan perihal baiknya kualitas para sahabat Rasul yang telah datang melamarnya. Lalu banyak orang yang mengajukan kepada Ali untuk juga mencoba melamar Fatimah, lalu Ali bertanya pada mereka, “Aku melamar Fatimah setelah Umar dan Abu Bakar mencobanya?” ketika mereka mencoba mengingatkan Ali bahwa antara Ali dan Rasu terdapat hubungan kekerabatan, maka akhirnya Ali mencoba mengumpulkan seluruh keberaniannya untuk melamar Fatimah. Ali duduk di samping Rasul dengan penuh rasa malu. Saat itu suasana begitu kaku. Lalu Rasul memecahkan kesunyian dengan bertanya, “Apakah gerangan yang Ali inginkan dariku?” Lalu dengan malu-malu Ali menyebut nama Fatimah. Dan diluar dugaan Ali, Rasul menjawab dengan singkat, “Selamat Datang.”

Ucapan selamat datang yang dikatakn Rasul membuat hati Ali menjadi tenang. Ali, dan juga teman-temannya faham bahwa yang dimaksud oleh Rasul adalah penerimaan atas diri Ali sebagai suami dari Fatimah dan ucapan itu pula berarti sebuah sambutan dari Rasul untuk bergabungnya Ali ke dalam keluarganya, meskipun Ali memang sebelumnya pun memiliki hubungan kekerabatan dengan Rasul.

Nabi s.a.w bertanya kepada Ali, “Apa yang akan engkau berikan sebagai mahar?” Ali menjawab, “Saya tidak memiliki apapun yang bisa saya jadikan sebagai mahar.”

Rasul s.a.w bertanya, “Apakah engkau masih menyimpan baju besi dari Al-Hatmiyah yang aku berikan padamu? “Saya masih mnyimpannya” kata Ali. “Berikanlah kepadanya sebagai mahar baginya,” kata Rasul s.a.w.

Kejadian ini menjadi sebuah peristiwa yang besar. Ketika Ali hendak melamar putri dari sang nabi, tidak terfikir olehnya bahwa mahar akan menjadi sebuah rintangan baginya. Ali paham bahwa pernikahan di dalam Islam berdasar kepada nilai moral yang dimiliki seseorang dan bukan hartanya, sedangkan mahar sendiri hanyalah sebagai symbol ikatan pernikahan, bukan inti dari pernikahan. Rasulullah s.a.w pun bersabda, “Jika seseorang yang memiliki pemahaman agama yang baik dan juga akhlaq yang mulia datang menemuimu untuk melamar putrimu, maka terimalah ia.”

Apakah Rasul s.a.w menolak Ali r.a ketika ia mengatakan, “Saya tidak memiliki apapun untuk diberikan sebagai mahar” ? Apakah Rasul marah karena Ali berani melamar padahal tidak memiliki apapun? Bahkan Rasul mengingatkan dengan penuh kasih sayang kepada Ali agar baju besi yang dahulu beliau berikan pada Ali bisa dijadikan mahar untuk Fatimah.

Pernikahan menjadi begitu sederhana dalam masa itu. Tetap terdapat pengikat pernikahan, namun tidak memberatkan calon suami. Dan terbuktilah bahwa para wanita di sekeliling Rasul pada saat itu benar-benar wanita mulia yang memilih suami berdasarkan pemahaman diniyyahnya.

Kesederhanaan seperti ini berlangsung terus hingga munculnya era di mana para wanita lebih mementingkan jumlah mahar dan memberatkan sang calon suami. Oleh karenanya uang selalu menjadi hambatan bagi para pria untuk menikahi wanita dan demi menjaga kesucian.

Meskipun baju besi itu kemudian menjadi milik Fatimah, namun Fatimah tentu saja mengharapkan Ali lah yang akan menggunakannya saat ia harus bertempur di medan juang melawan para musuh Allah. Lalu apa keuntungannya bagi Fatimah menerima baju besi itu?

Saat hari pernikahan tiba, Ali menjual unta miliknya pribadi dan juga beberapa barang pribadinya hingga mencapai empat ratus delapan dirham. Ketika Rasul s.a.w mendengar hal ini, beliau lalu berkata, “Belanjakan duapertiganya untuk membeli parfum dan sisanya untuk kebutuhan rumah tangga.” Rasul s.a.w memang terkenal menyukai minyak wangi dan mengharapkan agar para pengikutnya pun berlaku demikian. Inilah mengapa Rasul meminta Ali untuk banyak menggunakan parfum di hari pernikahannya.



Rasul pun mengatakan kepada Ali, “Wahai Ali, resepsi pernikahan membutuhkan jamuan.” Lalu orang-orang di sekeliling Ali menawarkan bantuan dengan sukarela. Sa’id seorang Anshar memberikan kambingnya dan orang yang lainnya menyumbang gandum.

Hari itu adalah hari yang indah, semua orang berbahagia. Mereka berkumpul menikmati jamuan di tempat yang sangat harum semerbak. Rasul s.a.w teramat mencintai Fatimah sehingga beliau menata ruangan untuk Fatimah dan Ali dengan sangat baik.

Ketika malam hari tiba, Rasul berpesan pada Ali agar jangan dulu menemui Fatimah sebelu menemui beliau. Ali melaksanakan permintaan Rasul. Lalu Rasul memercikkan air kepada Ali dan mengatakan, “ Semoga pasangan ini diberikan kebahagiaan dan Allah memberkahi mereka serta keturunannya.” Lalu Rasul mendatangi Fatimah yang sedang merasa malu untuk bertemu dengan Ali. Rasul berkata padanya, “Wahai Fatimah, aku akan segera berpisah denganmu, namun aku bahagia karena kau menikahi salah satu kerabatku yang terbaik.”

Itulah Rasulullah, beliau meyakinkan Fatimah bahwa beliau sudah melaksanakan tugasnya sebagai seorang ayah dengan baik, yaitu mencarikan pasangan untuk putrinya berupa seorang pria yang shaleh.

Pernikahan Fatimah dan Ali adalah peristiwa bersejarah. Belum ada pernikahan yang begitu indah. Dan pernikahan ini pun banyak mempengaruhi kejadian-kejadian yang terjadi di hari-hari berikutnya. Oleh karenanya era setelah Fatimah menikah ini bahkan diberi sebutan: Dinasti Fatimah.

Di dalam rumah yang didiami oleh pasangan penuh berkah ini, tidak ada harta benda yang banyak. Yang mereka miliki hanya tempat tidur terbuat dari kulit, dua buah gelas untuk minum dan dua tepat makan. Mereka pun terbiasa untuk mengerjakan semua pekerjaan rumah mereka berdua saja. Hingga ketika terdengar kabar bahwa Rasul datang ke Madinah dengan membawa twanan perang dan saat itu Ali merasakan sakit di dadanya karena kelelahan, barulah Ali meminta Fatimah agar ayahnya berkenan memberikan satu orang tawanan perang itu untuk membantunya bekerja.

Fatimah pun berkata, “Jika saja memang suamiku tidak sakit dan tanganku tidak luka akibat peralatan ini, aku tidak akan meminta satu orang pun untuk membantu kami.”

Ketika tiba di rumah Rasul, Fatimah hanya terdiam duduk di samping Rasul. Lalu dengan lembut Rasul menyapanya, “Ada apa gerangan kau datang kemari, putriku?”Sebetulnya Fatimah sangat malu, namun akhirnya ia berujar, “Saya datang untuk meminta sesuatu padamu, tapi tidak jadi saja, saya terlalu malu.” Fatimah pun segera pulang menemui suaminya.

Suaminya bertanya apakah harapan mereka dipenuhi atau tidak, lalu Fatimah berkata, “Aku terlalu malu untuk memintanya.” Ali menggenggam tangan Fatimah dengan lembut lalu menuntunnya kembali ke rumah ayahnya. Ali berkata pada Rasul, “Jika saja dadaku saat ini tidak sakit, maka aku tidak akan berani meminta salah satu tawanan perang yang engkau bawa untuk membantu kami.” Lalu Rasul berkata, “Demi Allah, tidak akan kuberikan mereka padamu padahal aku tahu bahwa orang-orang As-Suffah lebih membutuhkan mereka.” Ini artinya Rasul tidak memberikan apa yang mereka pinta. Tetapi mereka sama sekali tidak sakit hati karena mereka paham alasan Rasul adalah demi mengutaakan orang yang lebih membutuhkan. Mereka pun pulang dengan tangan kosong. Namun ternyata asul mengikuti mereka dari belakang hingga mereka memasuki rumah. Lalu Rasul berkata, “Aku memang tidak menolong kalian dengan memberikan apa yang kalian perlukan, tapi ada hal yang akan lebih menggembirakan kalian dibandingkan permintaan kalian itu. Ini adalah kalimat yang Jibril ajarkan kepadaku. Apakah kalian ingin aku mengajarkan pada kalian?” “Tentu” sahut mereka. “ Biasakanlah mengucapkan SubhanAllah sepuluh kali, Alhamdulillah sepuluh kali, dan Allahu akbar sepuluh kali setiap selesai shalat. Dan ketika hendak tidur bacalah SubhanAllah tiga puluh tiga kali, Alhamdulillah tiga puluh tiga kali, dan Allahu akbar tiga puluh empat kali.”

Rasul menghibur hati mereka yang sedih dan mengobati luka fisik mereka karena lelah dengan memberikan sebuah ikatan batin yang kuat yang akan menghubungkan mereka dengan Allah. Mereka nampak sangat bahagia dengan pemberian Rasul itu. Rasul pun merasa bisa meninggalkan mereka karena keadaan sdah menjadi bahagia. Rasul tenang dan pulang ke rumah beliau.

Mereka selalu melakuan apa yang Rasul perintahkan dan hal itu menjadi penenang saat mereka mengalami kesedihan. Bahkan ketika mereka hendak tidur, selimut yang mereka miliki tidak mampu menutupi sekujur tubuh mereka dan kedinginan pun terasa. Saat seperti itu mereka mempergunakan apa yang Rasul berikan untuk menghangatkan diri mereka.

Rumah Fatimah selalu dipenuhi dengan kebahagiaan, terutama setelah lahir Hasan Husain, Ummu Kultsum, dan Zaynab. Anak-anak itu membuat hati Ftimah, Ali dan Rasul diliputi kebahagiaan yang luar biasa.

Hari demi hari, kejayaan Islam semakin meluas, hampir semua jazirah Arab dikuasai oleh Islam. Dan ketika beita gembira itu datang, Fatimah selalu mengunjungi rumah ayahnya dan memberikan selamat kepada beliau. Rasul akan menyambut Fatimah dan anak-anaknya dengan sambutan yang hangat seperti yang diceritakan oleh A’isyah:

“ Suatu hari, kami semua—para istri Rasul berkumpul di sekeliling Rasul, tak satupun dari istri Rasul yang tidak ada di sana. Lalu Fatimah datang dengan anak-anaknya. Rasul berkata, “Selamat datang, wahai putriku.” Lalu Rasul duduk di samping kanan Fatimah dengan wajah yang sangat ceria. Setelah itu Rasul berbisik padanya hingga Fatimah menangis tersedu, lalu Rasul memeluknya, dan berbisik lagi hingga Fatimah tersenyum. Saya pernah bertanya kepada Fatimah tentang bisikan Rasul itu, namun ia menjawab, “Aku tidak akan membuka sesuatu yang dirahasiakan oleh Rasul kepadaku.” Hingga saat ketika Rasul wafat, akhirnya saya bertanya hal yang sama pada Fatimah. Lalu akhirnya ia mengatakan, “Baiklah, akan aku ceritakan sekarang. Saat engkau melihat aku menangis, Rasul mengatakan,” Jibril mendatanginya satu atau dua kali dalam satu tahun untuk mebacakan wahyu kepada beliau, dan pada tahun tersebut, Jibril sudah mendatanginya sebanyak dua kali sehingga Rasul merasa ajalnya sudah dekat, dan beliau mengatakan padaku, “Takutlah kepada Allah dan bersabarlah.” Rasul mengharapkanku menjadi penerus perjuangannya. Lalu aku menangis. Kemudian Rasul berkata,”Fatimah, tidakkah engkau berbahagia karena engkau akan menjadi pemimpin para wanita shalihah untuk umat ini?” Pada saat itulah engkau melihatku tersenyum.” (Shahih Muslim, 6004).

Fatimah wafat setelah enam bulan wafatnya Rasul. Fatimah wafat pada bukan ramadhan tanggal 3 pada tahun 11 Hijriyah. Ia wafat pada usia dua puluh sembilan tahun. Tidak ada teman yang sangat dekat dengan rasul selain Fatimah, beliau sangat saying padanya. Oleh karenanya para sejarawan dan penyair menyebutnya Fatimah A-zahra.

Ya, Fatimah yang begitu mulia. Tangannya bekerja sementara mulutnya membaca Al-Qur’an, dikaruniai suami yang begitu lembut hatinya yang pernah menyantuni fakir miskin sehingga tidak bersisa makanan untuk mereka sendiri, betapa mulianya. Dikaruniai para putra yang menjadi pemimpin jihad.

Semoga Allah selalu meridahainya…

http://www.muslimdaily.net/wanita/1478/putri-siapaistri-siapa-dan-ibunda-siapakah-fatimah-azzahra

Sabtu, 04 Desember 2010

Unskilled = TKI Dilecehkan Majikan

Tragis

Hanya satu kata. TRAGIS. Bukan kali pertama fenomena ini terdengar di telinga kita. Penganiayaan Sumiati TKW asal NTB oleh majikannya hanya salah satu kejadian yang menyedihkan bagi rakyat negeri ini. Tidak hanya sekedar hitungan jari, namun ini adalah untuk kesekian kalinya, akankah kejadian ini terulang?.

Sumiati hanyalah seorang Ibu dari anak-anaknya, Istri bagi suaminya bahkan seorang anak yang dirindukan oleh ibu bapaknya. Penduduk negeri ini lebih memilih menjadi TKI karena memang berhenti berharapa pada negerinya sendiri, mengadu nasib di negeri orang demi menyambung hidup. Dianiaya majikan, dilecehkan, atau bahkan kematian mengintai TKI, apalagi bagi seorang TKW seperti Sumiati. Ditambah lagi mayoritas pekerja Indonesia merupakan pekerja unskilled (Senin, 07/09/2009: Jakartapress; BNP2TKI: 64 Persen TKI Tak Modal Skill) sehingga di luar negeri pekerja asal Indonesia menjadi pekerja kasar, sektor-sektor informal bahkan disia-siakan keberadaannya.

Unskilled = Pendidikan Mahal

Lingkaran setan kemiskinan mendera bangsa ini, seorang yang unskilled (baca: tidak berpendidikan) akan lebih rentan pada kemiskinan. Begitu mahal pendidikan di Negara ini, seolah menjadi skenario para penguasa untuk membiarkan rakyatnya bodoh sehingga tidak bisa menuntut apabila terjadi kesenjangan distribusi kekayaan dalam dimensi kehidupan ini.

Apabila penduduk di negeri ini hidup sejahtera, kemungkinan besar peristiwa yang menimpa Sumiati tidak akan pernah terjadi.

Sebuah kontradiksi besar sedang melanda negeri ini, negeri dengan limpahan kekayaan alam mengapa masih saja didera kemiskinan, busung lapar belum teratasi, kualitas pendidikan hanya ilusi, kesehatan masih mahal, pengangguran semakin menjadi soal, angka kejahatanpun semakin binal. Ekonomi, hukum, politik, budaya, serta keamanan masih menjadi masalah mencekal dan fatal.

Pendidikan merupakan hal dalam kategori strategis. Namun mengapa anggaran untuk pendidikan di negeri ini masih saja kecil (20%), dimana pendapatan negara bertumpu pada pajak rakyat termasuk devisa yang didapat dari TKI yang berada di luar negeri. Luar biasa, namun mengapa rakyat tak dapat menikmatinya?. Terbitan Koran Tempo menyebutkan bahwa “Anggaran pendidikan Indonesia adalah terendah di kawasan Asia Timur dan Pasifik dibandingkan dengan Cina, Malaysia, Filiphina dan Singapore yang mengeluarkan dana lebih dari tiga kali anggaran Indonesia.

Apakah Negara ini akan bertahan dengan kualitas pendidikan seperti ini? Akankah selamanya negeri ini bergantung pada bantuan luar negeri yang sarat akan kepentingan? Kapan penderitaan rakyat negeri ini akan berakhir. Semua itu hanya akan menjadi ilusi apabila negera ini tetap bertahan dengan ide kapitalismenya serta bangga dengan liberalismenya. Janji kesejahteraan serta keadilan tidak pernah terealisasi. Gonta-ganti pemimpinpun bukan solusi. Permasalahan ini bukan hanya karena pemimpin yang tidak amanah atau pejabat yang amburadul akhlaknya namun terletak pada sistem yang mengatur proses pemerintahan ini. Sistem yang tidak berkeadilan. Sistem pabrikan manusia. sistem warisan penjajah negeri ini. Sistem yang sarat akan kerusakan.

Penerapan sistem sekuler yang membedakan urusan agama dengan urusan duniawi membuat manusia semakin jauh dari Sang Pencipta. Barokah hidup tidak akan didapat, karena tiada jalan lain yang Allah ridlai selain Islam sebagai jalan hidup (Ali Imran: 85). Sehingga wajar sekali jika 65 tahun Indonesia merdeka namun keadaan masih saja memprihatinkan.

Dalam hal ini pemerintah bertanggungjawab untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Bukan hanya dalam segi peningkatan jumlah anggaran namun juga lebih pada content (kurikulum) pendidikannya yakni kurikulum berbasis Imtaq & Imtek serta pendidikan yang terintegrasi. Yakni, keterpaduan ideologi antara pemerintah, sekolah, masyarakat dan keluarga dengan ideology Islam untuk membangun Indonesia lebih baik.


Tanggungjawab Pemerintah

Kasus penganiayaan kali ini terfokus pada Sumiati sebagai seorang wanita. Sebagaimana kita tahu bahwa kedudukan wanita begitu dimuliakan dalam Islam. Karena dari seorang wanita lahir generasi harapan, seorang ummun wa rabbatul bait dengan tugas pokok sebagai ibu dan pengatur keluarga. Karena dari keluargalah tempat pendidikan itu bermula. Bisa dibayangkan apabila pendidikan dalam keluarga kacau maka generasi kita akan kalang kabut.

Begitu mulianya seorang wanita dalam Islam, secara khusus Rosulullah SAW mengingatkan umatnya pada khutbah perpisahan Rosulullah di Arafah dengan berpidato: Takutlah kepada Allah dalam bersikap kepada kaum wanita, karena kamu telah mengambil mereka (menjadi isteri) dengan amanah Allah dan kehormatan mereka telah dihalalkan bagi kamu sekalian dengan nama Allah. Sesungguhnya kamu mempunyai kewajiban terhadap isteri-isteri kamu dan isteri kamu mempunyai kewajiban terhadap diri kamu.

Berbeda jauh pada zaman kenabian Rosulullah SAW dan kekhilafahan Islam yang begitu memuliakan kaum wanita, makhluk yang diciptakan dari tulang rusuk kaum Adam untuk dilindungi. Tuntutan bertahan hidup dan kelansungan keluarga. Sumiati hanya korban dari buruknya sistem perekonomian dan pemerintahan Indonesia saat ini. Karena kemiskinan yang mendera dan tak pernah terselesaikan oleh pemerintah. Sumiati dan ribuan TKW lainnya harus bekerja di luar negeri jauh dari suami, anak dan keluarga.

Pemerintah bertanggungjawab memperbaiki keadaan ini, pemerintah bertanggungjawab untuk memperbaiki sistem sekuler menuju sistem berkeTuhanan. Sistem kehidupan yang telah disyariatkan namun saat ini jauh ditinggalkan sehingga membawa pada kerusakan. Sistem syariat dalam naungan khilafah merupakan solusi dari semua permasalahan ini.

Kamis, 18 November 2010

Egois = Tragis

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَئْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَ تُؤْمِنُوْنَ بِالله. وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ, مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَ أَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُوْنَ (ال عمران :110)

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyeru kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”

Jelas sekali Allah mengatakan bahwa kita (baca: umat muslim) adalah umat terbaik, namun untuk menjadi umat terbaik seperti yang dimaksud petikan ayat tersebut adalah dengan memenuhi beberapa syarat, apabila tidak dipenuhi syarat tersebut maka kita masuk pada golongan orang yang baik atau bahkan fasik. Syaratnya cukup mudah kok, pertama kita harus menyeru kepada kebaikan, kedua mencegah dari kemungkaran, serta yang terakhir berimana kepada Allah.
Allah menyebutkan demikian karena memang manusia diciptakan dengan berbagai macam potensi dibandingkan dengan makhluk Allah yang lainnya. Salah satunya Allah menganugerahi manusia dengan akal sehingga dengannyalah manusia berbeda dengan hewan, setan atau bahkan malaikat sekalipun. Seperti dikisahkan dalam surah Al-Baqarah ayat 31 bahwa manusia mengajari malaikat nama-nama benda.

Sungguh luar biasa. Namun pertanyaannya apakah kita akan menyia-nyiakan potensi tersebut? Akankah kita menjadi seorang muslim yang tidak kontributif? Atau bahkan kita hanya akan menjadi makhluk perusak seperti apa yang telah dipertanyakan oleh malaikat saat Allah menciptakan manusia untuk pertama kalinya? Tidak!! Tentu jawabannya adalah tidak, sebagai ummat yang tahu apa arti dari kalimat syukur, maka ia akan mensyukuri potensi tersebut…

Ya, tepat sekali potensi yang telah Allah anugerahkan kepada kita harus dioptimalkan untuk kemajuan Islam. Karena untuk apa kita hidup jika bukan untuk menyembah dan mengabdikan diri kepada Sang Maha Pencipta. Sungguh kasihan manusia yang menghabiskan waktunya untuk hal yang sifatnya sia-sia (tanpa adanya nilai ibadah di dalamnya).

Kehidupan di dunia ini hanyalah bersifat sementara, akhiratlah kampung keabadian. Merugilah bagi mereka yang telah menyia-nyiakan waktunya, mereka lupa bahwa dunia adalah tempat bertanam serta akhiratlah tempat menuai. Jika kita menanam kejelekan bisa dipastikan nerakalah tempat kita menuai, begitupula sebaliknya bila kebaikan tanaman kita di dunia, maka bergembiralah karena kita akan mendatap SIT (Surat Ijin Tinggal) di syurga untuk selamanya tanpa pajak. Mau ngga nih bro???

Kita hidup di dunia ini ngga sendirian, tapi beramai-ramai yang kata banyak orang disebut sebagai makhluk social. Melalui ayat tersebut kita harus memahami sebagai generasi terbaik manusia juga tidak boleh egois, lebih mementingkan kebaikan diri sendiri tanpa memikirkan keadaan saudaranya. Generasi yang terbaik akan senantiasa menyayangi serta tak akan pernah rela melihat saudaranya terperosok dalam jurang kenistaan hingga jauh dari jalan Allah. Dengan bersikap egois maka itu akan membuat keadaan semakin tragis.

Saat kita melangkah menuju kebaikan, maka kitapun harus mengajak saudara kita turut bersama. Serta berlomba-lomba mendapatkan apa yang telah Allah janjikan bagi orang yang berbuat kebaikan. Karena begitu egois seseorang apabila ia mendapat pahala sendirian tanpa mau berbagi dengan yang lain. Mungkin yang bersangkutan lupa bahwa syurga diciptakan untuk semua umat yang beriman dan bertakwa. Begitu serakah bukan? Mau masuk syurga kok sendirian? Ngga rame kaleee???

Pasti semua orang sepakat jika seorang pembunuh, pemabuk pezina atau pe-pe-pe lainnya itu adalah jahat dan dosa, perbuatannyapun pasti diganjar dengan dosa. Tapi tahukah anda bahwa ada yang lebih jahat dari itu. Orang yang membiarkan saudaranya selalu bergelimang dosa adalah orang yang lebih jahat dari itu semua. Mengapa? Jawabannya sangatlah simple, yaitu karena yang bersangkutan telah membiarkan saudaranya menjadi pendosa dan calon penduduk tetap dari neraka.

Sebagai bentuk kasih sayang kita kepada yang lain, kita tidak akan menjadi penghuni syurga sendirian bukan?? Atau bahkan kita membiarkan saudara kita masuk neraka?? Jangan biarkan itu terjadi, ingatkanlah mereka saat khilaf, dengan segenap kemampuan atau bahkan dengan doa kita. Rasulullah telah memerintahkan kepada kita untuk mencegah saudaranya dari segala perbuatan munkar.

Bila sudah demikian, secara tidak langsung kitapun sudah berdakwah, dan ternyata berdakwah itu simple banget. Memang untuk berdakwah tidak usah menunggu kita mendapat gelar kiyai, ustadz, atau gelar apapun itu karena semua orang memiliki kewajiban yang sama untuk berdakwah. Kitapun harus berdakwah sesuai dengan cara-cara Rasulullah yaitu dengan Hikmah, nasihat yang baik, bertukar-pikiran (QS. An-Nahl; 125-126).

Ternyata peran kita terhadap kemajuan umat muslim sangatlah besar, karena memang umat musim laksana bangunan dimana muslim yang satu menguatkan muslim lainnya. Tidak seperti sekarang ini, banyak kaum muslim yang tidak peduli dengan keadaan saudaranya atau bahkan pada aturan Allah. Inilah salah satu sebab umat ini terpuruk, terpecah-belah dan terombang-ambing dalam jajahan ide-ide busuk sekularisme (membedakan urusan agama dengan dunia).

Pasti kita semua yakin dan sepakat bahwa umat muslim akan selalu menjadi umat terbaik. Setelah kita berbicara masalah sikap kita terhadap saudara sesame muslim, sekarang kita akan membicarakan point prasyarat, yaitu beriman kepada Allah. Point ini menjadi sangat penting untuk senantiasa ditingkatkan dan dipupuk oleh setiap individu.

Keimanan setiap orang menjadi hal yang sangat mendasar dalam setiap diri seseorang, karena dengannyalah seorang memiliki akidah yang benar atau tidak. Imanpun akan membawa seseorang pada konsekuensi untuk beribadah kepada Allah, menjalankan apa yang telah disyariatkan serta menjauhi larangan-Nya.

Jadi, umat yang terbaik itu merupakan ummat yang peduli terhadap sesama menegur saat saudara kita khilaf dan mengajak berbuat baik serta selalu meningkatkan keimanan dan ketakwaannya… it’s so simple… be the best ummah…

Senin, 15 November 2010

Pidato Obama di UI : Beracun dan Penuh Kebohongan !

Dua Perkara Substansial yang menghancurkan kemanusiaan dilakukan Obama dan Presiden AS lainnya : Pembunuhan dan Perampokan

Ada dua poin penting dari pidato Obama di Universitas Indonesia (Rabu; 10/11/2010) penuh racun dan kebohongan. Seperti lazimnya presiden AS yang lain Obama dalam kuliah umumnya kembali ‘mengajarkan’ kita tentang demokrasi, HAM,pluralism, dan pasar bebas. Dikemas dengan retorika menarik dan simpati dengan dua senjata ampuh : pujian terhadap Indonesia dan nostalgia masa lalu. Membius meski yang disampaikan racun.

Demokrasi adalah racun dan ide kufur. Dengan prinsip utama kedaulatan di tangan rakyat demokrasi telah menjadi akal dan hawa nafsu manusia menjadi standar dalam membuat hukum (mashdarul ahkam). Padahal dalam Islam, hak membuat hukum hanyalah milik Allah SWT (QS Yusuf : 40).Demokrasi telah melahirkan UU dan kebijakan yang berdasarkan hawa nafsu yang merugikan rakyat seperti UU Migas, UU Penanaman Modal, UU Kelistrikan dan lainnya.

HAM dengan pilar utama liberalisme juga racun yang tak kalah berbahaya. Liberalisme agama,bukanlah sekedar kebolehan beragama tapi juga kebebasan untuk keluar dari agama (termasuk murtad dari Islam), bahkan tidak beragama sekalipun. Liberalisme terbukti telah menumbuh suburnya kemaksiatan yang menjadi pangkal kemurkaan Allah SWT. Pelaku dan pendukung homoseksual, seks bebas, pornografi, aliran sesat , selalu mengedepankan argumentasi HAM untuk membenarkan kemaksiatan mereka.

Adapun pluralism , bukanlah sekedar pengakuan tentang keberagaman (pluralitas) yang sebenarnya tidak dipersoalkan dalam Islam . Tapi ide pluralism memiliki racun tersembunyi, berupa pengakuan terhadap kebenaran semua agama dengan alasan sama-sama pengikut Tuhan. “We are all God’s follower (kita semua pengikut Tuhan)” demikian Obama menyebutnya . Secara politik pluralisme juga menjadi alat untuk menghalangi tegaknya syariah Islam yang merupakan kewajiban aqidah muslim . Alasannya, semua agama harus dihargai dalam masyarakat.

Point penting kedua dari kuliah umum Obama adalah kebohongan. Dalam pidatonya Obama mengatakan : the United States is committed to human progress ( Amerika Serikat berkomitmen untuk kemajuan manusia). Apa yang dilakukan oleh AS bukanlah untuk kepentingan kemanusian tapi elit pemilik modal . Untuk itu mereka menghalalkan segala cara. Termasuk melakukan dua hal substansial yang menghancurkan kemanusian:pembunuhan dan perampokan. Dua perkara substansial ini secara konsisten dilakukan oleh presiden Amerikan termasuk Obama.

Negara itu sampai sekarang masih melakukan pembunuhan terhadap umat Islam di Iraq, Afghanistan, dan Pakistan. Amerika merampok kekayaan alam dunia ketiga yang kaya termasuk Indonesia, sementara rakyat yang dirampok hidup dalam kemiskinan. Seperti apa yang AS lakukan di Papua, Aceh, Riau, Blok Cepu, atau Natuna.

Dalam hubungan AS dan Islam, Obama mengatakan tidak memerangi Islam tapi al Qaida yang dia sebut sebagai teroris. Masalahnya, siapapun yang tidak sejalan dengan Amerika dan menentang penjajahan Amerika termasuk rakyat sipil akan disebut sebagai Al Qaida atau berhubungan dengan al Qaida. Itu berarti mereka berhak untuk dibunuh.

Obama disatu sisi menyatakan rakyat Amerika dan dunia terancam oleh kelompok teroris , di sisi lain Obama menutup mata bagaimana tentara-tentera Amerika melakukan teror dan pembunuhan terhadap ratusan ribu umat Islam. Obama juga tidak menyinggung sama sekali teror yang dilakukan tentara Zionis Israel .Pertanyaan kita, apakah bagi Obama hanya rakyat Amerika yang disebut manusia yang harus dilindungi , sementara nyawa umat Islam di Irak,Afghansitan, dan Palestina bukan manusia atau dia anggap binatang hina ?

Berkaitan dengan Afghanistan, Obama menggunakan kalimat-kalimat kunci seperti AS bersama koalisi negara-negara (a coalition of nations ), membangun pemerintah dan masa depan Afghanistan, memberi tempat yang aman bagi ekstrimis kekerasaan (violent extremists).

Istilah koalisi negara jelas untuk mendapat legitimasi internasional . Disisi lain, Obama tampaknya dengan sengaja menyembunyikan kata tentara koalisi , padahal yang dikirim ke Afghansitan adalah tentara-tentara koalisi ¸ NATO dengan mayoritas tentara Amerika . Sejak dilantik sebagai Presiden Januari 2010 lalu, jumlah pasukan Amerika di Afghanistan meningkat tiga kali lipat hingga mencapai 150 ribu personel tentara.

Obama sengaja menutupi motif ekonomi Amerika di Afghanistan dengan menyalahkan apa yang disebut dengan kelompok ekstrimis kekerasan. Padahal bukan merupakan rahasia lagi, kalau tujuan penting politik luar negeri Amerika disamping kepentingan politik tidak bisa dilepaskan dari ekonomi. Mengingat Afghanistan merupakan masuk dalam kawasan Eurasia yang strategis disamping Asia Tengah , Pakistan dan Barat Irian. Kawasan Eurasia adalah sangat strategis secara politik maupun ekonomi.

Zbigniew Brzezinski menggambarkan kawasan itu dengan kata-kata : “Eurasia is home to most of the world’s politically assertive and dynamic states. All the historical pretenders to global power originated in Eurasia. The world’s most populous aspirants to regional hegemony, China and India, are in Eurasia, as are all the potential political or economic challengers to American primacy. After the United States, the next six largest economies and military spenders are there, as are all but one of the world’s overt nuclear powers, and all but one of the covert ones. [A Geostrategy for Eurasia , Foreign Affairs, September/October 1997]

Karena itu tujuan Amerika sesungguhnya dikawasan itu antara lain : menghalangi hegemoni Rusia dan China terhadap Asia dan Eropa, menghalangi munculnya Daulah Khilafah, mengontrol sumber-sumber minyak dan gas di laut Kaspia dan Timur Tengah,mengontrol sumber-sumber hidrokarbon dari laut Kaspia dan Timur Tengah dan menjamin transportasinya ke kepentingan-kepentingan vitalnya.

Pernyataan Obama yang menyatakan AS bertujuan membangun pemerintah Afghanistan yang stabil adalah tipuan untuk menutupi maksud sebenarnya Amerika Serikat. Mirip yang dilakukan penjajah kolonialis lama yang sering mengatakan untuk membangun peradaban bangsa terbelakang untuk melegalkan penjajahan mereda di seluruh dunia. Apalagi semua tahu rezim Hamid Karzai yang korup adalah pemerintahan boneka yang dibentuk oleh Amerika Serikat dengan rekayasa demokrasi palsu.

Obama juga berbohong tentang mujahidin yang dia sebut ekstrimis kekerasan. Padahal yang dilakukan oleh mujahidin adalah membebaskan negara mereka dari penjajahan Amerika dan Barat. Kita juga mempertanyakan istilah ekstrimis kekerasaan (violent extremists) yang digunakan Obama . Kalau para mujahidin yang membela negaranya dari penjajahan dia sebut ekstrimis kekerasan, bagaimana dengan tentara NATO yang menggunakan berton-ton bom canggih , pesawat tanpa awak, dan zat kimia di Afghanistan yang membunuh kaum muslimin disana?

Adapun tentang Irak Obama membanggakan diri telah menarik 100 ribu pasukan dari Irak. Seakan-akan Obama tidak menginginkan peperangan dan cinta perdamaian . Kalau itu benar kenapa Amerika mengirim 30 ribu pasukan tambahan ke Afghanistan ? Kenapa pula Depertemen Luar Negeri AS berencana mengirim 7000 personil dari perusahaan kontraktor swasta yang tidak kalah kejamnya ke Irak ?

Surat kabar Inggris, The Guardian (ahad,15/8) menegaskan penarikan pasukan pendudukan Amerika dari Irak hanya “simbolis” saja untuk menyelamatkan Presiden Barack Obama dari warisan pendahulunya, George W. Bush. AS berencana membuat Irak seperti Korea Selatan dengan menempatkan 30 ribu pasukan permanen di pangkalan militer AS yang tersebar di Irak.

Kenneth M. Pollack dalam tulisannya di Washington Post (22/08/2010) menyatakan klaim AS tidak lagi memiliki pasukan tempur di Irak adalah sekedar mitos. Menurutnya, dari sekitar 50.000 personil militer Amerika yang berada di Irak, mayoritasnya masih merupakan pasukan tempur – mereka hanya diberi nama lain.

Tampak sangat jelas Obama ingin mengesankan bahwa dia sedang mengupayakan perdamaian di Palestina. Sesuatu yang juga dilakukan oleh presiden Amerika lainnya namun tanpa hasil berarti. Penyebabnya perdamaian yang dimaksud Amerika mensyaratkan pengakuan terhadap penjajah Yahudi dan pelecutan senjata para pejuang Palestina .

Amerika juga sejak awal bukanlah mediator perdamaian yang netral, karena telah dengan tegas menyatakan berada pada pihak Israel. Obama bahkan menyatakan dukungannya terhadap negara Zionis Israel adalah harga mati yang tidak bisa diubah.

Usulan dua negara yang hidup berdamping (two states solution)juga omong kosong. Karena itu berarti mengakui legalitas penjajah Israel yang kuat yang berdampingan dengan negara merdeka Palestina yang semu karena tidak dibolehkan memiliki kekuatan yang dianggap mengancam negara Zionis itu.

Kita patut bertanya kalau Obama memang sunguh-sungguh menginginkan perdamaian kenapa AS dibawah Obama justru memperkuat militer Israel yang jelas-jelas digunakan untuk membunuh umat Islam. Dalam kampanyenya, Obama juga berjanji untuk meningkatkan bantuan Amerika ke Israel hingga 30 milyar dollar dalam jangka waktu 10 tahun. Amerika Serikat baru-baru ini menjual 20 jet tempur F-35 ke Israel. Semua tahu dengan persenjataan canggih bantuan Amerika itulah Zionis Israel melakukan pembantaian terhadap umat Islam di Gaza dan Lebanon Selatan.

Ironisnya di Universitas Indonesia yang mengklaim sebagai markas para intelektual itu , pidato Obama yang penuh racun dan kebohongan disambut dengan antusias dan tawa. Action speaks louder than words, perbuatan keji yang dilakukan Amerika adalah lebih penting untuk menunjukkan siapa Amerika dari pada kata-kata manis yang diumbar Obama. Bagaimana mungkin pemimpin negara yang paling banyak melanggar kemanusiaan di dunia ini dianggap layak untuk mengajari Indonesia. Dan kita lupa, tepuk tangan itu merupakan legitimasi terhadap penjajahan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT ! (Farid Wadjdi)

copass from http://hizbut-tahrir.or.id/2010/11/16/pidato-obama-beracun-dan-penuh-kebohongan-obama/

Haji dan Jihad

Bagi setiap Muslim, ibadah haji memang istimewa. Haji boleh dikatakan menjadi ‘puncak spiritual’ seorang Muslim. Di hadapan Baitullah, Ka’bah, kebanyakan Muslim yang menunaikan ibadah haji merasakan betapa dekat dirinya saat itu dengan Allah ‘Azza Wa Jalla. Tidak aneh, meski kewajiban haji hanya sekali seumur hidup, kerinduan untuk pergi kembali ke Tanah Suci sering hinggap di kalbu setiap Muslim yang pernah merasakan ‘nikmat’-nya beribadah haji. Karena itu, bagi yang punya kemampuan finansial lebih, ia bisa menunaikan ibadah haji berkali-kali; tentu karena pengalaman spiritual haji yang ingin berkali-kali pula mereka alami.
Bagi sebagian orang, haji juga menjadi semacam ‘identitas sosial’ di masyarakat. Paling tidak, di negeri ini, gelar haji masih dianggap penting dan istimewa. Di beberapa daerah di Tanah Air, haji menjadi simbol dari ‘status sosial’ seseorang. Tidak aneh jika sebagian orang merasa bangga dan terhormat disebut dengan ‘Pak Haji’ atau ‘Bu Hajjah’.
Bagi kebanyakan Muslim, haji menjadi salah satu ‘puncak cita-cita’ hidupnya. Tidak aneh, di negeri ini, orang dari level ekonomi menengah ke bawah pun banyak yang berjuang mewujudkan mimpi dan cita-citanya berhaji. Seorang petani di Jawa, misalnya, dengan penuh kesabaran dan ketekunan, akhirnya bisa berangkat ke Tanah Suci tahun lalu setelah kurang-lebih 20 tahun ia menabung dari sisa hasil panen di sawahnya yang hanya beberapa petak.
*****
Sepantasnyalah setiap Muslim rindu untuk dapat menunaikan ibadah haji. Sebab, sebagaimana sabda Baginda Nabi saw., “Siapa saja yang menunaikan ibadah haji dan ia tidak berbuat maksiat dan kefasikan di dalamnya, ia telah keluar dari dosa-dosanya seperti hari saat ibunya melahirkan dirinya (dalam keadaan tak memiliki dosa.” (HR al-Bukhari).
Sewajarnya pula setiap Muslim yang berhaji rindu meraih haji mabrur. Sebab, sebagaimana sabda Baginda Rasulullah saw., “Haji mabrur itu, balasannya tidak lain adalah surga.” (HR Ahmad, Ibn Khuzaimah, ath-Thabrani, al-Hakim dan al-Baihaqi).
Siapakah yang dimaksud dengan haji mabrur? Para ulama mengatakan, “Haji mabrur adalah orang yang tidak bermaksiat kepada Allah saat menunaikannya.” Dinyatakan pula oleh al-Fira’, “Haji mabrur adalah orang yang setelah haji tidak lagi terbiasa bermaksiat kepada Allah.” (Abu Hayyan al-Andalusi, Bahr al-Muhith, II/263).
Al-Hasan pernah ditanya, “Apa itu haji mabrur?” Ia menjawab, “Ia yang kembali dari berhaji menjadi seorang yang zuhud terhadap dunia dan rindu terhadap akhirat.” (As-Suyuthi, Durr al-Mantsur, I /473; al-Qurthubi, Tafsir al-Qurthubi, 2/408).
Imam an-Nawawi berkata, di antara tanda haji mabrur adalah kembali dari menunaikan haji dalam keadaan menjadi lebih baik perilakunya dan tidak membiasakan diri bermaksiat kepada Allah SWT (As-Suyuthi, Hasyiyah as-Suyuthi ‘ala Sunan an-Nasa’i, IV/98).
*****
Yang menarik, dalam beberapa riwayat, keutamaan ibadah haji disandingkan dengan kemuliaan jihad. Baginda Nabi saw., misalnya, pernah bersabda, “Duta Allah itu ada tiga: orang yang terlibat perang (di jalan Allah), orang yang beribadah haji dan orang yang berumrah.” (HR al-Hakim dan al-Baihaqi).
Beliau juga pernah ditanya, “Amal apa yang paling utama?” Beliau menjawab, “Iman kepada Allah.”
“Kemudian apa lagi.”
“Jihad fi sabilillah.”
“Lalu apa lagi?”
“Haji mabrur.” (HR al-Bukhari dan Muslim).
Dua hadis di atas menyandingkan keutamaan ibadah haji dengan kemuliaan jihad. Hadis pertama sama-sama menyebutkan orang yang pergi berjihad dan yang pergi berhaji sebagai duta-duta Allah SWT. Adapun hadis kedua malah menempatkan jihad di urutan pertama sebelum haji.
Pertanyaannya: Jika keutamaan jihad setara bahkan lebih tinggi daripada ibadah haji, mengapa kebanyakan Muslim hanya tertarik dengan ibadah haji dan cenderung tidak terlalu tertarik dengan jihad? Terhadap ibadah haji kebanyakan kaum Muslim begitu antusias ingin menunaikannya, mengapa antusiasme yang sama tak banyak dijumpai di kalangan mereka terkait jihad fi sabilillah? Jika ibadah haji menjadi salah satu “cita-cita besar” dalam hidup kebanyakan individu Muslim, mengapa jihad dan menjadi mujahid tak dijadikan pula sebagai cita-cita besar kebanyakan dari mereka? Jika terkait haji begitu mudah individu Muslim berkorban harta, mengapa tak banyak dari mereka melakukan hal yang sama untuk kepentingan jihad fi sabilillah?
Benar, di negeri ini jihad dalam arti perang tidaklah berlaku, karena Indonesia bukan wilayah perang. Namun, sebetulnya ada amalan yang pahalanya menyamai amalan jihad, bahkan dinyatakan sebagai ‘jihad’ paling utama. Baginda Rasulullah saw. bersabda, “Jihad yang paling utama adalah menyatakan kebenaran di hadapan penguasa yang lalim.” (HR at-Tirmidzi dan Abu Dawud).
Beliau pun bersabda, “Pemuka para syuhada (mujahid yang wafat dalam jihad fi sabilillah) adalah Hamzah bin Abdul Muthalib dan seseorang yang berdiri di hadapan penguasa lalim, kemudian ia menasihatinya, lalu penguasa itu membunuhnya.” (HR al-Hakim dan ath-Thabrani).
Untuk aktivitas mulia di atas—menasihati penguasa lalim dan menyatakan kebenaran di hadapannya—sebetulnya tak perlu mengorbankan harta yang besar, sebagaimana dalam menunaikan ibadah haji, tinggal kemauan dan keberanian menanggung risiko kematian. Sayangnya, justru tidak banyak orang yang merindukan aktivitas mulia ini, apalagi menjadikannya sebagai “cita-cita besar” hidupnya. Bahkan ulama, yang sejatinya memiliki peluang besar untuk itu, juga tak banyak yang menunaikannya. Buktinya, saat banyak penguasa lalim berdiri langsung di hadapan mereka—dengan terus menzalimi rakyat, tetap menerapkan hukum-hukum kufur dan enggan menerapkan hukum-hukum Allah SWT secara kaffah—sedikit sekali ulama yang secara berani, terus-terang dan tegas menasihati serta meluruskan penguasa lalim itu; kebanyakan justru tetap diam membisu.
Bagaimana dengan kita? Semoga kita bisa meraih dua keutamaan itu: keutamaan ibadah haji dan jihad fi sabilillah. Amin.
Wa mâ tawfîqî illâ billâh wa ’alayhi tawakkaltu wa ilayhi unîb. [Arief B. Iskandar]

copass from http://hizbut-tahrir.or.id/2010/10/28/haji-jihad/   

Membuat Read more ... Pada Blog


Tulisan “Read more …” atau “Baca lebih lanjut …” biasa kita lihat pada web atau blog, tanda tersebut biasanya untuk mengarahkan kita membaca artikel yang diberi tanda tersebut lebih detail. Pada WordPress untuk memotong artikel dan memunculkan tanda tersebut sangat mudah, karena telah disediakan dalam Text Editor-nya, tapi untuk Blogspot tidak ada, nah bagaimana cara kita memotong artikel sehingga pada tampilan Home blog kita tidak terlalu panjang kebawah, apalagi kalo di home ada banyak artikel yang ditampilkan (wah bakalan panjang jauh deh kita scroll ke bawahnya, dan kecenderungannya pengunjung enggan untuk melakukan itu, akibatnya tidak semua artikel terbaca).
Dalam Blogspot memang tidak disediakan tools untuk memotong artikel tersebut, jadi     kita harus melakukan sedikit modifikasi dan sedikit usaha untuk bisa membuatnya. Keuntungan lain dari adanya tanda “Read more …” ini bagi kita pemilik blog tentunya pada traffic, mengapa traffic? Karena pengunjung sendiri akan membuka lebih dari satu halaman (pertama halaman home, dan kedua halaman artikel yang bersangkutan itu sendiri).
Bagaimana cara membuat tanda ini, akan coba saya jelaskan dengan bantuan gambar supaya lebih memudahkan (kaya Pak Guru nih, mana papan tulisnya???)
Pertama, kita masuk ke Control Panel blog kita, dan masuk pada tab Layout.
Kemudian masuk pada tab Edit HTML, jangan lupa untuk mencentang kotak Expand widget template.
Nah, pada bagian ini kita cari script di bawah ini. Secara prinsip sebenarnya kita menambahkan script Read More di antara script di bawah ini.
Atau
Sebelum script

Untuk memudahkan gunakan fungsi pencarian pada browser (biasanya dengan menekan tombol CTRL + F), dan cari script tersebut di atas dengan kata kunci ‘post-header-line-1′ (tanpa tanda petik).
Setelah ketemu, masukan script berikut ini di bawah dari script yang kita cari tadi.




Setelah kita masukan script pertama di antara script default tadi , berikutnya kita sisipkan script tambahan kedua di bawah script ini , nah di bawah script tersebut masukkan script kedua berikut ini,


Read more...
Untuk kata kata “Read More……”, bisa kita ganti dengan kata lain sesuai keinginan kita.
Setelah itu kita simpan template yang baru kita rubah.
Langkah kedua, kita masuk ke tab Setting, dan kemudian masuk ke tab Formatting.
Kita menuju ke Post Template (ada di bagian bawah), dan masukkan script berikut ini dalam boks yang tersedia. Dengan memasukan script berikut pada Post Template, maka setiap kali kita akan membuat artikel baru, script berikut akan otomatis muncul (dalam mode Edit HTML), jadi kita tinggal memindahkan tempatnya saja.

Selesai, simpan setingan yang baru tersebut.
Sekarang kita masuk ke langkah ketiga, cara memotong artikel.
Pada saat kita membuat posting baru, coba untuk melihat pada tab Edit Html, di sini kita akan melihat script yang otomatis sudah ada (karena kita tadi sudah memasukkan di Post Template), nah fungsi dari dari script tersebut adalah sebagai pembatas antara artikel pendahuluan dan artikel lanjutan. Untuk artikel pendahuluan (yang nantinya muncul di home) berada di atas script dan sisanya berada di bawahnya, dan pada akhir ditutup dengan .
Untuk input kita bisa menggunakan tab Compose atau Edit Html, yang penting peletakkan 2 script tersebut.
Setelah itu bisa kita Publish artikel kita.
Sebagai contoh berikut contoh artikel yang belum ditambahkan “Read More…” dan yang sudah.
Tutorial ini menggunakan blog http://classy-car.blogspot.com sebagai contoh dan telah mendapatkan ijin dari pemilik blog (yaitu saya sendiri, hi hi hi).
Penting: Sebelum memasang script di dalam Blogspot, ada baiknya copy paste dulu di notepad, dan ganti tanda ” dan ‘ (petik ganda dan petik tunggal melalui notepad, setelah itu baru copy paste di Blogspot), ini untuk mengantisipasi perbedaan font type yang kadang bisa mengakibatkan error.

copass from : http://ariawijaya.com/2009/01/17/membuat-%E2%80%9Cread-more-%E2%80%A6%E2%80%9D-pada-blogspot/   

Sabtu, 13 November 2010

Jika Hamba Jatuh Hati (JH-JH)

Ya Allah... jika hamba jatuh cinta
cintakanlah pasa seseorang
yang melabuhkan cintanya padaMU
agar bertambah kekuatanku untuk mencintaiMU

Ya Muhaimin... jika hamba jatuh hati
izinkanlah hamba untuk meraih hati
seseorang yang hatinya tertaut padaMU
agar hamba tidak terjatuh dalam jurang cinta nafsu...

Ya Rabb... jika hamba jatuh hati
jagakanlah hati hamba padanya
agar kiranya tidak memalingkan
hati hamba daripada hatiMU...

Ya Rabbul izzati... jika hamba rindu
rindukanlah hamba pada
seseorang yang merindukan syahid di jalanMU
agar hamba haus akan perjuangan di jalanMU

Ya Allah selamatkan hamba dari segala hal yang Engkau hinakan...
Ya Allah jauhkan hamba dari segala hal yang Engkau nistakan...
Jadikan hamba sebagai ujung tombak perjuangan cinta kasihMU
meretas kasih abadi dalam perjuangan bersama orang yang Engkau ridloi

Ya Allah Ya Rabb...

Rabbii yassir walaa tu'assir, fainna taisiiro kulla 'asiirin 'alaika yasiir
Allahumma tammim bil khoir, wa yassir amrii Ya Allah...

Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wa dzurriyaatinaa qurrata a'yun waj'alnaa lilmuttaqiina imaaman

"Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (Kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa"

Amien...

Selasa, 03 Agustus 2010

Seminar Dinar Dirham, lagi-lagi membludak

Sungguh acara yang sangat luar biasa, seminar yang dibuka secara langsung oleh Pembantu Dekan 3 dengan pemukulan 3 kali Gong ini ditumpahi oleh peserta dari berbagai elemen baik akademisi, wartawan, mahasiswa, praktisi perbankan, bahkan siswa sma ini merupakan olah gawe KSEI-FSQ FE Unlam ini berjalan dengan penuh antusias para peserta degan dukungan para pembicara yang sangat kompeten untuk membahas permasalahan yang diangkat dengan tema "Bedah Dinar Dirham, Menemukan Nilai Hakiki Didalamnya".

Tak jauh dari seminar ekonomi islam yang pernah yang pernah diadakan sebelumnya, peserta seminar kali ini jauh dari target semula, bermula dari target 150 peserta namun untuk kesekian kalinya peserta terpaksa membludak dan membengkak hingga 200 peserta, panitiapun kewalahan menghadapinya. Acara ini merupakan rentetan acara dari Islamic Market $ Syariah Expo ini dipanaskan oleh tiga pembicara dari berbagai elemen, baik praktisi perbankan, akademisi, serta aktivis ekonomi Islam: Bapak Taufik Saleh selaku Peneliti Madya BI Kalsel, Bapak Syahrituah Siregar dari elemen akademisi unlam yang sudah tidak asing lagi sebagai pengamat ekonomi kalsel serta Ustadz Ismail Yusanto yang wajahnya sering nongol di televisi untuk acara dialog-dialog permasalahan ekonomi>>>

Seminarpun diawali pembahasan mengenai konsep mata uang serta fungsi mata uang sendiri oleh bapak Taufik Saleh (Ekonom BI). Kitapun dapat mengetahi flash back dari suatu mata uang. kemudian dilanjutkan dengan pembahasan lebih jauh mengenai dinar-dirham dan permasalahan ekonomi lainnya oleh dua pembicara lainnya.

Dampak krisis finansial global yang merupakan bukti gagalnya sistem ekonomi kapitalisme masih kita rasakan hingga saat ini. Alhamdulillah, seminar yang menyoal permasalahn moneter ini dapat menyuguhkan solusi moneter bagi uatu negara (materi bisa didownload disini Bahan Seminar Dinar Dirham.rar). Dapat disimpulkan bahwa akar permasalahan krisis finansial global sebagai berikut, Pertama: Uang tidak lagi sebagai alat tukar saja,uang telah menjadi komoditi yang diperdagangkan (dalam bursa valuta asing dan bursa saham) dan ditarik keuntungan (interest) alias bunga atau riba dari setiap transaksi peminjaman atau penyimpanan uang. Kedua: Persoalan mata uang, penggunaan uang kertas dan nilai mata uang suatu negara terikat dengan negara lain, tidak pada dirinya sendiri, sehingga nilainya tidak pernah stabil. Ketiga: Berkembangnya kegiatan ekonomi judi (maysir) dan penuh spekulasi (gharar) seperti dalam “perdagangan” saham dan produk keuangan derivativ. Semua itu bermuara pada mata uang yang digunakan oleh suatu negara, dikutakan oleh Bapak Syahrituah Siregar bahwa secara umum sistem moneter saat ini memiliki tabiat khusus yakni Bunga,Pasar/Bursa Modal & Bursa Komoditas, Fiat Money serta Valuta spekulatif yang menjanjikan peningkatan eknomi secara non riil yang menyebabkan buble economic sehingga berakhir pada krisis. Lebih dalam lagi dikemukakan oleh Ustadz Ismail Yusanto mengenai sumber permasalahn ekonomi suatu negara.

Bahkan secara ideologis akan membawa kita pada kesimpulan bahwa Krisis finansial global adalah fasad atau kerusakan akibat kemaksiatan yang dilakukan oleh manusia dalam bidang ekonomi, Melakukan yang haram (riba, judi, gharar) dan meninggalkan yang wajib (dinar dirham, konsep kepemilikan, peran negara), Krisis ini adalah peringatan untuk kembali kepada jalan yang benar, jalan yang benar adalah jalan Islam.

Ustadz Ismail Yusanto tidak hanya memberi paparan fakta dan kisaran konsep saja, namun dengan khasnya beliau memberikan paparan solutif berikut; Ganti sistem ekonomi dan keuangan kapitalisme dengan sistem ekonomi dan keuangan Islam, Ganti paradigma ekonomi dan keuangan berasas manfaat semu dengan asas halal dan haram berdasarkan syariah yang akan memberikan manfaat hakiki, Sistem ekonomi dan keuangan Islam akan memberikan rahmat (kebaikan) kepada semua orang, muslim maupun non muslim, Kestabilan dan keadilan ekonomi akan tercipta, kesejahteraan untuk semua.

Secara strategis seminar yang juga dihairi wartawan media cetak Barito Post, Smart FM serta Banjar TV ini, Ustadz Ismail Yusanto juga memberikan solusi untuk menata kembali sektor riil dengan pelaku pasar rakyat luas, dengan barang dan jasa yang nyata sehingga memberikan dampak ekonomi (pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja) secara nyata pula,

Kemudian menghimbau pada kita semua untuk meninggalkan pasar semu (bersifat bubble) yang elitis (hanya segelintir orang yang menikmati), spekulatif (berdasar rumor bukan rasionalitas), manipulatif (banyak mengandung tricki-tricki jahat) dan destruktif (merusak ekonomi riil seperti yang sekarang ini sedang terjadi) yang berakibat pada proses pemiskinan masyarakat.

Kemudian hal lain yang dirasa penting adalah memfungsikan uang hanya sebagai alat tukar saja dengan menghapus kegiatan judi dan spekulasi dan menghilangkan riba sebagai sumber labilitas ekonomi serta memberlakukan mata uang dinar dan dirham dan dunia perbankan juga harus segera ditata dengan menerapkan lembaga keuangan sesuai prinsip-prinsip syariah sebagai satu-satunya pilihan.

Sungguh sayang dan ruginya bagi yang tidak meyaksikan secara langsung pemaparan pemateri yang disampaikan pada seminar dinar dirham kali ini... Namun tidak ada alasan untuk bersedih hati, karena KSEI-FSQ Unlam masih memiliki berbagai macam kegiatan yang dipersiapkan untuk syiar ekonomi Islam. Baik kajian bersifat rutin maupun insidentil atau bahkan kajian ekonomi islam intensif lainnya, dan yang pasti ada yang harus mengeluarkan kocek dan GRATIS.

Kita semua mendapatkan berbagai tambahan macam ilmu baru, namun pertanyaannya adalah apakah kita akan mengaplikasikan ilmu yang sudah didapat atau hanya membiarkan sebagai angin lalu?? atau bahkan adakah salah satu bagian pembahasan yang tidak memuaskan akal kita sebagai manusia sehingga kita enggan untuk menerapkan dalam kehidupan atau bahkan terdapat permasalahan lain??

Meski kita tahu untuk mencapai kebaikan secara keseluruhan, tidak lepas dari peran politik yakni negara sebagai pemangku kebijakan dengan penerapan politik islam, rakyat secara keseluruhan, bahkan individu.

don't ever give up to study islamic economic and apply it... (Zainal Hamba Allah)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More